MerahPutih.com - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menegaskan tudingan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau Organisasi Papua Merdeka Sebby Sambom yang menyebut bahwa TNI Polri telah menyandera rombongan Pemerintah Daerah Nduga di Distrik Yigi, Papua, (28/12) lalu adalah kabar bohong alias hoaks.
"Berita hoaks yang tidak bertanggungjawab. Yang disebut dalam berita itu kan korbanya para pejabat. Itu kan orang-orang terbuka bisa diklarifikasi," kata Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, saat dihubungi, Rabu (2/1).
Menurut Aidi, informasi sebenarnya pada Senin 24 Desember 2018 petugas gabungan TNI-Polri tengah melaksanakan perayaan Natal bersama dengan masyarakat, beberapa pejabat setempat dan pegiat HAM. Acara Natal bersama itu digelar lagi 29 Desember 2018 di lokasi berbeda, kawasan Distrik Yal.
Aidi menjelaskan saat Acara Natal bersama itu juga dihadiri pejabat daerah, dan masyarakat. Pada kesempatan itu juga dilakukan pengobatan masal dan pembagian sembako kepada warga.
"Jadi itu faktanya, yang diputarbalikkan yang sangat absurd. Seorang pejabat disandera oleh pejabat TNI lagi. Oleh Institusi. Ini kan lucu sekali. Sekelompok pejabat disandera oleh institusi TNI-Polri darimana logikanya bisa masuk," tutur Aidi.
Seperti diketahui, Jubir TPNPB Sebby Sambom mengatakan pada 28 Desember 2018 lalu, pejabat Pemerintah Daerah Nduga disandera TNI-Polri. Menurut Sebby, pejabat Pemda itu bergerak untuk mengumpulkan warga Yigi, Nitkuri, dan Mugi yang lari ke hutan setelah terjadi kontak senjata dengan TNI-Polri. (Asp)