Headline

Turki Sebut Krisis Qatar Tanpa Alasan dan Rusak Persatuan Islam

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 27 Desember 2017
Turki Sebut Krisis Qatar Tanpa Alasan dan Rusak Persatuan Islam

Presiden Sudan Omar al-Bashir menyambut Presiden Turki Tayyip Erdogan di Bandara Khartoum, Sudan (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan krisis Qatar yang dipicu pemutusan hubungan diplomatik oleh Arab Saudi dan sekutunya harus segera diakhiri. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Arab Saudi dan Qatar untuk meneruskan konflik tersebut karena merusak persatuan negara-negara Islam.

"Menurut pandangan Turki, krisis di Teluk ini adalah krisis tanpa alasan. Sejauh ini, berbagai tuduhan muncul namun tidak ada bukti," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam jumpa pers bersama mitranya dari Sudan di Khartoum, Selasa (26/12).

Krisis Qatar bermula dari blokade yang dipelopori Arab Saudi karena Qatar dinilai terlibat dalam pendanaan sejumlah organisasi terorisme. Turki menilai, terus diperpanjang krisis Qatar mengancam persatuan Islam.

"Dalam pandangan saya, tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikan krisis ini. Sesama saudara (muslim) harus bisa menghindari krisis. Turki mendukung prakarsa Kuwait dan telah melakukan kontak secara intensif dengan Kuwait, Arab Saudi dan Qatar," kata Cavusoglu.

Pada Juni, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dengan menuduh negara itu mendukung terorisme. Arab Saudi bersama sekutunya bahkan melakukan blokade transportasi dan lalu lintas perdagangan terhadap Qatar. Qatar telah membantah semua tuduhan.

Seruan persatuan dan rekonsiliasi terhadap Qatar yang dilontarkan Menlu Turki merupakan bagian dari upaya diplomatik Turki terhadap negara-negara di Afrika. Sebagaimana diketahui, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah gencar melakukan konsolidasi diplomatik di kawasan tersebut dengan mengunjungi sejumlah negara seperti Sudan dan Tunisia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagaimana dilansir Antara pada Selasa mengakhiri kunjungan tiga harinya di Khartoum, yang menandai lawatan pertama yang pernah dilakukan presiden Turki ke Sudan sejak kemerdekaannya pada 1956. Sudan merupakan negara pertama yang dikunjungi Erdogan dalam rangkaian lawatannya di Afrika, yang termasuk Chad dan Tunisia.

Dalam kunjungannya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan didampingi oleh delegasi besar beranggotakan lebih dari 200 pelaku bisnis Turki.(*)

#Recep Tayyip Erdogan #Turki #Qatar #Arab Saudi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenhub Pantau Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Kemenhub memantau dampak penutupan Bandara Riyadh hingga 17 Oktober 2026. Qatar Airways dan Emirates membatalkan sejumlah penerbangan. Simak imbauan bagi penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemenhub Pantau Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Indonesia
2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, KBRI Ingatkan Sanksi Berat Penyebar Foto Rudal dari Kerajaan Saudi
Dua WNI terluka akibat serangan Houthi di Bandara Riyadh. KBRI ingatkan sanksi pidana berat dari Saudi jika nekat sebar foto/video rudal!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, KBRI Ingatkan Sanksi Berat Penyebar Foto Rudal dari Kerajaan Saudi
Indonesia
Mesir Siap Beri Bantuan Militer ke Arab Saudi Buat Hadapi Houthi
Turkiye, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan tersebut dan menegaskan dukungan terhadap langkah sah Riyadh untuk menghadapi dan mencegah serangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Mesir Siap Beri Bantuan Militer ke Arab Saudi Buat Hadapi Houthi
Dunia
Houthi Serang Bandara, Qatar Airways dan Etihad Airways Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi
Pada Sabtu (10/10), Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan bandara di Riyadh kembali menjadi sasaran serangan, yang mengakibatkan korban luka dan penutupan bandara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Houthi Serang Bandara, Qatar Airways dan Etihad Airways Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi
Indonesia
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
WNI di Arab Saudi diimbau agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
Indonesia
PBB Kecam Serangan Houthi Tewaskan 12 Warga Sipil di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh
Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap bandara serta sejumlah fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
PBB Kecam Serangan Houthi Tewaskan 12 Warga Sipil di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Olahraga
Prediksi Turki vs Italia: Misi Bangkit Setelah Kalah di Laga Pembuka
Prediksi Turki vs Italia di UEFA Nations League 29 September 2026 pukul 01.45 WIB. Simak kondisi tim, susunan pemain, dan prediksi skor.
ImanK - Minggu, 27 September 2026
Prediksi Turki vs Italia: Misi Bangkit Setelah Kalah di Laga Pembuka
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Dunia
Arab Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh
Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Riyadh.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Arab Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh
Bagikan