Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
 Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau

Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KOMITMEN keberlanjutan dalam industri sawit diterapkan secara ketat dengan standar tertentu. Ketaatan terhadap standar tersebut menjadi wujud komitmen kuat untuk mewujudkan ekonomi hijau, secara aktif meningkatkan peran di pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta kontribusi sosial.

Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Edi Suhardi mengatakan industri kelapa sawit memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut industri sawit juga memberikan dampak positif terhadap aspek sosial di Indonesia.

"Selain manfaat ekonomi, industri sawit ini memberi manfaat terhadap bidang sosial ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja baik secara langsung maupun tak langsung sebanyak 17 juta jiwa," katanya di Jakarta, pekan lalu.

Edi Suhardi menjelaskan industri kelapa sawit turut memberikan multiplier effect positif terhadap perekonomian daerah serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat di sekitar kawasan perkebunan. Selain itu, industri sawit juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur di lokasi perkebunan yang umumnya merupakan daerah terpencil.

"Kalau kita bicara tentang perkebunan sawit, biasanya lokasi sawit ini berada di daerah yang sangat terisolasi. Perusahaan itu harus membangun jalan dan infrastruktur untuk membuka akses ke lokasi perkebunan. Selain itu, perusahaan juga sawit membangun fasilitas pendukung untuk masyarakat," tuturnya.

Ia meyakini industri sawit masih memiliki potensi untuk berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau di Tanah Air.

Oleh karena itu, ia mengharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara pelaku industri dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP untuk mendorong perkembangan sektor kelapa sawit baik dari sisi produktivitas maupun dampak ekonomi sosial bagi Indonesia. "Industri sawit telah membuka peluang baik itu pembangunan daerah maupun nasional. Dengan kehadiran industri sawit, masyarakat semakin berkembang, kemiskinan berkurang, dan tingkat kesejahteraan masyarakat membaik," tegasnya.


Baca juga:

PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis


Tepati Standar Keberlanjutan




Secara lingkungan, Edi menegaskan industri sawit memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan atau sustainability. Ia menerangkan perkebunan kelapa sawit memiliki kemampuan sebagai penyerap karbon atau carbon sink serta industri kelapa sawit mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Hal-hal tersebut menunjukkan industri kelapa sawit telah sejalan dengan prinsip ekonomi hijau yakni pertumbuhan ekonomi inklusif, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial, serta pelestarian lingkungan termasuk penurunan emisi karbon. "Industri sawit telah membangun standar, prinsip, dan kriteria keberlanjutan melalui Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Industri sawit harus patuh dan taat terhadap standar keberlanjutan," paparnya.

Edi menegaskan industri kelapa sawit harus mengikuti standar keberlanjutan yang sangat ketat. Penerapan standar keberlanjutan tersebut memiliki pengaruh terhadap penerimaan pasar khususnya yang berasal dari negara-negara maju.

"Industri sawit ini mendapat dorongan praktik keberlanjutan dari pemerintah melalui ISPO dan dari pasar melalui RSPO. Kami memiliki komitmen untuk tidak melakukan deforestasi," pungkasnya.(*)

Baca juga:

Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Masih Hadapi Tantangan, Pemantau Independen Harus Dilibatkan

#BPDP Sawit #Industri Sawit #Perkebunan Sawit
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Berita
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Pintu Masuk Kuatkan Posisi Tawar Petani
Hingga saat ini, sekitar 22 ribu petani telah tergabung dalam jaringan FORTASBI, yang berasal dari sekitar 40 ribu petani sawit swadaya bersertifikat di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 13 Juni 2026
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Pintu Masuk Kuatkan Posisi Tawar Petani
Indonesia
Pemerintah Minta Harga TBS Naik, Lindungi 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing
Mentan Amran memerintahkan perusahaan untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani minimal 10 persen.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
 Pemerintah Minta Harga TBS Naik, Lindungi 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing
Indonesia
Harga Kelapa Sawit Turun saat Nilai Minyak Mentah Dunia Naik, Polisi Duga Ada Permainan Kartel
Mengindikasikan adanya praktik yang perlu ditelusuri lebih lanjut karena harga TBS justru turun ketika berbagai indikator pasar menunjukkan tren yang positif.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Harga Kelapa Sawit Turun saat Nilai Minyak Mentah Dunia Naik, Polisi Duga Ada Permainan Kartel
Lifestyle
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Karya musik digital tersebut secara gamblang mengangkat isu kondisi Papua terkini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Indonesia
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar
pemerintah menargetkan implementasi serentak B50 secara nasional pada 1 Juli 2026 setelah selesai uji coba dilakukan pada beberapa moda transportasi sejak akhir 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Bahan Bakar B50 Diimplentasikan di Juni 2025, Hasil Uji Diklaim Penuhi Standar
Indonesia
Traceability Jadi Tantangan Industri Sawit Nasional, BPDP Diharapkan Berperan Bantu Petani Kecil
Uni Eropa melalui Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation/EUDR) menuntut komoditas seperti kelapa sawit dapat dibuktikan bebas deforestasi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Traceability Jadi Tantangan Industri Sawit Nasional, BPDP Diharapkan Berperan Bantu Petani Kecil
Indonesia
Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau
Industri kelapa sawit memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
 Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau
Indonesia
SDM Berkualitas Kunci Kesuksesan Sektor Kelapa Sawit Nasional, BPDP Beri Dukungan dalam Bentuk Beasiswa
Berbagai program BPDP baik dalam bentuk beasiswa kelapa sawit maupun pelatihan bagi petani telah memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan industri sawit.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
SDM Berkualitas Kunci Kesuksesan Sektor Kelapa Sawit Nasional, BPDP Beri Dukungan dalam Bentuk Beasiswa
Indonesia
PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis
Sebagian besar hasil riset kelapa sawit masih berhenti pada tataran publikasi ilmiah dan belum berlanjut ke tahap implementasi praktis di industri.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis
Indonesia
Ekspor CPO Indonesia Terus Menguat, Kukuhkan Sebagai Raja Sawit
Lonjakan itu tidak hanya terlihat dari nilai, tetapi juga volume. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Ekspor CPO Indonesia Terus Menguat, Kukuhkan Sebagai Raja Sawit
Bagikan