Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan, Walhi Ingatkan Contoh Teluk Meksiko

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 07 April 2018
Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan, Walhi Ingatkan Contoh Teluk Meksiko

Wakapolres Balikpapan Komisaris Pol Yolanda (kanan) beserta peserta lain membersihkan pesisir Pantai Kilang Mandiri di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (4/4). (ANTARA FOTO/Sheravim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Timur mengingatkan bahwa pembersihan akibat tumpahan minyak bukan hanya mengangkat minyak pencemar dari lautan.

"Tapi juga hal memulihkan ekosistem terdampak," kata Direktur Walhi Kaltim Fathur Roziqin Fen, Jumat (6/4), dilansir Antara.

Di Teluk Balikpapan selain manusia dan segala aktivitasnya, juga hidup sejumlah fauna dan flora. Pesut (Orcaella brevirostris), mamalia laut yang terancam punah adalah salah satunya.

Satu pesut ditemukan mati di pantai di belakang kantor DPRD Balikpapan pada hari Minggu (2/4) sore.

Di tepi-tepi teluk di bagian utara, tumbuh subur Rhizopora mucronata, Sonneratia, Avicenna dan spesies-spesies pohon mangrove. Di hutan mangrove juga hidup bekantan (Nasalis larvatus), satwa endemik Kalimantan, monyet berwarna oranye yang jantannya memiliki hidung seperti terong berwarna kemerahan.

Di laut juga ada terumbu karang dan padang lamun. Cukup terkenal terumbu karang Batu Kapal yang sebelumnya sudah sering dilaporkan rusak karena aktivitas perusahaan di sekitarnya di bagian hulu Teluk Balikpapan.

Menurut Walhi, dengan berkaca pada kasus pencemaran Teluk Meksiko dari minyak yang tumpah dari rig Deep Water Horizon yang dioperasikan British Petroleum, diperlukan tidak kurang dari 8 bulan untuk memulihkan ekosistem "Karena itu kita perlu tahu rencana rinci Pertamina untuk mengatasi tumpahan minyak ini," tegas Roziqin.

Sejumlah petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan wilayah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara melakukan autopsi terhadap bangkai Pesut, mamalia laut jenis lumba-lumba irawady di kawasan Pantai Klandasan, Balikpapan, Kaltim, Selasa (2/4). Pesut yang ditemukan mati terdampar di pantai tersebut, diduga keracunan tumpahan minyak yang saat ini telah menutupi sebagian besar Perairan Balikpapan. ANTARA FOTO/Sheravim/jhw/NZ/18
Sejumlah petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan wilayah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara melakukan autopsi terhadap bangkai Pesut, mamalia laut jenis lumba-lumba irawady di kawasan Pantai Klandasan, Balikpapan, Kaltim, Selasa (2/4). (ANTARA FOTO/Sheravim)

Minyak tumpah di Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3) dinihari dan kemudian disusul oleh kebakaran di tengah laut di sejumlah titik yang diyakini tempat minyak-minyak terkonsentrasi.

Diketahui kemudian minyak pencemar dalah minyak mentah atau crude dan berasal dari pipa bawah laut milik Pertamina yang patah.

Pipa itu menghubungkan Terminal Crude Lawe-lawe dengan Kilang Balikpapan. Sepanjang 3,6 kilometer (km) pipa itu membentang di bawah laut di Teluk Balikpapan.

Minyak mentah yang menyebar sampai ke Hutan Mangrove Margasari dan Pemukiman Atas Air serta menyebabkan sejumlah warga sesak napas, mual dan muntah karena tidak tahan mencium baunya yang mirip bahan bakar solar. (*)

#Pertamina #Kalimantan Timur #Walhi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta PLN dan Pertamina memangkas anak perusahaannya.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Indonesia
KPK Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU
KPK telah memulai penyidikan dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU di Pertamina periode 2018-2023 sejak September 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
KPK Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU
Indonesia
Harga Pertamax Pertamina Agustus Turun Rp 300 Perak, Pas Juni Naik Sampai Rp 4 Ribu
Harga Pertamax Agustus turun Rp300 perak per liter menjadi Rp15.950. Sebelumnya sempat naik Rp 4.000 pada Juni.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Harga Pertamax Pertamina Agustus Turun Rp 300 Perak, Pas Juni Naik Sampai Rp 4 Ribu
Berita Foto
BPDAS Mahakam Berau Dorong Rehabilitasi Mangrove Terpadu
Kegiatan "Potret dan Transformasi Mangrove Kalimantan Timur Bersama M4CR" di Samarinda, Kamis (30/7/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 01 Agustus 2026
BPDAS Mahakam Berau Dorong Rehabilitasi Mangrove Terpadu
Berita Foto
IKN Genjot Pembangunan Tahap II untuk Wujudkan Ibu Kota Politik 2028
Suasana pembangunan IKN Tahap II di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/7/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 01 Agustus 2026
IKN Genjot Pembangunan Tahap II untuk Wujudkan Ibu Kota Politik 2028
Indonesia
Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp 15.950 Per liter
Penyesuaian ini juga karena tren harga rata-rata harga minyak dunia serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp 15.950 Per liter
Berita Foto
M4CR Perkuat KTH Wujudkan Kelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Manager Unit Pelaksana Proyek Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (PPIU-Kaltim) Program M4CR Kemenhut, Asman Azis di Desa Sepatin, Jumat (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
M4CR Perkuat KTH Wujudkan Kelestarian Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Foto
Program M4CR Pulihkan Ekosistem Mangrove di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara Kaltim
Suasana kawasan pemulihan ekosistem mangrove di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
Program M4CR Pulihkan Ekosistem Mangrove di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara Kaltim
Berita Foto
Sungai Mahakam, Jalur Air Vital Pengangkutan Batu Bara di Kalimantan Timur
Suasana kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Jum'at (31/7/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 31 Juli 2026
Sungai Mahakam, Jalur Air Vital Pengangkutan Batu Bara di Kalimantan Timur
Indonesia
Pertamina Usung Ekosistem Digital dan Konsep Energi Masa Depan di GIIAS 2026
Masyarakat bisa melihat langsung ekosistem energi terintegrasi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
Pertamina Usung Ekosistem Digital dan Konsep Energi Masa Depan di GIIAS 2026
Bagikan