Wilayah Sentani Berpotensi Terjadi Banjir Bandang Susulan, BMKG Imbau Warga Waspada

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 22 Maret 2019
Wilayah Sentani Berpotensi Terjadi Banjir Bandang Susulan, BMKG Imbau Warga Waspada

Pembangunan jembatan darurat oleh Baznas Tanggap Bencana (BTB) untuk korban banjir Bandang di Sentani, Papua, dibangun pada Kamis (21/3). (Antaranews/Baznas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi banjir bandang susulan di Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Pasalnya, curah hujan di daerah tersebut masih tinggi.

"Dalam kurun waktu lima sampai tujuh hari ke depan hujan masih akan mengguyur Jayapura dengan intensitas sedang hingga lebat dari malam hingga dini hari. Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca tersebut," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3).

Potensi tersebut dengan memperhatikan adanya pengaruh kondisi lokal dan adanya pertemuan aliran udara yang terjadi akibat sistem pola tekanan rendah di utara Papua.

"Kondisi tersebut dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan awan dan hujan di wilayah Jayapura," jelas dia.

Selain itu, perlu diwaspadai pula pola pertemuan aliran udara dan pertumbuhan awan di Papua bagian selatan, sebagai dampak adanya pengaruh siklon tropis Trevor, yang saat ini masih berada di Teluk Carpentaria, di sebelah selatan Papua.

Banjir bandang di Papua. Foto: Twitter

Dengan adanya beberapa fenomena di atas, maka lima hari hingga seminggu ke depan curah hujan diprediksi masih cukup tinggi di Papua.

Disamping Siklon Tropis Trevor, kata Dwikorita, di selatan Nusa Tenggara Timur juga sedang muncul Siklon Tropis Veronica. Meskipun jaraknya sekitar 600 kilometer dari pantai NTT, dapat berdampak pada pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT serta ketinggian gelombang laut yang mencapai 4 - 6 meter si perairan selatan Jawa hingga NTT.

Menurut dia, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi alarm peringatan dini saat terjadinya banjir bandang. Diantaranya, air sungai yang tiba-tiba berwarna keruh atau mengalir bersama lumpur, pasir, serta ranting dan batang kayu.

"Selain waspada banjir bandang, masyarakat juga harus waspada terhadap ancaman tanah longsor dan angin kencang. Terjadinya perubahan lahan di lereng dan kaki Gunungan Cyclop secara tidak terkendali, semakin memperparah kejadian banjir bandang. Hal tersebut dikhawatirkan mengakibatkan makin berkurangnya vegetasi yag menahan aliran air dari atas. Meski di hilir tidak hujan, hujan di hulu ditambah kondisi lereng yang rapuh tentu menjadi pemicu longsoran," tuturnya.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 109 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara korban hilang mencapai 93 jiwa, luka ringan 808 jiwa, luka berat 107 jiwa, dan terdapat kurang lebih 11.725 kepala keluarga yang terdampak. (*)

#Banjir Bandang #Jayapura #Sentani
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
embentukan tim ini tidak dilakukan dari nol, mengingat beberapa kementerian telah memiliki rancangan dan desain penanganan banjir yang saling melengkapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
Indonesia
Perparah Bencana di Sumatera Utara, 6 Perusahaan Digugat KLH
KLH bekerja sama dengan Bareskrim Polri sedang menyelidiki dugaan tindak pidana beberapa perusahaan yang beroperasi di Aceh dan Sumatra Utara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Perparah Bencana di Sumatera Utara, 6 Perusahaan Digugat KLH
Indonesia
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan lembaga pendidikan keagamaan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Indonesia
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Kerusakan dan kerugian paling besar dialami Kabupaten Agam dengan total Rp 10,49 triliun, disusul Kabupaten Padang Pariaman Rp 5,48 triliun, dan Kota Padang sebesar Rp 4,88 triliun.
Frengky Aruan - Jumat, 16 Januari 2026
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Indonesia
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
BNPB juga terus melakukan validasi lahan dan penetapan zona aman
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Indonesia
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Pemerintah tidak hanya menghitung kerugian materiil, tetapi juga biaya pemulihan lingkungan secara menyeluruh
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Indonesia
Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
"Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti 1.157 (sekolah) atau 95,23 persen,” ungkap Abdul Mu’ti.
Frengky Aruan - Minggu, 04 Januari 2026
Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
Indonesia
DPR Dukung Program Skala Besar Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Sumatra
Banyak laporan yang masuk menunjukkan kondisi sungai setelah bencana mengalami perubahan signifikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
DPR Dukung Program Skala Besar Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Sumatra
Indonesia
DPR Minta Aksi Nyata Pemerintah Atasi Antrean Kendaraan di SPBU Sumbar, Jangan Lempar Tanggung Jawab
Shadiq mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur distribusi energi di daerah terdampak bencana
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
DPR Minta Aksi Nyata Pemerintah Atasi Antrean Kendaraan di SPBU Sumbar, Jangan Lempar Tanggung Jawab
Indonesia
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Setidaknya ada 200 orang mengungsi ke musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Bagikan