Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tokoh Agama Imbau Warga Enggak Mudik, Muhammadiyah: COVID-19 Urusan Pemerintah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2020
Tokoh Agama Imbau Warga Enggak Mudik, Muhammadiyah: COVID-19 Urusan Pemerintah

Ketum PP Muhamamdiyah Haedar Nashir (tengah) di Kantor Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (16/11). (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dalam suasana musibah besar yakni wabah COVID-19, maka mudik perlu menjadi pertimbangan untuk tidak dilakukan.

Haedar mencontohkan, kegiatan-kegiatan keagamaan dibatasi sedemikan rupa sesuai dengan hukum syariat untuk mencegah penularan makin meluas.

Baca Juga:

Haedar Nashir: Warga Muhammadiyah Harus Jadi Kekuatan Pemersatu

"Maka mudik tentu saja sebagai kegiatan sosial dapat dihentikan atau tidak dilaksanakan," jelas Haedar dalam keterangannya, Senin (6/4).

Haedar juga berharap pemerintah bersikap tegas terkait kebijakan mudik tersebut. Jangan sampai ormas dan tokoh agama diminta meyakinkan warga untuk tidak mudik, sementara pemerintah sendiri membolehkan dan tidak melarang warga untuk mudik.

"Kalau memang pemerintah mengizinkan warga mudik, biarlah tokoh agama berhenti mengimbau warga, sehingga segala urusan COVID-19 menjadi sepenuhnya urusan pemerintah," tegas Haedar.

Ilustrasi virus corona jenis Covid-19
Tekan corona, Muhammadiyah sarankan warga kurangi bepergian ke luar negeri (Foto: antaranews)

Dalam suasana seperti ini kedepankan prinsip dalam agama “La Dharara wa Laa Dhirara”. Yakni jangan melakukan sesuatu yang menimbulkan kemudharatan atau kerugian diri sendiri dan keluarga, juga menimbulkan kerugian dan kemudharatan bagi orang banyak.

"Maka saatnya kita sekarang ini mencoba untuk mengerem semua kegiatan termasuk mudik. Mudik bisa diganti diwaktu lain disaat kita sudah keluar dari musibah ini. Insya’Allah akan ada manfaatnya," tutur Haedar.

Baca Juga:

Harapan Haedar Nashir untuk Muhammadiyah



Haedar menilai, jangan sampai pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan hal-hal lain, lalu transportasi dan kebijakan transportasi tidak sejalan dengan imbauan mudik pada tahun ini.

" Kita semuanya ingin keluar dari musibah yang besar ini dan kita berharap, dan bermunajat agar bangsa Indonesia dan warga dunia juga segera berakhir dari wabah Covid-19 ini," imbuh Haedar. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan