Waspada Potensi Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bisa Mengancam Jiwa

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 19 November 2024
Waspada Potensi Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bisa Mengancam Jiwa

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (tengah). (Dok. BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya banjir lahar hujan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ancaman ini seiring datangnya musim hujan dan cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina ataupun dinamika atmosfer.

"Kami meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk mewaspadai banjir lahar hujan yang bisa sewaktu-waktu terjadi karena sangat berbahaya," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, dikutip Selasa (19/11).

Dwikorita menerangkan bahwa banjir lahar hujan adalah banjir besar dan cepat yang terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik dari erupsi gunung berapi. Material vulkanik tersebut bisa berupa pasir, abu, dan bebatuan yang juga bercampur dengan kayu atau pohon.

Banjir lahar hujan, seperti yang terjadi di Sumatra Barat, bisa mengancam nyawa, menutup pemukiman, dan mengangkut batu-batu besar di sungai.

Baca juga:

Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diberikan Trauma Healing dengan Bernyanyi dan Menari

"Saat erupsi, tidak semua material ikut meluncur ke bawah, melainkan tertumpuk di atas. Apabila hujan lebat terjadi, maka potensi banjir lahar hujan pun semakin meningkat," imbuhnya.

Menurut Dwikorita, ancaman tersebut semakin meningkat karena di musim hujan saat ini Indonesia juga dilanda fenomena La Nina. Fenomena ini, kata dia, akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga setidaknya Maret atau April 2025.

Sebagai informasi, La Nina adalah fenomena iklim global yang akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya. Bagi Indonesia, fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah yang berkisar 20 - 40 persen.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan berdasarkan pantauan BMKG, selama sepekan terakhir kondisi cuaca di NTT cukup bervariasi.

Baca juga:

Warga di 6 Desa Kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki Bakal Direlokasi

Wilayah NTT terpantau cerah berawan hingga hujan ringan, dengan hujan disertai petir terjadi di beberapa wilayah seperti Pulau Timor, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Flores Timur.

Sedangkan, berdasarkan hasil pengamatan terkini pada 16 November 2024, curah hujan tercatat sebesar 45,2 mm/hari di Stasiun Meteorologi Eltari Kupang, 31,4 mm/hari di Stasiun Meteorologi Gewayantana Flores Timur, dan 2,6 mm/hari di Stasiun Meteorologi Frans Seda Maumere.

“Wilayah di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diprediksi baru akan memasuki musim hujan pada awal Desember. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir lahar hujan di sekitar lereng gunung tersebut," jelas dia.

Selama sepuluh hari kedepan, cuaca di wilayah NTT secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan.

Namun, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, sebagian Sikka, sebagian Alor, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

"BMKG mengimbau masyarakat di kawasan tersebut untuk tetap tenang, tetapi terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu," terangnya. (Knu)

#Gunung Lewotobi #BMKG #Banjir Lahar Hujan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Rilis Imbauan Keselamatan Hadapi Puncak Musim Kemarau dan Daerah-Daerah Terdampak
Masyarakat diminta mewaspadai peningkatan intensitas hujan lebat di kawasan Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
BMKG Rilis Imbauan Keselamatan Hadapi Puncak Musim Kemarau dan Daerah-Daerah Terdampak
Indonesia
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat memicu ancaman kekeringan meteorologis dan kelangkaan air di sejumlah provinsi Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah
Indonesia
Potensi Puso Besar, BMKG Larang Petani Tanam Padi Selama Musim Kemarau
BMKG Babel imbau petani tidak menanam padi selama musim kemarau 2026 untuk mencegah gagal panen.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Potensi Puso Besar, BMKG Larang Petani Tanam Padi Selama Musim Kemarau
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 10 Agustus 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
BMKG memperingatkan cuaca ekstrem pada 10 Agustus 2026. Hujan lebat hingga angin kencang melanda sebagian wilayah Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 10 Agustus 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
Indonesia
Jakarta Diprediksi akan Diselimuti Awan Tebal pada Jumat (7/8), BMKG Imbau Warga Ibu Kota Bersiap Hadapi Perubahan Cuaca
Sementara itu, kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Timur, hingga Kepulauan Seribu diselimuti cuaca variatif antara cerah berawan hingga berawan tebal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
Jakarta Diprediksi akan Diselimuti Awan Tebal pada Jumat (7/8), BMKG Imbau Warga Ibu Kota Bersiap Hadapi Perubahan Cuaca
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG 6 Agustus 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah
BMKG memprediksi cuaca Kamis 6 Agustus masih dipengaruhi dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 6 Agustus 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah
Indonesia
Waspada! Puncak Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus hingga September, Hotspot Bisa Makin Meningkat
Meskipun kondisi kemarau 2026 diperkirakan tidak sekering El Nino 1997, pemerintah tetap perlu mewaspadai dampak lanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Waspada! Puncak Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus hingga September, Hotspot Bisa Makin Meningkat
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 4-7 Agustus 2026, Kota-Kota Ini Berpotensi Diterpa Angin Kencang dan Hujan Sedang
Meski sebagian besar daerah mulai memasuki kondisi kering, dinamika atmosfer memicu peningkatan curah hujan dan terpaan angin kencang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 4-7 Agustus 2026, Kota-Kota Ini Berpotensi Diterpa Angin Kencang dan Hujan Sedang
Indonesia
BMKG Prediksi Langit Jakarta Cerah Seharian pada 4 Agustus 2026, Suhu Udara Maksimal Capai 32 Derajat Celsius
Perubahan dinamis kondisi udara mulai terlihat saat memasuki periode siang hari di beberapa wilayah daratan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Agustus 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Cerah Seharian pada 4 Agustus 2026, Suhu Udara Maksimal Capai 32 Derajat Celsius
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Petir dan Hujan Ringan di Sejumlah Kota pada Minggu, 2 Agustus
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Petir dan Hujan Ringan di Sejumlah Kota pada Minggu, 2 Agustus
Bagikan