Video Kayu Gelondongan di Arus Banjir Sumut Ramai di Medsos, DPR: Perlu Investigasi dan Tindakan Tegas
Foto udara permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Sa
MerahPutih.com - Media sosial tengah diramaikan oleh rekaman video yang memperlihatkan kayu-kayu gelondongan terbawa arus banjir. Video itu diduga berasal dari wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Netizen mengaitkan fenomena kayu terbawa arus tersebut dengan dugaan deforestasi atau kerusakan hutan di wilayah Sumatra, yang belakangan terdampak banjir dan longsor beruntun.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, meminta pemerintah membentuk tim investigasi untuk menjawab pertanyaan publik terkait fenomena tersebut.
“Untuk menjawab keheranan tersebut dan menunjukkan keseriusan, kita mendorong pemerintah segera membentuk tim investigasi,” kata Daniel kepada wartawan di Jakarta, dikutip Minggu (30/11).
Baca juga:
AHY Pastikan Pemerintah Mulai Perbaiki Infrastruktur Vital Terdampak Banjir di Sumatra
Ia menilai perlu ada kepastian apakah terdapat unsur pidana di balik bencana yang terjadi.
“Apakah ada penebangan illegal logging? Siapa pelakunya? Seberapa besar hutan alam yang dirusak? Dan segera lakukan tindakan tegas terhadap pelanggar yang ada,” tegasnya.
Daniel menambahkan, pihaknya akan memanggil kementerian terkait seperti Kementerian Kehutanan dalam Rapat Kerja (Raker) untuk meminta penjelasan.
“Kami akan pertanyakan itu ya kepada Kementerian Kehutanan, kementerian terkait,” jelasnya.
Baca juga:
Dapur MBG Difungsikan Jadi Distribusi Makanan Bagi Korban Banjir Sumatra
Ia menekankan bahwa pembalakan liar dan kerusakan hutan tidak boleh dibiarkan, terutama di tengah meningkatnya anomali cuaca.
Daniel khawatir dampaknya akan semakin meluas dan tidak hanya terjadi di Sumatra.
“Karena kalau terulang, anomali cuaca akan semakin kuat dan cepat. Tak hanya di Sumatra, nanti seluruh pulau akan terlanda bencana,” tutup Daniel. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera
Sungai Cidurian Tangerang Meluap, Banjir Rendam Pemukiman Sampai 2 Meter
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Selasa (13/2) Pukul 18.00, 3 RT di Jakarta masih Kebanjiran, Ribuan Orang Mengungsi
Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Guyur Jakarta, Waspada Cuaca Ekstrem
Bulan Baru Datang, Pesisir Jakarta Siap-Siap Diterjang Banjir Rob
Rabu (14/1), Jakarta Diprakirakan Dilanda Hujan dan Angin Kencang, Titik Banjir Berpotensi Meluas
3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik saat Banjir, DPRD DKI Soroti Anggaran Rp 2,8 Triliun