MerahPutih.com - Pemilihan umum (Pemilu) 2024 bisa menjadi ajang konflik di tengah masyarakat, khususnya akibat terjadinya persaingan politik yang sengit dan apabila terjadi penggunaan narasi kebencian.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan para kontestan membuat pakta integritas untuk mencegah penggunaan narasi-narasi negatif yang dapat memicu konflik.
Baca Juga:
Jelang Pendaftaran Peserta Pilpres, Erick Thohir Dikabarkan Minta Stafnya Urus SKCK
"Para kontestan ini harus membuat pakta integritas untuk tidak melakukan hal-hal (seperti) ucapan, tindakan, provokasi, narasi-narasi itu jangan sampai menggunakan narasi yang mengarah terjadinya potensi konflik ataupun kebencian," kata Ma'ruf.
Kemudian kepada para pendukung masing-masing kontestan, Wapres mengimbau agar tidak saling menghina satu sama lain. Mereka untuk saling beradu ide dan gagasan dengan tidak menjelekkan pihak yang lain.
"Mereka boleh menjual calonnya, tapi tidak menjelekkan calon yang lain, yang berpotensi terjadinya (konflik), untuk para pendukung, ini penting," katanya.
Selanjutnya, ia meminta para pimpinan partai politik untuk memainkan perannya secara bersih dan jujur, sehingga Pemilu berjalan dengan baik. Tidak hanya itu, kepada para pihak penyelenggara Pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP, ia juga mengingatkan agar betul-betul adil dan berpegang teguh pada aturan yang benar.
"Jangan ada pemihakkan, itu juga harus, kalau tidak, (maka) akan terjadi protes-protes," ungkapnya.
Wapres menekankan agar ASN dan pemerintah daerah untuk terus bersikap netral, sementara pihak keamanan juga diimbau tetap menjaga netralitas dan tidak berpihak pada kontestan tertentu.
"Kalau semua ini bisa kita lakukan dengan baik, insya Allah Pemilu berjalan (dengan baik) tidak ada konflik, dan selamat," katanya.
Wapres juga mengingatkan komitmen para kontestan untuk menghindari politik identitas dalam kampanyenya. Agar aspek-aspek kebiasaan pribadi seseorang, seperti salat bagi seorang muslim, tidak diubah menjadi isu kampanye.
"Tapi kalau dijadikan isu kampanye. Nah itu nanti masuk wilayah identitas. Saya harap itu tidak terjadi, mudah-mudahan tidak terjadi," ungkapnya. (Knu)
Baca Juga:
Partai Ummat 100 Persen Dukung Anies dan Cak Imin di Pilpres 2024