Ubah Menu Restoran, Mantan Karyawan Disney Dipenjara 3 Tahun Plus Bayar Denda Rp 11,8 Miliar
Disney. (Foto: Disney Plus)
MERAHPUTIH.COM - SEORANG mantan karyawan Disney yang meretas server perusahaan untuk mengubah menu restoran, termasuk memalsukan informasi alergen dan mencetak kata-kata kasar, telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Michael Scheuer, seorang warga Florida, dijatuhi hukuman pekan lalu di pengadilan federal dan diperintahkan membayar ganti rugi hampir USD 690.000, sebagian besar ditujukan kepada Disney. Ia mengaku bersalah pada Januari atas satu dakwaan penipuan komputer dan satu dakwaan pencurian identitas yang diperberat.
“Scheuer tetap menyesal dan meminta maaf kepada rekan-rekan kerjanya terdahulu. Kami bersyukur hakim mempertimbangkan seluruh argumen dan faktor keringanan ketika menjatuhkan hukuman yang hanya separuh dari tuntutan jaksa,” kata David Haas, pengacara Scheuer, dalam pernyataan, dikutip CNN.
Scheuer bekerja sebagai manajer produksi menu untuk Disney. Ia dipecat pada Juni 2024 karena pelanggaran disiplin. Dalam menjalankan pekerjaannya, ia memiliki akses ke server internal yang aman untuk membuat dan menerbitkan menu di semua restoran Disney. Scheuer meretas server pembuatan menu Disney beberapa kali untuk memanipulasi dan mengacaukan menu, seperti mengubah harga dan menambahkan kata-kata tidak senonoh. Ia juga membuat perubahan pada informasi menu yang ‘mengancam kesehatan dan keselamatan publik’, termasuk mengubah informasi alergen sehingga beberapa menu yang mengandung kacang ditandai sebagai bebas kacang. Hal itu dapat membahayakan nyawa orang dengan alergi kacang.
Baca juga:
Disney dan Paramount Berikan Donasi Ratusan Miliar untuk Korban Kebakaran Los Angeles
Karyawan Disney menemukan gangguan tersebut ketika Scheuer mengubah jenis huruf pada menu menjadi simbol-simbol ikon yang dikenal sebagai wingdings. “Perubahan ini sangat signifikan hingga menyebabkan sistem Menu Creator menjadi tidak dapat digunakan saat font diubah pada semua menu,” kata pigak Disney dalam pengaduan mereka. Disney terpaksa mematikan aplikasi Menu Creator untuk sementara dan mengembalikannya dari cadangan untuk bisa kembali beroperasi.
Untungnya, pihak Disney berhasil mengidentifikasi dan menghapus semua menu yang telah diubah sebelum menu tersebut dikirimkan ke restoran.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) dalam siaran pers pekan lalu menyatakan bahwa peretasan komputer tersebut juga mencakup pengubahan informasi menu terkait wilayah asal anggur menjadi lokasi penembakan massal yang baru-baru ini terjadi.
Selain itu, Scheuer juga diduga menonaktifkan akun karyawan saat melakukan aksi peretasan. Ia mengunci setidaknya 14 karyawan Disney dari akun mereka dengan mencoba masuk berulang kali menggunakan kata sandi yang salah. Ia juga menggunakan bot untuk mencoba lebih dari 100.000 login ke akun mereka sehingga akun-akun tersebut menjadi tidak dapat digunakan.(dwi)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Film Live Action 'Tangled' Segera Hadir, Lagu 'I See the Light' Kembali Jadi Sorotan
Kathryn Hahn Jadi Kandidat Kuat Pemeran Mother Gothel di Film Tangled
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku