Unik, Enam Jenis Kenduri Akan Meriahkan Pesta Budaya DIY
Rakyat Yogyakarta sangat senang dengan pelantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pakualaman X (MP/Teresa Ika)
PEMDA DIY akan menggelar pesta budaya untuk merayakan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Pesta budaya direncanakan digelar pada 20-21 Oktober 2017 di enam titik kabupaten dan Kota di DIY. Dalam pesta budaya ini, masing-masing wilayah akan menyiapkan prosesi kenduri (jamuan makan bersama) khusus.
Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY mengatakan Kenduri dalam bahasa Indonesia berarti jamuan makan bersama untuk memperingati sebuah peristiwa. Kenduri merupakan simbol ucapan syukur atas terjadinya suatu peristiwa.
"Acara ini juga simbol rasa bahagia warga Yogyakarta atas pelantikan kembali dua pemimpin kami," kata Wardoyo melalui sambungan telepon di Yogakarta, Kamis (12/10).
Keenam prosesi kenduri ini mempresentasikan lokasi tempat tinggal masyarakat Yogyakarta. Kenduri pertama yakni Kenduri Kutonegoro yang mewakili masyarakat Kota Yogyakarta. Kenduri ini akan digelar di depan Kantor Kepatihan di Jalan Malioboro. "Rencananya tanggal 20 digelar kenduri di Kepatihan dulu. Baru tanggal 21 nya di lima wilayah lainnya," ujar dia.
Kenduri kedua adalah Kenduri Pegunungan yang bernama Kenduri Gunung. Kenduri ini mewakili masyarakat yang tinggal digunung. "Akan dilaksanakan di Gunung Api Purba, Ngelanggeran di Pathuk Gunungkidul," ujarnya
Kenduri Ketiga adalah Kenduri Pesisir yang bernama Kenduri Segoro. Kenduri ini akan diadakan di Pantai Depok, Bantul dan mewakili masyarakat di pesisir pantai. Kenduri ke empat adalah Kenduri Hutan yang dinamai Kenduri Wolo. Kenduri akan digelar di Hutan Pinus
Mangunan, Kabupaten Bantul.
Kelima adalah Kenduri Tlogo di Waduk Sermo, Kulon Progo. Kenduri ini mewakili masyarakat yang tinggal disekitar danau atau sumber air. "Terakhir adalah Kenduri Pedusunan yang akan digelar di sekitar Candi Banyunibo di Kabupaten Sleman. Ini mewakili masyarakat yang tinggal di desa," tutur dia.
Dalam pesta budaya ini akan ditampilkan sederet pertunjukan budaya yang disesuakan dengan kultur masyarakat. Misalnya di Kenduri Segoro di Pantai Depok akan diadakan pawai Bregodo (prajurit) keraton Yogyakarta dan pameran perahu hias.
Sementara di Gunung Api Purba Ngelanggeran akan diadakan tradisi rasulan dimana sebuah Tumpeng Ageng akan dikirab disekitar Gunung Api Purba. "Kalau di Kota akan ada Tasyakuran dan Mujahadah di Puro Paku Alaman dan Keraton Yogyakarta," pungkasnya.
Pemda DIY turut akan mengundang tokoh agama dan masyarakat lintas agama untuk merayakan pelantikan ini. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X baru saja dilantik kembali menjadi pemimpin DIY di Istana Negara Selasa 10 Oktober 2017. Keduanya didaulat kembali untuk menjabat sebagai GUbernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022.
Pemda DIY akan menggelar pesta budaya untuk merayakan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Pesta budaya direncanakan digelar pada 20-21 Oktober 2017 di enam titik kabupaten dan Kota di DIY. Dalam pesta budaya ini, masing-masing wilayah akan menyiapkan prosesi kenduri (jamuan makan bersama) khusus.
Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY mengatakan Kenduri dalam bahasa Indonesia berarti jamuan makan bersama untuk memperingati sebuah peristiwa. Kenduri merupakan simbol ucapan syukur atas terjadinya suatu peristiwa.
"Acara ini juga simbol rasa bahagia warga Yogyakarta atas pelantikan kembali dua pemimpin kami," kata Wardoyo melalui sambungan telepon di Yogakarta, Kamis (12/10).
Keenam prosesi kenduri ini mempresentasikan lokasi tempat tinggal masyarakat Yogyakarta. Kenduri pertama yakni Kenduri Kutonegoro yang mewakili masyarakat Kota Yogyakarta. Kenduri ini akan digelar di depan Kantor Kepatihan di Jalan Malioboro. "Rencananya tanggal 20 digelar kenduri di Kepatihan dulu. Baru tanggal 21 nya di lima wilayah lainnya," ujar dia.
Kenduri kedua adalah Kenduri pegunungan yang bernama Kenduri Gunung. Kenduri ini mewakili masyarakat yang tinggal digunung. "Akan dilaksanakan di Gunung Api Purba, Ngelanggeran di Pathuk Gunungkidul," ujarnya
Kenduri Ketiga adalah Kenduri pesisir yang bernama Kenduri Segoro. Kenduri ini akan diadakan di Pantai Depok, Bantul dan mewakili masyarakat di pesisir pantai. Kenduri ke empat adalah kenduri hutan yang dinamai Kenduri Wolo. Kenduri akan digelar di Hutan Pinus
Mangunan, Kabupaten Bantul.
Kelima adalah Kenduri Tlogo di Waduk Sermo, Kulon Progo. Kenduri ini mewakili masyarakat yang tinggal disekitar danau atau sumber air. "Terakhir adalah Kenduri Pedusunan yang akan digelar di sekitar Candi Banyunibo di Kabupaten Sleman. Ini mewakili masyarakat yang tinggal di desa," tutur dia.
Dalam pesta budaya ini akan ditampilkan sederet pertunjukan budaya yang disesuakan dengan kultur masyarakat. Misalnya di Kenduri Segoro di Pantai Depok akan diadakan pawai Bregodo (prajurit) keraton Yogyakarta dan pameran perahu hias.
Sementara di Gunung Api Purba Ngelanggeran akan diadakan tradisi rasulan dimana sebuah Tumpeng Ageng akan dikirab disekitar Gunung Api Purba. "Kalau di Kota akan ada Tasyakuran dan Mujahadah di Puro Paku Alaman dan Keraton Yogyakarta," pungkasnya.
Pemda DIY turut akan mengundang tokoh agama dan masyarakat lintas agama untuk merayakan pelantikan ini. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X baru saja dilantik kembali menjadi pemimpin DIY di Istana Negara Selasa 10 Oktober 2017. Keduanya didaulat kembali untuk menjabat sebagai GUbernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022. (*)
Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Anda juga bisa baca Warga Yogyakarta Gelar Kenduri Rayakan Pelantikan Gubernur DIY
Bagikan
Berita Terkait
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh