Yoon Suk-yeol Keukeuh Bela Dekret Darurat dalam Sidang Terakhir Pemakzulan, tapi Tetap Minta Maaf

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Februari 2025
Yoon Suk-yeol Keukeuh Bela Dekret Darurat dalam Sidang Terakhir Pemakzulan, tapi Tetap Minta Maaf

Yoon Suk-yeol menghadapi tuntutan hukum pemakzulan sebagai presiden Korea Selatan. (Foto: Dok. Setneg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Korea Selatan yang tengah menghadapi sidang pemakzulan, Yoon Suk-yeol, ngotot mempertahankan keputusannya mengeluarkan dekret darurat militer pada 3 Desember 2024. Meski demikian, Suk-yeol meminta maaf kepada publik atas kekacauan yang timbul akibat deklarasi hukum darurat tersebut.

"Meskipun saya memberlakukan hukum darurat demi bangsa dan rakyat, saya dengan tulus meminta maaf atas kebingungan dan ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan," katanya, dikutip The Korea Times.

Suk-yeol tetap keukeuh dalam pendiriannya bahwa tindakannya benar. Ia terus menyalahkan partai oposisi karena berupaya menggulingkan pemerintah. Ia mengklaim upaya mereka yang terus-menerus mengajukan mosi pemakzulan terhadap pejabat tinggi pemerintah dan jaksa senior telah mendorongnya untuk mengumumkan hukum darurat. Ia juga menuduh partai oposisi membahayakan keamanan nasional dan stabilitas sosial dengan menghalangi revisi undang-undang antispionase serta berusaha mencabut Undang-Undang Keamanan Nasional.

“Kekuatan eksternal seperti Korea Utara dan kelompok antinegara dalam masyarakat kita bersekongkol untuk mengganggu kedaulatan kita dan menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional. Mereka mendorong masyarakat ke dalam konflik dan kekacauan melalui berita palsu, disinformasi, dan propaganda,” kata Suk-yeol.

Baca juga:

Sidang Pemakzulan Masuk Tahap Akhir, Nasib Yoon Suk-yeol Segera Diputuskan



Presiden yang sedang menghadapi tekanan ini juga mengatakan ia akan mengejar amandemen konstitusi serta reformasi politik jika kembali menjabat. "Saya berkomitmen untuk membentuk konstitusi dan sistem politik yang mencerminkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dalam prosesnya, saya juga akan berupaya memupuk persatuan nasional," katanya.

Sudah 73 hari sejak Majelis Nasional memberikan suara secara besar-besaran untuk memakzulkan Suk-yeol. Sejak saat itu, ia ditangguhkan dari tugasnya, saat Mahkamah Konstitusi meninjau keabsahan mosi pemakzulan.

Dalam sidang Selasa (25/2), tim hukum Suk-yeol dan Majelis Nasional, yang bertindak sebagai jaksa dalam persidangan pemakzulan menyampaikan argumen terakhir mereka. Tim hukum Suk-yeol membela deklarasi hukum darurat sebagai tindakan pemerintahan yang sah, mengulangi klaim presiden bahwa keputusannya diperlukan untuk menghadapi upaya oposisi dalam melemahkan pemerintah melalui pemakzulan dan pemotongan anggaran.

Suk-yeol sering menggunakan istilah ‘kekuatan antinegara’ untuk menggambarkan Majelis Nasional yang didominasi oposisi. Tim hukumnya juga mengklaim kompleks Majelis Nasional tidak diblokade pada malam deklarasi darurat militer. Pernyataan itu bertentangan dengan kesaksian para anggota parlemen dan saksi lainnya yang mengatakan bahwa pasukan bersenjata dan polisi menghalangi mereka masuk ke gedung.

Panel pemakzulan parlemen menuduh presiden melanggar konstitusi dengan mengumumkan darurat militer tanpa adanya keadaan darurat nasional, serta mengabaikan prosedur yang seharusnya dilakukan, seperti mengadakan rapat Kabinet dan memberi tahu Majelis Nasional.
"Seluruh bangsa menyaksikan aksi kekerasan tentara bersenjata secara langsung di televisi. Suk-yeol memerintahkan pengerahan pasukan ke Majelis Nasional dan menginjak-injak konstitusi kita. Suk-yeol, yang mencoba menghancurkan demokrasi, harus dimakzulkan," kata anggota parlemen Jung Chung-rae, ketua Komite Legislatif dan Yudisial Majelis yang memimpin panel pemakzulan.

Pengadilan diperkirakan akan mengeluarkan putusan pada pertengahan Maret, berdasarkan preseden kasus pemakzulan sebelumnya. Dalam persidangan mantan Presiden Roh Moo-hyun, pengadilan mengeluarkan putusan 14 hari setelah argumen terakhir, sementara dalam kasus mantan Presiden Park Geun-hye, keputusan keluar dalam 11 hari. Jika pengadilan menguatkan pemakzulan, pemilu harus diadakan dalam waktu 60 hari untuk memilih presiden baru.(dwi)

Baca juga:

Mahkamah Konstitusi Korsel akan Gelar Sidang Terakhir Pemakzulan Yoon Suk-yeol Selasa Depan

#Korea Selatan #Yoon Suk Yeol #Pemakzulan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
Nama Shin Tae-yong di Taman Sepak Bola Shin Tae-yong, Yeongdeok, Korea Selatan, terancam diubah setelah muncul permintaan peninjauan menyusul sanksi KFA.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
Nama Pelatih Persija Shin Tae-yong Terancam Dicopot dari Fasilitas Publik di Yeongdeok, Ada Apa?
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Dunia
Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Remaja itu membawa perangkat radio yang diduga digunakan untuk mendengarkan komunikasi penerbangan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Remaja China Ditangkap di Jeju, Sadap Komunikasi Menara Kontrol Bandara
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Dunia
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Duterte, 48 tahun, menjadi wakil presiden ke-15 dan termuda di negara Asia Tenggara saat terpilih mendampingi Marcos pada 2022 untuk masa jabatan tetap enam tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Bagikan