Kesehatan Mental

Zaman Serbadigital, Interaksi Sosial Jangan sampai Hilang

Andrew FrancoisAndrew Francois - Sabtu, 15 Oktober 2022
Zaman Serbadigital, Interaksi Sosial Jangan sampai Hilang

Kemudahan digital jangan sampai ganggu interaksi sosial. (Foto: Unsplash/Christina @ wocintechchat.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK hal yang menjadi lebih praktis berkat kemajuan digital nan pesat, misalnya komunikasi yang kini bisa dilakukan lebih mudah lewat media sosial dan aplikasi pesan singkat. Namun, dokter spesialis kedokteran jiwa dr Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, mengatakan interaksi sosial secara langsung tetap perlu dilakukan.

Menurutnya, hal itu tetap penting untuk dilakukan demi kesehatan mental di tengah kemudahan berinteraksi lewat internet. Ia menyoroti kemudahan berinteraksi melalui internet sering kali membuat interaksi sosial secara langsung dilupakan, padahal keduanya memiliki dampak yang berbeda.

Salah satu pengurus pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJ) itu menjelaskan bahwa media sosial kerap mengubah cara seseorang memandang diri, bentuk tubuh, pencapaian, dan lain sebagainya. Padahal apa yang ditampilkan di media sosial belum tentu sesuai dengan apa yang terjadi di dunia nyata.

Baca juga:

Interaksi Sosial yang Tak Lepas dari Kehidupan Manusia

Tak semua yang ada di media sosial sesuai dengan kondisi dunia nyata. (Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez)

Hal itu dapat pula meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terus membandingkan dirinya dengan apa yang terlihat sempurna di layar media sosial.

"Cyberbullying dan cybercrime rentan terjadi di masa ini. Berbagai hal yang telah disebutkan tadi dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang," kata dokteryang akrab disapa dr. Vivi itu.

Maka, dalam langkah mengatasi permasalahan tersebut, ia mengimbau agar masyarakat tidak melupakan komunikasi dan interaksi sosial secara langsung serta membatasi diri dalam mengakses internet serta media sosial.

"Sesekali, cobalah untuk melakukan detoks media sosial atau tidak menggunakan media sosial terlebih dahulu untuk memberikan ketenangan dan meningkatkan kesehatan mental," terangnya.

Baca juga:

Refleksi 2021, Perjuangan dalam Interaksi Sosial Terus Berlanjut

Olahraga juga penting dilakukan. (Foto: Unsplash/Kate Trifo)

Selain membatasi penggunaan media sosial, hal-hal lain yang harus dijauhi demi menjaga kesehatan mental, ialah berpikir negatif, pola tidur tak terakhir, dan aktivitas fisik yang rendah.

Menjaga gaya hidup nan aktif juga tak kalah penting demi kesehatan jiwa. Pasalnya, olahraga rutin harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari, sebagaimana kegiatan itu dapat meningkatkan hormon endorfin yang menimbulkan rasa bahagia.

Ia menegaskan pentingnya kesehatan mental, sebab tidak akan ada kesehatan fisik tanpa kesehatan mental. Individu yang sehat mental dapat berkembang secara fisik, spiritual, dan sosial, sehingga seseorang tersebut menyadari kemampuan diri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, serta mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. (waf)

Baca juga:

Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Milenial Dengan Balet

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan