Tradisi Sadranan Bawa Berkah Buat Penyapu Makam Musiman

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 21 Maret 2022
Tradisi Sadranan Bawa Berkah Buat Penyapu Makam Musiman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tradisi sadranan membawa berkah tersendiri bagi jasa penyapu makam musiman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Daksinoloyo, Serengan, Solo. Bahkan, jasa penyapu makan mendapatkan penghasilan melimpah karena banyak warga yang berziarah ke makam jelang Ramadan

Salah seorang penyapu makam di TPU Daksinoloyo, Lestari (44) mengaku kewalahan melayani jasa menyapu makam milik warga di TPU Daksinoloyo, Lestari. Untuk hari ini sudah ada sebanyak 60 orang yang memintanya untuk membersihkan makam.

Baca Juga

Mengunjungi Desa Adat Sasak Sade yang Teguh Memegang Tradisi di Sela Gempita MotoGP

"Hari ini (Minggu) ramai banyak warga yang nyadran. Saya sampai kewalahan melayani jasa menyapu makam milik warga di TPU Daksinoloyo," ujar Lestari pada MerahPutih.com, Minggu (20/3).

Ia mengatakan tidak memasang tarif khusus setiap menggunakan jasanya untuk membersihkan makam. Warga memberi uang sukarela.

"Saya tidak patok tarif untuk membersihkan makam. Warga ngasihnya sukarela," katanya.

Jasa penyapu makam mendapatkan berkah pada musim sadranan di TPU) Daksinoloyo, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/3). (MP/Ismail)
Jasa penyapu makam mendapatkan berkah pada musim sadranan di TPU) Daksinoloyo, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/3). (MP/Ismail)

Ia mengaku setiap selesai membersihkan makam warga ada yang memberi Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Meskipun sedikit jika dikumpulkan sehari bisa dapat Rp 50.000 sampai Rp 100.000.

"Kalau orangnya sedang baik, saya dikasih Rp 20.000 sekali bersihkan makam," katanya.

Senada diungkapkan penyapu makam lainnya, Suparjan (56). Ia mengaku mendapatkan berkah dimusim sadranan.

"Saya berangkat dari rumah bawa sapu lidi. Jika ada orang nyekar saya tawari untuk bersihkan makam dengan tarif sukarela," kata Suparjan.

Ia menambahkan untuk hari Minggu ini sudah mampu membawa pulang uang Rp 60.000. Pihaknya memperkirakan puncak sadranan akan ramai pada Minggu (27/3)

"Kalau saya bandingkan musim sadranan tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Ini karena faktor kasus COVID-19 turun dan adanya pelonggaran PPKM," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Harga Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Melonjak Seiring Tradisi Sadranan

#Tradisi #Tradisi Jawa
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Gunungan jaler melambangkan peran laki-laki sebagai pencari nafkah, sedangkan gunungan estri melambangkan perempuan yang mengelola hasil nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Lifestyle
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Tradisi
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Proses memasak ini biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh warga, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Lifestyle
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi khas masyarakat di Kalimantan Barat yang selalu meriah digelar menjelang dan saat perayaan Idulfitri.
Frengky Aruan - Minggu, 15 Maret 2026
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Tradisi Ngejot di Bali menjadi simbol toleransi antarumat beragama saat Ramadan. Warga berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Bagikan