Update COVID-19 Solo, ODP Meningkat 11 Orang dan PDP Menjadi 32 Orang
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Solo, Jawa Temgah tempat pasien Covid-19 dirawat. (MP/Ismail)
MerahPutih.Com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mencatat jumlah warga Solo berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) meningkat.
Hal tersebut membuktikan Covid-19 masih menjadi ancaman warga Solo meskipun Pemkot saat ini zero positif Corona setelah dua pasien positif dinyatakan sembuh.
Baca Juga:
Ini Penjelasan Polisi Soal 300 Siswa Perwira yang Disebut Positif Corona
"Kami terima laporan jumlah ODP meningkat 11 orang dari kemarin berjumlah 221 menjadi 232 orang," kata dia.
Sebanyak 232 ODP ini, lanjut dia, tersebar di lima kecamatan di Solo. Dengan rincian, yang sedang dirawat 13 orang, yang sembuh 14 orang, dan yang meninggal posisi masih PDP itu sebanyak 5 orang. Sedangkan, jumlah PDP mengalami peningkatan sebesar 3 orang dari kemarin yang berjumlah 29 menjadi 32 orang.
"Warga PDP tersebut juga tersebar merata di sejumlah titik Solo. Kelurahan Mojosongo menjadi daerah dengan persebaran PDP terbanyak diikuti Kelurahan Jebres," papar dia.
Ia mengatakan PDP paling banyak ditemukan di Kelurahan Mojosongo, Kelurahan Jebres ada tiga orang, Kelurahan Kadipiro ada satu orang, Kelurahan Sumber satu orang, Kelurahan Gilingan satu orang, Kelurahan Jagalan satu orang.
Baca Juga:
Pandemi Wabah COVID-19, 27 Napi Rutan Surakarta Terima Asimilasi di Rumah
"Sampai saat ini (Rabu) warga Solo berstatus positif Covid-19 masih nihil. Sebelumnya, data kemarin di Solo ada tiga penderita positif Covid-19, satu sudah sembuh, dua orang meninggal di Kelurahan Kadipiro dan Semanggi," pungkasnya.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga:
84 Tenaga Medis DKI Positif Corona, 1 Meninggal dan 2 Orang Sedang Hamil
Bagikan
Berita Terkait
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Varian Super Flu Mengintai Anak dan Lansia, Pemerintah Diminta Siapkan Puskesmas, Bukan Narasi
62 Kasus Superflu Terdeteksi di Wilayah Indonesia, Peningkatan Terjadi Saat Peralihan Musim
Superflu Mulai Terdeteksi, Dinkes DKI Minta Kenakan Masker Jika Sakit
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
RS Akhirnya Beroperasi setelah Banjir, DPR Ingatkan Optimalkan Layanan
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika