Wisata di Sleman, Belajar Tanam Jamur dan Padi
Dusun Gamol sangat asri dan cocok untuk berlibur. (Foto: MP/Teresa Ika)
SUASANA desa yang masih asri, sejuk dan tenang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat perkotaan untuk keluar dari rutinitas. Bagi kamu yang berkunjung ke Yogyakarta cobalah mampir ke desa wisata swadaya (deswidaya) Gamol di Dusun Gamol, Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DIY. Kamu akan merasakan serunya bercocok tanam mina padi dan budi daya jamur.
Deswidaya Gamol terletak tak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 10 km dari Malioboro. Namun daerah ini masih dikelilingi persawahan yang asri. Suasana khas pedesaan langsung terasa begitu terasa saat menjejakkan kaki disini.
Hamparan tanaman sayur mayur hijau, palawija dan rempah-rempah langsung menyambut saat melintasi gerbang masuk Deswitadaya Gamol. Rumput dan bunga berwarna-warni yang berjejer rapi di pekarangan warga langsung menghempaskan penat dan stres. Suasana tenang dan damai pun menyeruak
Tak jauh dari kebun warga, terdapat sawah kecil yang ditanami menggunakan sistem mina padi. Sawah ini tidak hanya ditanami padi. Ikan lele turut dilepas di kubangan air dalam sawah. Susurilah dusun lebih dalam, kamu akan menemukan kandang kambing Etawa milik warga serta rumah jamur. Di dalam rumah jamur ini, ribuan jamur Tiram dikembang biakkan di dalam wadah plastik.
Wisatawan akan dijelaskan cara menanam jamur tiram dan dilanjutkan dengan praktek menanam. Ketua kelompok ibu-ibu Dusun Gampol, Astuti Margiyanti mengatakan jamur tiram yang sudah matang akan diolah menjadi kerupuk jamur. Kerupuk ini akan dijual dalam bentuk matang. Kerupuk jamur ini dijual dengan harga Rp7 ribu/100 gram. Rasanya gurih, renyah dan garing. Sangat pas untuk makanan pendamping nasi dan lauk-pauk.
Hampir semua pekarangan warga dusun Gamol ditanami sayur-mayur dan bunga-bunga. Warga secara swadaya merawat tanaman dan sayur-mayur tersebut. Saat panen tiba, mereka akan menjualnya ke dusun lain. Hasil penjualan akan dimasukkan ke koperasi atau kelompok paguyuban warga.
Kepala Dukuh Gamol, Tamtama mengatakan Deswitadaya Gamol terbentuk pada 2017. Namun persiapan pembentukannya sudah dilakukan sejak 2012. Desa ini menawarkan sensasi berlibur ala orang desa yang masih kental budaya dan kearifan lokalnya.
Saat musim tertentu, pengunjung bisa mengikuti wiwitan, kegiatan ucapan syukur kepada Yang maha kuasa atas hasil panen. Saat bulan Ramadhan tiba wisatawan bisa ikut melakukan nyadran, yakni kebiasaan warga bersih-bersih makam dan berziarah.
“Pengunjung juga bisa mengenal lebih jauh prajurit-prajurit mataram,. Karena disini banyak yang dulunya jadi prajurit mataram,” kata Tamtama saat launching Dusun Gamol, Rabu (25/10).
Aktivitas seru lainnya adalah melihat pertunjukkan wayang dan belajar berkebun sayur mayur di pekarangan. Wisatawan akan diberikan bibit sayur mayur untuk ditanam dalam pot atau langsung dipekarangan warga. Ke depannya Dusun ini akan dilengkapi dengan pemancingan ikan dan embung(empang) mini dan homestay.
Paketan wisata yang ditawarkan sangat murah, Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak. Dengan biaya itu wisatawan bisa memilih paket bercocok tanam, belajar mengolah susu kambing etawa, berkebun atau belajar budidaya jamur tiram. Bonusnya pengunjung akan mendapatkan segelas susu kambing dan kerupuk jamur. Jam kunjungan wisata dimulai dari jam 09.00-17.00 WIB setiap hari.
Lokasi dusun sangat mudah dijangkau. Kamu naik Trans Jogja dari halte Malioboro dan turun di Pasar buah Gamping. Lalu naik ojek online dari pasar buah Gamping menuju Dusun Gamol. Selepas berlibur ke Dusun ini pastinya anda akan mahir berkebun dan budi daya Jamur.
Tulisan dari Teresa Ika kontributor merahputih.com untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya.
Bagikan
Berita Terkait
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta