Tol Laut Kurangi Disparitas Barat dengan Timur

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 05 Maret 2017
Tol Laut Kurangi Disparitas Barat dengan Timur

Suasana diskusi "Pemerataan di Papua" di Jakarta, Minggu (5/3). (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Transportasi laut belum bisa dimaksimalkan untuk mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan perekonomian di wilayah Papua. Menyadari kebutuhan itu, pemerintah terus menggenjot proyek Tol Laut untuk mengurangi disparitas wilayah barat dan timur.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pembangunan tol laut menjadi prioritas pemerintah saat ini untuk menekan harga barang-barang agar sama antara di wilayah barat dengan timur.

"Oleh karenanya kami dari Kementerian Perhubungan itu memulai dengan Tol Laut. Tol Laut mengurangi disparitas antara timur dan barat sudah berhasil. Kami sudah mencapai titik-titik di Timika, Merauke, Manokwari," kata Budi dalam gelar diskusi "Pemerataan di Papua" di Jakarta, Minggu (5/3).

Budi mengatakan bahwa anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebesar 10 persen dialokasikan untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Jumlah investasi kita di Papua lebih dari 4 Triliun. 10 persen anggaran perhubungan ada di Papua. Kita berikan perhatian yang luar biasa di Papua" ujar Menhub.

Dijelaskan, untuk membantu masyarakat di daerah-daerah ketinggian di wilayah Papua, Kementerian Perhubungan juga memberikan subsidi kepada masyarakat setempat untuk bepergian dan pengangkutan barang.

"Sementara ini memang ada kurang lebih 12 sampai 15 kota di puncak Pegunungan Jayawijaya itu kita subsidi. Mulai tahun ini kita lakukan melalui sungai-sungai dari Merauke, dari Timika, dari Asmat itu ke utara masuk kurang lebih 500 meter. Distribusi barang itu bukan dipantai saja tapi juga di daerah tengah sehingga untuk puncak itu lebih murah barang-barang sampai di sana," paparnya.

Untuk memaksimalkan distribusi barang yang selama ini berjalan kurang maksimal, dikarenakan jarak yang terlampau jauh. Kemenhub juga mengoptimalkan Tol Udara untuk mengangkut barang-barang ke ujung kecamatan Papua.

"Disparitas harga antara Timur dan Barat memang banyak. Kurang lebih 13 lintasan kita operasikan di Papua sampai ke Merauke, Timika, Biak, Wasior yang kita angkut barang dari Surabaya. Terjadi penurunan harga hingga 40 persen. Kita harus lebih intensif menggenjot ini," ujar dia.

Tidak hanya mengoptimalkan Tol Laut. Demi mempercepat pembangunan di wilayah Papua, Menhub juga akan membangun beberapa Bandara baru yang panjangnya lebih dari 1.000 meter.

"Kita akan membangun delapan bandara yang panjangnya lebih dari 1.000 meter. sekarang ini banyak bandara itu cuma 500 meter. Harapannya kita nanti volume daripada saudara-saudara kita di ketinggian itu bisa dicapai dengan esawat yang lebih besar," tutup Menhub. (Pon)

Baca juga berita lain terkait tol laut di sini: Menhub: Tol Laut dan Udara Bisa Menekan Harga Barang

#Papua #Proyek Infrastruktur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Bank Jakarta dan PT SMI menyiapkan Rp 2,11 triliun untuk membantu tujuh proyek infrastruktur.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Bagikan