MerahPutih.com - Serbuan Vaksinasi di Kabupaten Bangkalan berlangsung di dua titik, Stadion Gelora Bangkalan dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kamal, Jumat (18/6).
Vaksinasi ini ditargetkan seribu orang dalam satu hari di satu titik.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, serta pejabat utama Polda Jatim meninjau Serbuan Vaksinasi di Kabupaten Bangkalan.
Baca Juga:
Selain di dua lokasi ini, kegiatan vaksinasi sebelumnya juga dilakukan oleh Forkopimda Jatim berkolaborasi dengan Forkopimda Kabupaten Bangkalan untuk melakukan vaksinasi di sejumlah pondok pesantren (ponpes).
Termasuk empat kecamatan zona merah di Bangkalan, di antaranya Ponpes Pademangan Timur, Ponpes Syaikhona Kholil, dan Ponpes Nurul Kholil.
Sementara, Panglima TNI dan Kapolri dalam kunjungannya di Stadion Gelora Bangkalan menyempatkan untuk berdialog dengan para santri peserta vaksin.
"Kami senang dengan kehadiran bapak. Kami merasakan kehadiran negara di sini," kata Muhammad wahyu, saat ditanya Panglima TNI tentang perasaannya setelah melakukan vaksinasi.
Selain Wahyu, Faris Al Farizi warga Bangkalan juga diberi kesempatan untuk berdialog dengan Panglima TNI.
Fariz mengatakan, vaksinasi sangat berguna bagi masyarakat. Fariz juga mengeluhkan kondisi daerahnya terdampak luar biasa akibat COVID-19.
"Kami sangat mengharap terus-menerus untuk diadakan solusi seperti ini. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan terima kasih, terima kasih," akunya Fariz saat berdialog dengan Panglima TNI.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kepada Fariz dan kepada masyarakat Bangkalan, ada beberapa kecamatan yang masuk zona merah, termasuk Klampis, Geger dan Bangkalan.
"Apabila dilaksanakan PPKM Mikro supaya memutus rantai penularan COVID-19. Kira-kira bagaimana menurut Bapak?" tanya Panglima TNI kepada Fariz.
Baca Juga:
Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi
Fariz kembali mengaku setuju.
"Ini adalah langkah awal untuk kita supaya cepat selesai dari pandemi ini," imbuh Fariz kepada Panglima TNI.
Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan PPKM bertujuan memutus rantai penularan COVID-19 setiap hari pelacakan kontak erat.
"Kemudian melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat, dan itu dilaksanakan terus selama 2 minggu," tegas Hadi di hadapan masyarakat Bangkalan. (Knu)
Baca Juga:
Kasus Baru COVID-19 Hampir 5 Ribu, Anies: Rekor Tertinggi Selama Pandemi