Transportasi laut belum bisa dimaksimalkan untuk mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan perekonomian di wilayah Papua. Menyadari kebutuhan itu, pemerintah terus menggenjot proyek Tol Laut untuk mengurangi disparitas wilayah barat dan timur.
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pembangunan tol laut menjadi prioritas pemerintah saat ini untuk menekan harga barang-barang agar sama antara di wilayah barat dengan timur.
"Oleh karenanya kami dari Kementerian Perhubungan itu memulai dengan Tol Laut. Tol Laut mengurangi disparitas antara timur dan barat sudah berhasil. Kami sudah mencapai titik-titik di Timika, Merauke, Manokwari," kata Budi dalam gelar diskusi "Pemerataan di Papua" di Jakarta, Minggu (5/3).
Budi mengatakan bahwa anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar 10 persen dialokasikan untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.
"Jumlah investasi kita di Papua lebih dari 4 Triliun. 10 persen anggaran perhubungan ada di Papua. Kita berikan perhatian yang luar biasa di Papua" ujar Menhub.
Dijelaskan, untuk membantu masyarakat di daerah-daerah ketinggian di wilayah Papua, Kementerian Perhubungan juga memberikan subsidi kepada masyarakat setempat untuk bepergian dan pengangkutan barang.
"Sementara ini memang ada kurang lebih 12 sampai 15 kota di puncak Pegunungan Jayawijaya itu kita subsidi. Mulai tahun ini kita lakukan melalui sungai-sungai dari Merauke, dari Timika, dari Asmat itu ke utara masuk kurang lebih 500 meter. Distribusi barang itu bukan dipantai saja tapi juga di daerah tengah sehingga untuk puncak itu lebih murah barang-barang sampai di sana," paparnya.
Untuk memaksimalkan distribusi barang yang selama ini berjalan kurang maksimal, dikarenakan jarak yang terlampau jauh. Kemenhub juga mengoptimalkan Tol Udara untuk mengangkut barang-barang ke ujung kecamatan Papua.
"Disparitas harga antara Timur dan Barat memang banyak. Kurang lebih 13 lintasan kita operasikan di Papua sampai ke Merauke, Timika, Biak, Wasior yang kita angkut barang dari Surabaya. Terjadi penurunan harga hingga 40 persen. Kita harus lebih intensif menggenjot ini," ujar dia.
Tidak hanya mengoptimalkan Tol Laut. Demi mempercepat pembangunan di wilayah Papua, Menhub juga akan membangun beberapa Bandara baru yang panjangnya lebih dari 1.000 meter.
"Kita akan membangun delapan bandara yang panjangnya lebih dari 1.000 meter. sekarang ini banyak bandara itu cuma 500 meter. Harapannya kita nanti volume daripada saudara-saudara kita di ketinggian itu bisa dicapai dengan esawat yang lebih besar," tutup Menhub. (Pon)
Baca juga berita lain terkait tol laut di sini: Menhub: Tol Laut dan Udara Bisa Menekan Harga Barang