TKN: Lebih Baik Apresiasi KPU Dibandingkan Tuding Curang

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 08 Mei 2019
TKN: Lebih Baik Apresiasi KPU Dibandingkan Tuding Curang

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai, quick count dan real count adalah instrumen untuk memastikan hasil pemilu sesuai dengan prinsip kejujuran dan keadilan.

Berdasarkan penghitungan sementara tersebut, Jokowi-Amin unggul di sejumlah provinsi. Di antaranya Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Papua sebagian wilayah Kalimantan, hingga TPS luar negeri.

Wakil Ketua KIK Abdul Kadir Karding. Foto: Fraksi PKB
Wakil Ketua KIK Abdul Kadir Karding. Foto: Fraksi PKB

Menurut Karding, setiap tahapan demokrasi memang wajar untuk dikritisi secara terbuka.

"Transparansi itu kunci dari pemilu yang jurdil. Di pemilu kali ini kita patut memuji KPU yang begitu transparan dalam menyajikan perhitungannya. Begitu juga dengan lembaga quick count sebagai pembanding yang juga sangat terbuka dalam menyajikan basis data pemilihannya," kata Karding dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/5).

Jika mengkritik pemilu, tanpa data yang transparan maka hal itu bisa dinilai sebagai usaha penyesatan.

"Kita ini sekarang berbicara ilmu statistika yang mana harus ada data untuk beragumentasi. Jadi akan sesat kita jika hanya berbicara tanpa data," ujar Karding.

Menurut Karding segala tahapan pemilu yang berjalan sukses dan lancar sudah seharusnya diapresiasi. Bukan justru didelegitimasi karena kekecewaan soal hasil elektabilitas calon tertentu yang belum sesuai dengan harapan.

"Dalam kontestasi ada kalah dan menang. Ada yang luas dan tidak puas akan hasil. Itu semua wajar. Yang tak wajar kalau rasa puas dan tidak puas itu membuat kita bersikap di luar logika," kata Karding.

Politikus PKB itu menyebut apa yang Prabowo Subianto sampaikan ke media internasional tidak tepat dan tidak benar. Menurut Karding, manuver Prabowo tersebut sudah terlihat bagaimana narasi itu ditunjukkan sejak masa pendaftaran pasangan calon presiden.

Narasi tersebut berupa ketidakpercayaan kepada penyelenggara pemilu dan tudingan kecurangan yang masif.

"Jadi memang narasi itu dibangun dan kami menduga sejak awal bahwa Pemilu kalau mereka kalah mereka akan memainkan itu dan terbukti menang hari ini seperti itu," kata Karding.

Kantor KPU

Prabowo Subianto mengundang media internasional untuk berdialog terkait masalah perjalanan sistem demokrasi di Indonesia. Terutama, adanya indikasi kecurangan pilpres 2019 yang sangat terstruktur, sistematis, dan masif.

Pertemuan tersebut digelar di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5). (Knu)

#Abdul Kadir Karding #Komisi Pemilihan Umum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dilantik Jadi Kepala Badan Karantina, Abdul Kadir Karding Punya Harta Rp16,19 M
Karding terakhir menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Dilantik Jadi Kepala Badan Karantina, Abdul Kadir Karding Punya Harta Rp16,19 M
Indonesia
Profil Abdul Kadir Karding: Kepala Barantin yang Pindah Haluan dari Urus Pekerja Migran ke Karantina
Sosok kelahiran Donggala ini membawa pengalaman panjang selama tiga periode di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak 2009 hingga 2024
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Profil Abdul Kadir Karding: Kepala Barantin yang Pindah Haluan dari Urus Pekerja Migran ke Karantina
Indonesia
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
KPU juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memvalidasi pemilih di mancanegara menggunakan Nomor Induk Kependudukan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Indonesia
Menteri Abdul Karding Bela Raja Juli soal Foto Main Domino Bareng Aziz Wellang
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, terkait foto mereka bermain domino bersama Azis Wellang.
Soffi Amira - Senin, 08 September 2025
Menteri Abdul Karding Bela Raja Juli soal Foto Main Domino Bareng Aziz Wellang
Indonesia
Ketahuan Main Domino Bareng Azis Wellang, Prabowo Diminta Pecat Raja Juli dan Abdul Kadir
Presiden RI, Prabowo Subianto, diminta memecat Raja Juli dan Abdul Kadir. Keduanya ketahuan main domino bersama Azis Wellang.
Soffi Amira - Senin, 08 September 2025
Ketahuan Main Domino Bareng Azis Wellang, Prabowo Diminta Pecat Raja Juli dan Abdul Kadir
Indonesia
‘Ketahuan’ Main Domino Bareng Sosok yang Pernah Tersangkut Kasus Pembalakan Liar, 2 Menteri Prabowo Berikan Klarifikasi
Raja Juli menyatakan awalnya ia hanya memenuhi janji bertemu Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.
Dwi Astarini - Senin, 08 September 2025
‘Ketahuan’ Main Domino Bareng Sosok yang Pernah Tersangkut Kasus Pembalakan Liar, 2 Menteri Prabowo Berikan Klarifikasi
Indonesia
Setelah Menhut Raja Juli Antoni, Menteri PPMI Abdul Kadir Karding Berikan Klarifikasi soal Main Domino Bareng Mantan Tersangka Pembalakan Liar
Karding mengaku ia memang berencana datang dan bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk ngobrol santai.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Setelah Menhut Raja Juli Antoni, Menteri PPMI Abdul Kadir Karding Berikan Klarifikasi soal Main Domino Bareng Mantan Tersangka Pembalakan Liar
Indonesia
Kamboja-Thailand Memanas, Menteri P2MI Siapkan Mitigasi PMI
Berkoordinasi secara intens dan sudah dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Dwi Astarini - Selasa, 29 Juli 2025
Kamboja-Thailand Memanas, Menteri P2MI Siapkan Mitigasi PMI
Indonesia
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Afifuddin mengaku telah membatasi jumlah pemilih di setiap TPS untuk meminimalkan korban
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Juni 2025
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Indonesia
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Idealnya, ada jeda waktu antara satu setengah hingga dua tahun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Mei 2025
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Bagikan