Kesehatan

Waspadai, Benda Paling Penuh Kuman di Supermarket

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2020
Waspadai, Benda Paling Penuh Kuman di Supermarket

Benda-benda yang disentuh banyak orang rentan membawa kuman. (foto: pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA pergi ke supermarket, banyak hal yang disentuh banyak orang. Misalnya ATM, barang pajangan, pulpen, dan handle pintu. Benda-benda itu paling banyak disentuh orang. Makin banyak disentuh, makin banyak pula kandungan kuman dalam benda itu.

Kuman pada benda-benda yang banyak disentuh bisa saja berpindah dan masuk ke tubuhmu lewat mata, mulut, atau hidung. Hal itu terjadi saat kamu tak sengaja mengusap wajah dengan tangan kotor sehabis memegang benda-benda itu. Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa manusia menyentuh wajah sebanyak 16 kali tiap jam. Jadi kemungkinan untuk terinfeksi kuman ataupun virus amat besar.

BACA JUGA:

Sudah Aman Kembali ke Salon?

Istilah kuman digunakan untuk menyebut semua mikroorganisme, bakteri, dan virus memang hampir berada di semua tempat, mulai dari mal, transportasi umum, dan tempat lain-lain. Memang secara garis besar kuman tidak membahayakan, tapi jika daya tahan tubuh sedang turun, kuman dapat menyebabkan penyakit patogen, seperti batuk dan pilek biasa bahkan diare. Di masa pandemi COVID-19 ini, hal itu tentu harus sangat diperhatikan.

Seperti dilansir The List, penelitian yang dipublikasikan BMC Infectious Diseases menyatakan, dari sekian sampel yang dikumpulkan, ternyata benda yang paling sering disentuh dan berkuman ialah mesin ATM karena semuah orang hampir menggunakan kartu debit dan menyentuh tombol pada mesin.

ATM
Benda di tempat umum disentuh banyak orang. (foto: pixabay/jarmoluk)

Sebagai solusi, muncullah mobile payment yang memudahkan seseorang bertrasaksi tanpa harus ke mesin ATM dan menyentuhnya saat berbelanja di supermarket.

Bayangkan ketika orang lain berbelanja dan menekan sebuah tombol di mesin ATM, lalu kasir menyentuhnya kembali, dan beralih ke pembeli selanjutnya. Benda-benda yang secara umum kamu jumpai secara tidak disadari merupakan benda yang paling berkuman dan berbakteri karena disentuh sekian banyak orang.

Meskipun demikian, kamu tak perlu khawatir berlebihan. Cucilah tangan setiap kali habis menyentuh benda di tempat umum dan jaga daya tahan kamu. Jika mencuci tangan tak memungkinkan, gunakan hand sanitizer.(ray)

BACA JUGA:

5 Benda yang Sering Kamu Sentuh ini Ternyata Sarang Kuman

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan