Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Warisan Phil Spector di Lagu Para Legenda Musik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Januari 2021
Warisan Phil Spector di Lagu Para Legenda Musik

Phil Spector dikenal sebagai pencipta 'Wall of Sound'. (Foto: theguardian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PHILL Spector adalah salah satu produser rekaman yang dikenal sebagai pionir ‘wall of sound’ dalam genre pop. Ia dikabarkan meninggal dunia di usia 81 tahun pada 16 Januari 2020.

Dilansir dari laman TMZ, Spector yang menjalani masa tahanan 19 tahun karena kasus pembunuhan aktris Lana Clarkson sudah menjalani hukuman sejak 2009. Ia meninggal dunia di rumah sakit penjara disebabkan oleh penyakit komplikasi.

Baca juga:

Rayakan Pelantikan Joe Biden, Bad Religion Rilis 'Emancipation Of The Mind'

Phil Spector diakui dunia sebagai salah satu produser paling berpengaruh dalam sejarah musik, hasil rekaman olahannnya identik dengan esktetika orkestrasi padat atau dikenal sebagai ‘wall of sound’.

Selain karyanya yang terkenal bersama Ronettes, The Crystals, Darlene Love, Ike & Tina Turner hingga The Beatles. Terlepas dari semua kontroversinya, berikut lima lagu yang mungkin kamu tidak sadari, Phil Spector terlibat dari dalamnya.

1. John Lennon – Instant Karma (1970)

Instant Karma merupakan salah satu lagu John Lennnon yang rilis pada Februari 1970 di bawah naungan Apple Records. Selain bekerja sama di album Imagine, Phil Spector juga ikut memproduseri single tersebut. Bunyi dering piano serta semburan suara sonic yang manis dan gemerincing ritme adalah spesialisasi dari Spector.

2. George Harrison – Bangla Desh (1971)

Selain dengan John Lennon, ternyata Phil Spector juga pernah ikut memproduksi single dari personel The Beatles lainnnya, George Harrison di lagu Bangla Desh pada 1971.

Lirik dalam lagu ini membantu meningkatkan kesadaran internasional tentang krisis kemanusiaan yang terjadi di Bangladesh. Spector juga memproduseri album Live The Concert for Bangladesh dan memenangkan penghargaan Grammy pada 1973 untuk album tersebut.

Baca juga:

Weezer Siapkan Album Dadakan Akhir Januari 2021

3. Ramones – Rock ‘n’ Roll High School (1979)

Unit punk rock legendaris, Ramones, juga sempat diproduseri oleh Phil Spector. Pada lagu ini, Spector membuat lagu Ramones menjadi versi miliknya dengan merekam ulang album End of the Century.

Versi ini dibuka dengan akord gitar yang panjang dan ditopang serta memiliki aransemen yang sedikit berbeda. Selain itu, aransemen Spector juga ditampilkan dalam video musik lagu tersebut.

4. Yoko Ono – No, No, No (1981)

Ketika Yoko Ono menanggung hal yang tak terpikirkan, ia bekerja sama dengan Phil Spector untuk memprodusksi Season of Glass (1981).

Lagu No, No, No merupakan potret serampangan tentang kerapuhan, ketidakpastian, dan ketidakstabilan saat Yoko Ono berusaha melewati dunia tanpa belahan jiwanya.

5. John Prine – God Only Knows (2018)

Lagu ini ditulis bersama oleh John Prine dan Phil Spector di akhir tahun 70an yang tidak pernah berhasil masuk ke album Bruised Orange (1978).

Bahkan, beberapa dekade kemudian, Prine merekamnya sebagai trek kedua untuk album studio terakhirnya bertajuk The Tree of Forgiveness. (far)

Baca juga:

Kolaborasi dengan Rosalia, Billie Eilish Bernyanyi dalam Bahasa Spanyol

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan