Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Virus Cacar Monyet Merebak, Pakar Penyakit Hewan UGM Minta Masyarakat Tak Panik

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 16 Mei 2019
 Virus Cacar Monyet Merebak, Pakar Penyakit Hewan UGM Minta Masyarakat Tak Panik

Pakar Penyakit hewan dari UGM Wayan Artama mengimbu masyarkaat tak perlu takut dan cemas berlebihan dengan penyakit Cacar Monyet (smallpox) (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Penyakit Cacar Monyet tengah heboh di Singapura lantaran salah seorang warganya terjangkit virus ini. Efeknya masyarakat Indonesia dibuat khawatir dan takut virus tersebut masuk ke Indonesia.

Cacar Monyet atau Monkeypox merupakan viral zoonoses yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1958 di Republik Demokratik Kongo. Namun, penyebaran kasus secara sporadik pada manusia baru terjadi tahun 1970 di beberapa negara Afrika, seperti Republik Demokratik Kongo, Kongo, Kamerun, Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leon, Gabon, dan Sudan.

Tak perlu panik dan kawatir berlebihan. Pahami gejala, cara penularan dan pencegahannya.

Pakar penyakit hewan dari UGM Wayan Artama menjelaskan seseorang dapat tertular Cacar Monyet karena kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, kulit, dan cutaneus lesion dari satwa liar yang terinfeksi oleh virus ini. Sementara penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Antisipasi Cacar Monyet di sejumlah daerah
Antisipasi Cacar Monyet di sejumlah daerah di Tanah Air (Foto: antaranews)

“Kejadian di Afrika bisa terjadi karena pola makan bushmeat (Daging satwa liar) dari masyarakat di sana,” jelas Wayan di Yogyakarta, Rabu (15/5).

Gejala yang muncul mirip seperti penderita cacar. Hal itu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan berlanjut dengan benjolan kecil ke seluruh tubuh.

“Mirip seperti gejala cacar pada umunya. Tapi efeknya lebih ringan,” kata dia.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah anda tertular adalah menerapkan gaya hidup sehat, menghindari kontak fisik dengan satwa liar selaku reservoir virus. Selain itu menghindari kontak fisik langsung dengan penderita, menghindari konsumsi bushmeat.

“Segera lapor ke dinas kesehatan jika mengalami gejala,” tandasnya.

Wayan mengimbau petugas kesehatan yang berhubungan langsung harus berhati-hati. Petugas harus selalu menggunakan proteksi yang dianjurkan.

Pakar Penyakit hewan dari UGM Wayan Artama mengimbu masyarkaat tak perlu takut dan cemas berlebihan dengan penyakit Cacar Monyet (smallpox). Hal ini karena penyakit Cacar Monyet amat jarang ditularkan dari manusia ke manusia.

Virus Cacar Monyet tidak menular lewat kontak manusia dengan manusia
Penyakit Cacar Monyet tidak menular lewat kontak manusia dengan manusia namun harus tetap waspada. (Foto: antaranews)

“Tidak perlu khawatir secara berlebihan tapi tetap selalu waspada,” tuturnya di Yogyakarta.

Menurut Wayan penyebaran wabah ini dapat dikontrol. karena masyarakat sudah divaksinasi dengan vaksin smallpox sejak 1980 ketika wabah cacar menyebar. Masyarakat masih terlindungi karena adanya kekebalan silang dari vaksin smallpox.

“Menurut laporan, kekebalan ini mencapai 85 persen,” jelasnya.

Selain itu Cacar Monyet tidak lebih berbahaya daripada penyakit Ebola dan MERS.

“Cacar Monyet memang bahaya. Namun, jika dibanding dengan penyakit seperti ebola dan MERS, penyakit ini masih di bawahnya,” pungkasnya.

Cacar Monyet merupakan viral zoonoses yang menular dari hewan ke manusia. Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1958 di Republik Demokratik Kongo. Penyebaran kasus secara sporadik pada manusia baru terjadi tahun 1970 di beberapa negara Afrika, seperti Republik Demokratik Kongo, Kongo, Kamerun, Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leon, Gabon, dan Sudan.

Kasus terbaru terjadi di Singapura pada 8 Mei 2019 lalu. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Singapura, penderita merupakan seorang warga negara Nigeria yang baru singgah di sana 28 April 2019. Kasus ini terbilang wajar terjadi mengingat pada 2017 lalu, Nigeria mengalami wabah monkeypox yang cukup besar.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitaranya.

#Penyakit Langka #UGM #Virus Ebola
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bekas Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Bareskrim oleh Garda Prabowo
Pengacara Ferdinand Hutahaean yang mendampingi Garda Prabowo, mengatakan bahwa pernyataan Tiyo yang diadukan adalah terkait membandingkan Presiden Prabowo dengan hewan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Bekas Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Bareskrim oleh Garda Prabowo
Indonesia
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Politisi PDI-P Deddy Sitorus menilai kericuhan dalam diskusi di UGM tidak lepas dari akumulasi kemarahan mahasiswa. Singgung posisi Budiman Sudjatmiko saat ini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Indonesia
Penolakan Pejabat Negara di UGM, Qodari: Demokrasi Harus Mengedepankan Dialog
Kabakom Ri, Muhammad Qodari, menanggapi penolakan sebagian mahasiswa UGM terhadap kehadiran pejabat pemerintah dalam forum diskusi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Penolakan Pejabat Negara di UGM, Qodari: Demokrasi Harus Mengedepankan Dialog
Indonesia
Budiman Sudjatmiko Buka Suara soal Penggerudukan Diskusi di UGM: Kami Datang untuk Berdialog
Budiman Sudjatmiko mengungkap kronologi penggerudukan diskusi di UGM yang juga dihadiri Nusron Wahid dan Sudaryono. Sebut forum berakhir setelah situasi memanas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Budiman Sudjatmiko Buka Suara soal Penggerudukan Diskusi di UGM: Kami Datang untuk Berdialog
Indonesia
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Fenomena api misterius lebih dari 90 kali muncul di Sleman. Pemkab tunggu hasil kajian tim UGM, BRIN, dan BPPTKG untuk tentukan langkah darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Olahraga
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Amerika Serikat mewajibkan tes Ebola di semua bandara utama untuk mencegah penyebaran wabah selama Piala Dunia FIFA 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Bagikan