Tradisi Gembira Sambut Ramadan di Berbagai Negara
Menyambut bulan suci ramadan dilakukan sesuai kearifan lokal. (Pexels/Thirdman)
KEGEMBIRAAN dan suka cita menyambut Ramadan terasa di beberapa daerah Indonesia. Tradisi yang paling umum dilakukan adalah pawai obor yang mengelilingi lingkungan sekitar. Biasanya dengan membawa tetabuhan seperti bedug atau tong, sembari melantunkan sholawat atau lagu-lagu Islami.
Perayaaan atau tradisi menyambut bulan puasa ini tidak hanya diselenggarakan di Indonesia. Beberapa negara di belahan dunia lain juga turut merayakan suka cita dan kegembiraan Ramadan. Seperti dilansir The Culture Trip, berikut tradisi menyambut Ramadan di berbagai negara.
Baca Juga:
Menu Buka Puasa Khas Negara-Negara Arab, Mana yang Paling Bikin Ngiler?
Uni Emirat Arab
Haq al Laila adalah tradisi yang biasanya dilakukan oleh anak-anak jauh hari sebelum Ramadan, tepatnya tanggal 15 Sya'ban. Tradisi ini juga kerap dikatakan seperti Trick or Treat saat Halloween. Karena anak-anak akan berjalan keliling lingkungan rumah mereka, sembari bernyanyi untuk meminta permen sembari membawa tas jinjing yang dinamakan Kharyta.
Mesir
Digantungnya lentera warna-warni menandakan tibanya Ramadan di Mesir. Lentera beragam warna ini diartikan sebagai lambang persatuan dan kegembiraan sepanjang bulan suci Ramadan. Tradisi ini melekat dengan kebudayaan yang ada di Mesir, lalu diterapkan oleh warga di sana untuk menyambut bulan puasa.
Maroko
Selama Ramadan berlangsung di Maroko akan terdapat Nafar, yaitu masyarakat kota yang mengenakan pakaian tradisional gandora, sendal dan topi. Mereka hadir untuk menandai matahari terbit melalui melodi yang mereka bawakan saat menyusuri jalan untuk membangunkan sahur. Tradisi ini juga mirip dengan anak-anak muda yang berkeliling membangunkan sahur di Indonesia.
Baca Juga:
Irak
Kalau di Indonesia terdapat beragam permainan pada bulan puasa, di Irak pun seperti itu. Mereka memainkan permainan tradisional saat Ramadan, yaitu Mheibes. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain, yang semuanya bergiliran menyembunyikan mihbes atau cincin.
Dalam beberapa waktu terkahir, pemerintah Irak membuat komunitas untuk permainan tradisional selama bulan Ramadan berlangsung.
Italia
Keruntuhan kekaisaran Ottoman juga meninggalkan tradisi Islam di tanah Eropa. Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Italia yang menyambut suka cita Ramadan dengan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Masyarakat akan berbaris di sepanjang jalan-jalan memainkan lodra, alat musik pukul yang terbuat dari kulit domba atau kambing. (mro)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar