Selain Kerahkan 14 Mobil Tangki ke Bencana Sumatra, Pertamina Kirimkan Bantuan Lewat Jalur Laut
Penyaluran logistik dan sembako menuju Pelabuhan Pupuk Iskandar Muda dalam rangka mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera. (ANTARA/HO-Pertamina)
MerahPutih.com - PT Pertamina (Persero) gerak cepat memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana banjir di Sumatera dan Aceh. Sebanyak 14 unit Mobil Tangki kapasitas 16.000 Liter yang mengangkut Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar telah diberangkatkan dari Integrated Terminal Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Mobil tangki ini diarahkan menuju Kota Bukittinggi, melalui jalur Sitinjau Lauik.
Jalur ini dikenal sebagai bagian dari Jalur Lintas Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dan Solok di Sumatera Barat, dengan medan ekstrem yakni tanjakan curam dan tikungan tajam.
Pertamina juga telah melakukan penyaluran BBM melalui Terminal BBM Sibolga, di Sumatera Utara, dengan alur suplai ke Kota Sibolga, Pandan, Muriaha (Tapanuli Tengah). Serta Terminal BBM Lhokseumawe, Aceh, dengan alur suplai ke wilayah lintas barat, yakni ke Batuphat hingga Lhokseumawe, dan wilayah lintas timur yakni Tepin Punti hingga Aceh Utara.
Sementara itu, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengoperasikan Kapal Transko Sikatan untuk menyalurkan bantuan logistik dan sembako menuju Pelabuhan Pupuk Iskandar Muda dalam rangka mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera.
Baca juga:
Data dan Fakta Banjir Melanda Aceh, 1.418.872 Jiwa Terdampak
"Dalam kondisi darurat, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi prioritas utama. Operasional Transko Sikatan merupakan wujud kesiapan armada PTK untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Vice President Fleet & Management PTK Dwi Wahju.
Dukungan PTK dalam proses distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Pupuk Iskandar Muda (PIM), PAG, dan KSOP.
Setiap langkah operasional, kata Dwi, mulai dari pengecekan armada, persiapan teknis pelayaran, hingga penentuan jalur distribusi, dilakukan secara terstruktur dan berbasis data.
Sistem monitoring digital internal PTK memastikan seluruh pergerakan kapal terpantau secara real time sehingga keputusan operasional dapat diambil lebih cepat dan akurat.
PTK terus memperkuat kemampuannya sebagai penyedia solusi maritim yang adaptif dan terintegrasi, terutama pada kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan presisi operasional.
Dwi menyampaikan, upaya tersebut sekaligus mempertegas posisi PTK sebagai mitra logistik maritim terpercaya dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok bantuan kemanusiaan.
“Kolaborasi dengan PIM, PAG, dan KSOP menjadi kunci dalam memastikan bantuan tersalurkan secara optimal. Langkah ini juga memperkuat reputasi PTK sebagai mitra strategis dalam menjaga kelancaran operasional logistik nasional,” kata Vice President Legal & Relations PTK Amran Reza.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
PT KAI Alihkan Rute Kereta Api ke Jalur Selatan Buntut Banjir di Pekalongan, Lokomotif Khusus BB 304 Dikerahkan
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Sejumlah Perjalanan Kereta Api ‘Ngaret’ sampai 2,5 Jam Pasca Rel Terendam Banjir di Pantura Jawa Tengah
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Warga Bekasi Terutama di Wilayah Rawan Banjir Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Banjir Kabupaten Tangerang Kian Parah, 24 dari 29 Kecamatan Terendam