Headline

Waspada, Opini Ilmuwan LIPI Terkait Gempa Dipelintir Jadi Hoax

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 25 Agustus 2018
Waspada, Opini Ilmuwan LIPI Terkait Gempa Dipelintir Jadi Hoax

Eko Yulianto pakar kegempaan LIPI (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Di tengah situasi anak bangsa tengah mengarahkan perhatian terhadap korban gempa Lombok, masih ada saja oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan hoax seputar gempa.

Parahnya lagi, hoax tersebut diproduksi berdasarkan hasil pelintiran dari pendapat ilmiah ilmuwan LIPI. Kontan saja, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) langsung membantah hal tersebut.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto menegaskan berita berupa pendapat ilmiah peneliti kegempaan soal gempa di Jawa sudah dipelintir menjadi hoax.

Dalam keterangan tertulisnya Eko Yulianto mengatakan bahwa berita yang tayang di Berita Satu TV berjudul "Lempeng Jawa Terus Bergerak, LIPI Ingatkan Potensi Gempa" sebagai edukasi yang baik bagi masyarakat luas yang memang hidup di wilayah rawan gempa.

Tayangan tersebut, ia mengatakan sebenarnya merupakan berita lama yang direkam hasil wawancara peneliti senior Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Dr Danny Hilman Natawidjaja, M.Sc. dan dapat dilihat di kanal YouTube sejak 24 Januari 2018.

Gedung LIPI di Jakarta
Gedung LIPI di Jakarta (Foto: MP/Aang Sunadji)

Berita tersebut merupakan pendapat ilmiah dari kepakaran seorang peneliti kegempaan di mana sangat terbuka untuk melakukan diskusi ilmiah lebih lanjut.

LIPI melihat berita ini sebagai bagian edukasi positif ke masyarakat yang seharusnya tidak dibumbui dengan hal-hal yang cenderung provokatif dan menimbulkan rasa ketakutan di tengah masyarakat luas.

Soal kegempaan Eko sebagaimana dilansir Antara mengatakan, pernyataan ilmuwan tentang kewaspadaan gempa selalu bersifat sangat umum yaitu mempertimbangkan mekanisme gempa yang berulang.

Pilihan kata dan kalimatnya juga sering kali masih menggunakan konteks waktu geologi yang kisaran waktunya bukan 24 jam, tetapi ribuan bahkan jutaan tahun.

"Artinya, jika seorang geologist mengemukakan statement tentang sebuah ancaman gempa, itu adalah pernyataan yang generik karena memang kita hidup di tempat dimana sumber-sumber gempa berada," tegas Eko di Jakarta, Sabtu (25/8).

Oleh karena itu, Eko mengatakan LIPI mengklarifikasi bahwa segala kata-kata dan kalimat yang terdapat dalam pesan berantai yang viral tersebut merupakan bentuk pemelintiran informasi yang secara sengaja dibuat untuk menimbukan kerasahan pada masyarakat dan bisa dikategorikan informasi tambahan yang hoax.

Dan, LIPI mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi atas pesan tersebut dan menjadi panik karena pesan itu. Lalu, bila masyarakat menerima pesan serupa, sebaiknya tidak segera dibagikan lagi dan lebih baik mengonfirmasikan kembali kepada pihak yang resmi dan terpercaya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Luar Biasa, Tenis Sumbang Emas Kesepuluh untuk Indonesia

#Gempa Bumi #LIPI #Gempa Tektonik #Gempa Lombok
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 18 menit lalu
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
BMKG memastikan gempa di Sukabumi tidak menimbulkan kerusakan berarti karena masuk ketegori gempa dangkal.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
Dunia
Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Japan Meteorological Agency memperingatkan gempa dengan skala serupa dapat terjadi dalam sepekan mendatang.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
 Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Dunia
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Tsunami Dilaporkan Menghantam Pesisir
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta warga di daerah terdampak gempa untuk segera menuju tempat yang lebih tinggi.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
 Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Tsunami Dilaporkan Menghantam Pesisir
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Evakuasi dan Penanganan Cepat Efek Gempa Maluku Utara
Tim reaksi cepat BNPB daerah bersama aparat TNI-Polri dan pemerintah daerah telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus proses evakuasi.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Evakuasi dan Penanganan Cepat Efek Gempa Maluku Utara
Indonesia
Gempa Maluku Utara, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Masuk Gedung dan Rumah Terdampak
Warga diminta memeriksa kembali struktur bangunan apabila mengalami kerusakan retak struktur.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Gempa Maluku Utara, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Masuk Gedung dan Rumah Terdampak
Indonesia
Sembilan Sensor Tsunami Maluku Utara dan Sulawesi Utara Berfungsi Normal Usai Gempa Mgnitudo 7,6
Peringatan dini kedua menyusul delapan menit kemudian untuk memperbarui status ancaman
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 April 2026
Sembilan Sensor Tsunami Maluku Utara dan Sulawesi Utara Berfungsi Normal Usai Gempa Mgnitudo 7,6
Indonesia
BMKG Kerahkan Tim Pemetaan Makroseismik Cek Dampak Kerusakan Gempa Magnitudo 7,6
Pemetaan makroseismik dilakukan untuk mengetahui sebaran kerusakan akibat gempa, sedangkan mikroseismik digunakan untuk memonitor gempa susulan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
 BMKG Kerahkan Tim Pemetaan Makroseismik Cek Dampak Kerusakan Gempa Magnitudo 7,6
Bagikan