Yos Suprapto Urung Buka Pameran 'Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan', ini 5 Faktanya

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 21 Desember 2024
Yos Suprapto Urung Buka Pameran 'Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan', ini 5 Faktanya

Pelukis Yos Suprapto. (Foto: Galeri Nasional)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SOSOK seniman Yos Suprapto mengguncang dunia seni Tanah Air setelah beberapa karya lukisnya urung dipamerkan karena dianggap tidak lulus sensor. Pameran tuggal karya Yos itu mengangkat tema Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan. Pameran itu direncanakan berlangsung hingga sebulan, tepatnya pada 20 Desember 2024-19 Januari 2025.

Namun, tak dinyana pameran yang dikerjakan Yos Suprapto dengan matang bahkan sejak 2023 itu gagal. Dalam proses kurasi, beberapa karya Yos dianggap tidak sesuai tema.

Berikut lima fakta pembatalan pameran karya lukis Yos Suprapto.



1. Dianggap vulgar



Pandangan vulgar dan dianggap tak penuhi poin etis dianggap menjadi faktor alsan lukisan Yos tak boleh digantung di Galeri Nasional, Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Tanggapan vulgar tersebut salah satunya datang dari Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Ia menyebut torehan cat di atas kanvas miliki Yos Suprapto tampil cukup vulgar sebab menampilkan bentuk senggama, ikon budaya tertentu. Hal tersebut diyakini Fadli Zon bisa merugikan orang lain.

"Misalnya ada satu lukisan, ya saya juga menerima gambarnya, itu orang yang sedang telanjang, bersenggama, dan memakai topi yang punya ciri budaya tertentu, seperti topi raja Mataram, atau Raja Jawa dan sebagainya. Itu bisa bisa menyinggung orang lain," kata Fadli dikutip Detik, Sabtu (21/12).

Baca juga:

Pameran Lukisan Yos Suprapto Dibatalkan, Dianggap Bentuk 'Pemberedelan' dan Jadi Preseden Buruk


2. Ada 30 lukisan


Untuk pameran bertajuk Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan, Yos menuangkan gagasannya lewat 30 lukisan. Namun, 5 lukisannya dianggap tidak lolos kurasi sehingga tak boleh tampil.



3. Proses penyesoran pihak Galeri Nasional berlangsung dramatis

Yos Suprapto mengatakan kurator yang ditunjuk Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, meminta lima dari 30 lukisannya diturunkan, tapi Yos menolak. Pihak Galeri Nasional mematikan lampu dan menggembok ruang pameran hanya beberapa menit sebelum pembukaan pameran secara resmi pada Kamis (19/12) malam.

Padahal, beberapa pengunjung sudah menyesaki lokasi Galeri Nasional.

4. Karyanya ditarik ke Yogyakarta

"Daripada lima hilang, lebih baik tidak sama sekali." Demikian Yos menegaskan tekadnya untuk memamerkan karyanya. Sebanyak 30 lukisam akan dibawa kembali ke kediamannya Yogya.

Dalam keterangannya, kejadian itu membuat Yos enggan melakukan kolaborasi dengan pemerintahan. “Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan,” kata Yos dalam keterangan tertulis, dikutip Tempo, (21/12).


5. Seniman yang konsisten kritis dengan melukis


Yos bukan nama baru di dunia seni Tanah Air. Keabsahannya sebagai seniman diakui banyak pihak. Ia kerap melakukan pameran dengan landscape tema yang luas tentu bersingungan dengan politik, sosial, hingga budaya Nusantara.

Ia memulai kariernya sebagai pelukis di 1970-an. Kolaborasinya apik dengan para pengelola galeri seni maupun taman wisata guna memamerkan karya-karya lukisnya. Ia pernah menggelar pameran solo bertajuk Bersatu dengan Alam di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 1994.

Ia juga menggelar pameran solo bertajuk Barbarisme : Perjalanan Anak Bangsa pada 2001. Yos turut andil dalam pameran Republik Udang yang digelar di Tembi Gallery Yogyakarta di 2005. Pameran itu berbicara soal budaya korupsi yang terjadi pada pemerintahan setelah reformasi 1998.(tka)

Baca juga:

Pameran Urung Dibuka, Yos Suprapto Siap Ambil Langkah Hukum

#Pameran Seni #Galeri Nasional Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
ArtMoments Jakarta 2026 resmi digelar di Agora Ballroom dengan tema “Offerings”. Ajang seni kontemporer ini menghadirkan lebih dari 70 peserta dari berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
Fun
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Art Jakarta Gardens 2026 resmi digelar di Hutan Kota by Plataran dengan 31 instalasi patung, pertunjukan seni budaya, hingga panggung musik outdoor.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Angkat Tema 'Offerings', Hadirkan 75 Galeri dan Seniman Asia
ArtMoments Jakarta 2026 digelar pada 4–7 Juni di Agora Ballroom dengan tema 'Offerings'. Ajang seni ini menghadirkan 75 peserta dari Asia Tenggara hingga Korea Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Angkat Tema 'Offerings', Hadirkan 75 Galeri dan Seniman Asia
Lifestyle
Fadli Zon Resmikan Art Jakarta Gardens 2026, Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Seni
Jakarta Art Gardens juga menjadi sarana edukasi publik agar semakin dekat memahami dan menghargai seni rupa sebagai bagian penting dari kehidupan budaya kita
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Fadli Zon Resmikan Art Jakarta Gardens 2026, Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Seni
Fun
Art Jakarta Gardens 2026 Siap Digelar, Hadirkan 26 Galeri di Hutan Kota
Art Jakarta Gardens 2026 resmi diumumkan. Edisi kelima ini hadir di Hutan Kota dengan 26 galeri, pameran outdoor, hingga program seni interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Art Jakarta Gardens 2026 Siap Digelar, Hadirkan 26 Galeri di Hutan Kota
Fun
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Ireland’s Eye 2026 digelar di Jakarta, menampilkan seni kontemporer Irlandia dengan tema lanskap, budaya, dan memori lintas generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Fun
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Dibuka di ASHTA SCBD, Hadirkan Pameran Ilustrasi Ramadan
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 resmi dibuka di ASHTA District 8 SCBD. Hadirkan berbagai program selama 10 hari.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Dibuka di ASHTA SCBD, Hadirkan Pameran Ilustrasi Ramadan
Fun
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Art Jakarta Papers 2026 sukses digelar. Pameran ini mencatat 9.289 pengunjung di edisi perdana.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Lifestyle
Fadli Zon Dorong Seni Rupa Kertas Indonesia Tembus Panggung Global
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong seni rupa berbasis kertas Indonesia menembus panggung global saat membuka Art Jakarta Papers 2026 di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Fadli Zon Dorong Seni Rupa Kertas Indonesia Tembus Panggung Global
Fun
Ragam Aktivitas di Jakarta Art Papers 2026, dari Instalasi hingga Diskusi Seni
Jakarta Art Papers akan digelar perdana pada 5-8 Februari 2026 di Jakarta, menghadirkan 28 galeri Asia dan menyoroti seni rupa berbasis kertas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Ragam Aktivitas di Jakarta Art Papers 2026, dari Instalasi hingga Diskusi Seni
Bagikan