Wagub DKI Bisa Bantu Atasi Banjir, Biar Anies Enggak Disalahin Sendirian
Gubernur Anies Baswedan saat meninjau lokasi banjir. (Foto: MP/Asropih)
Merahputih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin mengatakan kekosongan posisi jabatan wakil gubernur (wagub) DKI merupakan salah satu faktor sejumlah wilayah Ibu Kota dikepung banjir beberapa waktu lalu tepatnya awal tahun baru 2020 Rabu (1/1).
Menurutnya saat ini roda pemerintahan Pemprov DKI pincang karena Gubernur Anies Baswedan bekerja sendiri. DPRD DKI disarankan untuk segera memutuskan wagub agar pemerintah Jakarta berjalan maksimal.
Baca Juga:
Pemenuhan Hak dan Kesehatan Anak Harus Jadi Fokus Utama Penanganan Korban Banjir
"Jadi posisi wagub menjadi penting untuk membantu Gubernur seperti membantu untuk menangani banjir Jakarta. Bekerja berdua itu lebih baik," kata Ujang saat dikonfirmasi Merahputih.com, Senin (6/1).
Daripada bekerja sendirian, Anies perlu pendamping agar pekerjaan di DKI dikerjakan bersama-sama. Sebab kekosongan wagub akan berimbas pada pembangunan dan pembenahan di Jakarta.
"Jadi kosongnya kursi wagub juga berpengaruh pada kerja-kerja Gubernur dan pemprov Jakarta," sambungnya.
Baca Juga:
Muntaber Mengintai Anak saat Banjir, Atasi dengan Langkah Ini
Anies Baswedan pasti menanggung hujatan atau kritikan dari warga Jakarta bila Pemprov DKI tak becus mengatasi persoalan banjir.
"Anies berjalan sendirian. Dan disalahkan juga sendirian oleh warga Jakarta," tutupnya. (Asp).
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
11 RT di Jakarta Kebanjiran, Rabu (28/1) Petang
Banjir Jakarta dan Modifikasi Cuaca, Pramono: Ada yang Senang, Ada yang Tidak
BPBD DKI Imbau Warga Pesisir Jakarta Waspada Banjir Rob hingga 3 Februari 2026
Jalan Rusak di Jakarta Belum Bisa Diperbaiki, Gubernur: Masalahnya Bukan Biaya
DPRD & Pemprov Jakarta Kompak, Proyek Normalisasi 3 Sungai Jadi Solusi Atasi Banjir
Blunder Andalkan Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Jakarta, Akar Masalahnya di Drainase
Masalah Banjir, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Sampah Sembarangan
Sungai di Jakarta Hanya Tampung Air Hujan 150 Milimeter Per Hari, Perlu Diperluas
Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Daerah Tetangga Masih Terendam
Pemprov DKI Kerahkan 200 Ekskavator untuk Tangani Banjir Jakarta