Headline

Wow, Produk Sandal Lokal Denpasar ini Tembus Pasar Eropa

Eddy FloEddy Flo - Senin, 11 Desember 2017
Wow, Produk Sandal Lokal Denpasar ini Tembus Pasar Eropa

Salah satu produk andalan Candra Collection, Denpasar (Foto: news.au.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Produk Sandal dalam negeri ternyata mampu bersaing di level dunia. Buktinya sandal lokal buatan perajin Denpasar ini merajai pasar Eropa.

Merk sandal “Candra Collection” mungkin masih asing di dalam negeri tapi tidak di sejumlah negara di Eropa. Sandal yang dibuat di Denpasar Bali ini, terkenal sebagai produk sandal yang mempunyai kualitas bagus.

Pemilik "Candra Collection" Denpasar, Ni Nyoman Ayu Upadani mengatakan pihaknya dalam membuat kerajinan sandal itu memandukan kain perca khas Bali, yakni kain khas Bali seperti kain tenun endek dan songket.

"Kami berupaya membuat produk sandal dan tas kreatif. Sehingga kesannya berbeda dengan produk lainnya. Bahkan sudah melakukan terobosan ekspor ke sejumlah negara yakni Australia dan Jepang," ujar Ni Nyoman Ayu di Denpasar, Senin (11/12).

Nyoman Ayu sebagaimana dilansir Antara mengaku awal mula berdirinya kerajinan sandal ini berawal dengan modal Rp 500 ribu pada tahun 1999. Selanjutnya pembinaan dilakukan oleh Dekranasda Kota Denpasar dan diberikan kesempatan ikut serta dalam pameran untuk mempromosikan produknya itu.

"Saya sangat merasakan perhatian Pemerintah Kota Denpasar. Karena selalu memberikan bimbingan serta kesempatan setiap ada pameran baik di daerah maupun tingkat nasional," ujarnya.

Bahkan dari kesempatan yang diberikan melalui pameran yang diikuti membuat produknya semakin dikenal di kalangan warga masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pameran pada ajang Pesta Kesenian Bali termasuk juga pameran di luar daerah Bali.

Ia mengatakan melalui pameran ini juga telah dikenal oleh pecinta sandal dari luar negeri seperti dari Jepang dan Australia. Sehingga sampai saat ini produk sandal yang dibuatnya sudah menembus pasaran ekspor.

"Produksi yang dibuat 90 persen merupakan hasil kerajinan tangan dan 10 persen menggunakan mesin dengan melibatkan 15 tenaga kerja. Tentunya ini sangat berbeda dengan produk-produk lainnya," katanya.

Meski produknya 90 persen merupakan hasil kerajinan tangan, Nyoman Ayu mengaku harganya masih tetap terjangkau dari Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu. Kendala yang dihadapi saat ini belum memiliki mesin penghalus untuk hasil kerajinannya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra mengaku terus melakukan pembinaan terhadap semua UMKM di Kota Denpasar, salah satunya terhadap "Candra Collection". Hal ini untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di pasaran, baik pasar lokal maupun ekspor.

Dengan demikian diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, dan termasuk juga dapat membuka peluang kerja.

"Saya berharap semua UMKM terus mampu mengembangkan ide-ide kreatif sehingga dapat bersaing di pasaran," kata Ny. Selly Mantra.(*)

#Sandal Jepit #Sandal Kulit #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Indonesia
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Kebutuhan terhadap teknologi ini muncul berangkat dari PR Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan masalah sampah dengan cepat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
ShowBiz
AXEAN Festival 2026 Kembali Digelar di Bali, Hadirkan Musisi Asia Tenggara hingga Prancis
AXEAN Festival 2026 kembali hadir di Bali dengan lineup perdana yang menampilkan musisi Indonesia, Asia Tenggara, hingga Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
AXEAN Festival 2026 Kembali Digelar di Bali, Hadirkan Musisi Asia Tenggara hingga Prancis
Bagikan