TNI Pastikan Tak Pengerahan Tentara ke Papua Jelang Perayaan Natal

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 20 Desember 2019
TNI Pastikan Tak Pengerahan Tentara ke Papua Jelang Perayaan Natal

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (ANTARA/-)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi memastikan tak ada pengamanan khusus di Papua saat perayaan Natal. Menurut Sisriadi, sampai saat ini kondisi keamanan di Papua terpantau kondusif.

"Pakai pasukan yang sudah digelar, baik organik, kodam, maupun yang sudah berkekuatan sejak lama, sejak beberapa bulan yang lalu," kata Sisriadi kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Baca Juga:

Sekitar 4,7 juta Kendaraan Bakal Tinggalkan Jakarta Saat Natal dan Tahun Baru

Ia menambahkan, pengamanan Natal yang dilakukan TNI pada intinya membantu tugas utama Polri yang melakukan pengamanan di sana.

"Jadi terkait dengan kegiatan pengamanan Natal dan tahun baru, TNI menyiagakan pasukan, prajurit, dan alutsista pendukung. Terutama untuk pergerakan bila diperlukan," ujar Sisriadi.

Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Poliai Paulus Waterpauw. ANTARA/Evarukdijati.
Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Poliai Paulus Waterpauw. ANTARA/Evarukdijati.

Menurut dia, komando pengendaliannya di Polri yang tersebar di seluruh wilayah.

"Dan pengerahannya didistribusikan ke wilayah-wilayah, Di kotama-kotama TNI langsung membantu di polda-polda dan kepolisian-kepolisian di daerah sampai polres," lanjut dia.

Soal penambahan dan penarikan pasukan keamanan perbatasan Papua, tergantung permintaan dari Polri.

"Jadi operasi yang digelar di Papua selain operasi yang dilakukan oleh TNI, seperti operasi pengamanan perbatasan, itu operasi TNI sendiri. Tapi yang operasi lainnya adalah operasi penegakan hukum yang membantu Polri," sambungnya.

Baca Juga:

Solo Masuk Daerah Rawan Natal dan Tahun Baru, Polisi: Berani Sweeping Kita Tindak Tegas

TNI menjamin warga Papua bisa melaksanakan perayaan Natal dan tahun baru 2020 dengan aman.

"Kami hanya mengharap, masyarakat Papua bisa merayakan Natal dan tahun baru dengan penuh kedamaian, itu saja. Jadi kita tidak berharap mereka melakukan apa-apa, merayakan Natal secara damai," ucapnya.

Apel Operasi Lilin Matoa di Mapolres Jayawijaya, Kamis, (19/12).(ANTARA/Marius Frisson Yewun)
Apel Operasi Lilin Matoa di Mapolres Jayawijaya, Kamis, (19/12).(ANTARA/Marius Frisson Yewun)

Sebelumnya, Polri telah memetakan sejumlah daerah prioritas dalam Operasi Lilin pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020.

Sebanyak 100.000 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan di penghujung tahun di seluruh Indonesia.

Selain itu, polisi juga akan mengamankan tempat ibadah, tempat rekreasi, hingga tempat perbelanjaan.

Kemudian, aparat juga akan mengantisipasi kemacetan lalu lintas. (Knu)

Baca Juga:

Menhub Ingatkan Pemudik Natal-Tahun Baru Jangan Gunakan Sepeda Motor

#Papua #Natal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan