Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Wuling Permudah Konsumen Mobil Listrik untuk Mengisi Daya Baterai

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 09 Agustus 2022
Wuling Permudah Konsumen Mobil Listrik untuk Mengisi Daya Baterai

Wuling bekerja sama dengan PLN untuk memudahkan konsumen mengisi daya baterai (Foto: pixabay/pixaline)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WULING menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan PT PLN untuk memudahkan konsumen dalam mengisi daya beterai mobil listrik Wuling Air EV di rumah.

Hal tersebut dipaparkan oleh Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani. Dian menjelaskan, langkah tersebut agar konsumen mobil listrik bisa lebih mudah.

"Kita bekerja sama dengan PLN bagaimana sebenarnya konsumen dapat menikmati mobil listrik. Dan mobil listrik ini kemudahannya seperti apa, itu kita kerja sama dengan PLN," tutur Dian seperti yang dikutip dari laman Antara.

Baca juga:

Kendaraan Listrik Jadi Fokus GIIAS 2022

Wuling bekerja sama dengan PLN(Foto: kabaroto.com)

Dian menjelaskan, mobil listrik Wuling Air EV tersebut membutuhkan listrik sebesar 2200. "Itu pun kalau misalnya ada apa-apa, kita sudah bekerja sama dengan PLN. Pelanggan akan sangat diberikan kemudahan oleh konsumen dan kita," tutur Dian.

Lebih lanjut Dian menambahkan, bahwa dengan daya 2200 watt, pengguna Wuling Air EV bisa mengisi daya selama 8 hingga 11 jam di rumah. Selain itu, dian juga menjelaskan, bahwa harga per listrik pun sangat murah dari PLN.

"Mengisi baterai dengan listrik 2200 kalau kita pakai steker rumah biasa itu dari nol sampai full itu 8 sampai 11 jam. Semalaman cukup. Itu sebenarnya kalau kita lihat, cost per (kwh) listriknya juga sangat murah sekali dari PLN," jelas Dian.

Dian menjelaskan, pihaknya melihat konsumen di Indonesia sudah banyak yang memiliki daya listrik di rumahnya lebih dari 2200, hal itu tentunya akan sangat mudah bagi banyak masyarakat.

Baca juga:

Mobil Listrik di PEVS 2022 Dukung KTT G20

Wuling ingin memudahkan para konsumen mobil listrik (Foto: pixabay/joenomias)

Dian mengungkap bahwa Wuling Air EV akan dibanderol seharga Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. Menurut Dian, harga tersebut merupakan penawaran terbaik, mengingat teknologi serta kapasitas baterai yang terdapat pada mobil listrik tersebut.

"Ini price-nya sudah best lho. Cuma untuk produk yang lain kita lihat dulu deh kondisi market seperti apa. Tapi yang jelas, harga yang sudah kita luncurkan, kita lihat dari sisi kapasitas baterai, kita lihat dari teknologi yang disematkan di mobil itu. Jadi sebenarnya harga ini sudah the best price," kata Dian.

Kemudian, Dian memastikan, bahwa pelanggan yang membeli Wuling Air EV, bisa menerima mobil tersebut pada akhir Agustus atau awal September 2022.

"Terkait pertanyaan kapan sampai di konsumen, akhir Agustus atau awal September mobil ini sudah bisa sampai ke konsumen," tuturnya. (Ryn)

Baca juga:

Amerika Serikat Siapkan Rp 43,5 Triliun untuk Baterai Kendaraan Listrik

#Mobil Listrik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Pertimbangkan Kaji Ulang Pajak Kendaraan Listrik, Pendapatan Berpotensi Hilang Rp 2 Triliun
Pemprov DKI akan mengkaji ulang pajak kendaraan listrik. Sebab, pendapatan berpotensi hilang Rp 2 triliun akibat pajak kendaraan listrik 0 persen.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Pemprov DKI Pertimbangkan Kaji Ulang Pajak Kendaraan Listrik, Pendapatan Berpotensi Hilang Rp 2 Triliun
Fun
Changan Deepal S05 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Teknologi BEV dan REEV
Changan Deepal S05 resmi masuk Indonesia dengan dua pilihan teknologi elektrifikasi, BEV dan REEV. Varian REEV diklaim mampu tempuhclebih dari 1.100 kilometer.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Changan Deepal S05 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Teknologi BEV dan REEV
Indonesia
Prabowo Dorong Industri Otomotif Nasional, Motor Listrik Buatan Indonesia Segera Meluncur
Presiden Prabowo Subianto mengungkap motor listrik nasional buatan anak bangsa akan diluncurkan dalam beberapa minggu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Prabowo Dorong Industri Otomotif Nasional, Motor Listrik Buatan Indonesia Segera Meluncur
Lifestyle
Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Baru dengan Jarak Tempuh 425 Km dan Fitur V2L
Simak spesifikasi lengkap BAIC T1, mulai dari motor 94 hp, baterai LFP, jarak tempuh 425 km, fast charging 25 menit, hingga fitur V2L dan V2V.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Baru dengan Jarak Tempuh 425 Km dan Fitur V2L
Lifestyle
Resmi Tantang Pasar EV Indonesia, BAIC T1 Meluncur dengan Harga Mulai Rp 300 Jutaan
BAIC Indonesia resmi meluncurkan BAIC T1, mobil listrik pertama merek tersebut di Tanah Air. Usung konsep The Spacious Smart EV, dengan harga mulai Rp 300 jutaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Resmi Tantang Pasar EV Indonesia, BAIC T1 Meluncur dengan Harga Mulai Rp 300 Jutaan
Lifestyle
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik dengan teknologi terbaru.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Indonesia
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Kementerian Perindustrian tidak memiliki kewenangan dalam menentukan bentuk maupun skema insentif kendaraan listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Indonesia
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Purbaya menyatakan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional secara jangka panjang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Indonesia
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Kebijakan pajak kendaraan listrik ke depan tidak lagi seragam dan bisa berbeda antarwilayah karena angkanya ditentukan Pemerintah Daerah.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Indonesia
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Bagikan