Usai Lebaran, Ahok Tak Halangi Pendatang Masuk Jakarta, Asal...
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berdiskusi dengan PKL di acara Lenggang Jakarta, Jumat (22/5) (Foto Antara/Agung Rajasa)
MerahPutih Megapolitan - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama tak ingin menghalangi pendatang masuk ke Ibukota. Menurutnya, kepindahan penduduk telah dijamin undang-undang.
"Ada UU Nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan. Di situ diatur bahwa semua orang berhak berdomisili di seluruh Indonesia. Nomor induk kependudukan pun satu. Kamu mau pindah ke Papua pun kamu sama," tuturnya dengan nada lesu di Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/7).
Bekas politikus Partai Gerindra ini mengaku, meski hal itu dijamin, dia tetap ingin melakukan operasi yustisi kependudukan guna mengndalikan kepadatan di Ibukota Jakarta. Dia berharap, pendatang di Jakarta dapat memastikan dirinya memeiliki pekerjaan tetap dan tempat tinggal. Dia menegaskan, pendata administrasi kependudukan Jakarta dapat memberi KTP jika pendatang tersebut memiliki pekerjaan dan tempat tinggal.
"Kalau kepala daerah enggak mau kasih (KTP), itu pidana lho itungannya. Itu sudah dibuat di UU Nomor 23 tentang kependudukan," tegasnya.
Sebeumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) DKI Edison Sianturi, berencana menggelar operasi yustisi pada 7 Agustus mendatang. Operasi ini untuk mengendalikan urbanisasi pendatang dari desa ke Ibukota setelah Lebaran. (rfd)
Baca Juga:
Maju Independen di Pilgub 2017, Ahok Butuh 1 Juta KTP
Mongol Tolak Kritik Jokowi dan Ahok dalam Materi Stand Upnya
Bagikan
Fredy Wansyah
Berita Terkait
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian
Monorel Mangkrak Rasuna Said Dibongkar Januari 2026, Pramono: Tanpa Penutupan Jalan
Tawuran Berulang di Manggarai, Pramono Anung: Ada yang Sengaja Memicu
Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru Jakarta Diisi Doa dan Pesan Kemanusiaan
APBD Jakarta 2026 Rp 81,32 Triliun, Masih Fokus Masalah Banjir hingga Kemacetan