Tjokroaminoto dan Setiabudi Ramalkan Bung Karno Sebagai Juru Selamat Rakyat Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 01 Februari 2015
Tjokroaminoto dan Setiabudi Ramalkan Bung Karno Sebagai Juru Selamat Rakyat Indonesia

HOS Tjokroaminoto (Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Nasional - Dua orang tokoh pergerakan nasional di awal tahun 1900-an Dr Douwes Dekker Setiabudi dan Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto pernah meramalkan pemuda Sukarno bakal menjadi pemimpin besar, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk dunia.

Kisah ramalan tersebut tertulis dalam sebuah buku berjudul "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat", karya jurnalis Amerika Serikat Cindy Adams.

Pada awal tahun 1900-an kesadaran penduduk pribumi untuk merdeka sudah semakin menguat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya organisasi-organisasi dan partai politik yang mengusung cita-cita Indonesia merdeka dari cengkeraman kolonialis Belanda.

Dr Douwes Dekker adalah salah satu tokoh pergerakan nasional, jurnalis dan penggagas nama Nusantara untuk Hindia Belanda. Dalam perjalanannya pemuda Sukarno menimba ilmu banyak dari tokoh pergerakan nasional kelahiran Pasuruan pada 8 Oktober 1879.

Di mata Dr Douwes Dekker pemuda Soekarno adalah sosok pemimpin masa depan yang mempunyai visi-misi strategis untuk memimpin bangsa Indonesia menuju alam kemerdekaan.

Dalam sebuah orasi politiknya di hadapan para anggota partai National Indische Partij, Dr Douwes Dekker berkata bahwa dirinya sudah puluhan tahun berjuang mewujudkan Indonesia merdeka. Di usianya yang sudah menginjak 50 tahun lebih, Dr Douwes Dekker berpikir sudah waktunya tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada generasi muda.

"Umur saya semakin lanjut dan bilamana datang saatnya saya akan mati, saya sampaikan kepada tuan-tuan bahwa adalah kehendak saya supaya Soekarno menjadi pengganti saya. Anak Muda ini akan menjadi juru selamat dari rakyat Indonesia dimasa datang," kata Dr Douwes Dekker pada dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

Padepokan

Ramalan selanjutnya disampaikan HOS Tjokriaminoto. Kala itu Soekarno menumpang di kediaman HOS Tjokroaminoto di Surabaya, Jawa Timur. Di padepokan Surabaya inilah Soekarno bertemu dengan banyak tokoh pergerakan nasional semisal Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, Abdul Muis dan sebagainya.

Di padepokan inilah Soekarno mulai mengenal ideologi pergerakan dan perlawanan melawan penjajah kolonial Belanda. Soekarno juga banyak belajar pidato dari HOS Tjokroaminoto. Dalam sebuah pertemuan massa (Vergadering) HOS Tjokroaminoto tampil berpidato begitu memukau.

Pada suatu ketika di awal tahun 1920-an HOS Tjokroaminoto pergi beberapa saat untuk mengasingkan diri, menjauhi hingar-bingar politik dan meminta petunjuk kepada Yang Maha Esa untuk kemerdekaan Indonesia.

Usai mengasingkan HOS Tjokroaminoto kembali kepada seluruh keluarganya. Di tengah kegelapan malam dan hujan rintik itulah ia tiba kembali ke keluarganya dan berbicara dengan sepenuh hati. Sebagai penganut agama Islam selah, HOS Tjokroaminoto mengaku mendapat petunjuk Tuhan bahwa Seoakrno bakal tampil sebagai pemimpin bangsa Indonesia.

"Ikutilah anak ini. Dia diutus oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin besar kita. Aku bangga karena telah memberikan tempat berteduh di rumahku," kata HoS Tjokroaminoto dalam buku Cindy Adams tersebut.

Seiring bersama-sama di padepokan itu Sukarno menikahi putri HOS Tjokroaminoto, Siti Utari. Namun sayang pernikahan tersebut tidak berlangsung lama. Soekarno menilai Utara masih terlalu muda, dan banyak ketidakcocokan dengan dirinya. Akhirnya pada tahun 1922 Sukarno kembali menyerahkan Utari kepada HOS Tjokroaminoto. Ia kemudian menikahi Inggit Ganarsih, seorang perempuan asal Bandung.

Seiring dengan berjalannya waktu, pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 Sukarno bersama dengan Mohammad Hatta akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Sejak saat itu Sukarno menyandang gelar Presiden pertama republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai wakil Presiden pertama Republik Indonesia. (BHD)

 

#Pahlawan Nasional #Sukarno #Bung Karno #Sejarah Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
pengusul Raden Mas Margono Djojohadikusumo berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
Indonesia
Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, UIN Jakarta Bentuk 2 Tim Periset
Raden Mas (RM) Margono Djojohadikoesoemo, kakek Presiden RI Prabowo Subianto dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI)
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, UIN Jakarta Bentuk 2 Tim Periset
Indonesia
Pujangga Besar Sutan Takdir Alisjahbana Masuk Bursa Pahlawan Nasional 2026, Mensos Harap Prabowo Setuju
Mensos Gus Ipul menegaskan warisan terbesar STA bagi bangsa ini adalah perjuangannya mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Pujangga Besar Sutan Takdir Alisjahbana Masuk Bursa Pahlawan Nasional 2026, Mensos Harap Prabowo Setuju
Indonesia
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Ganjar menambahkan bahwa media seni dan budaya penting untuk melatih kepekaan agar para pemimpin dan masyarakat selalu sadar terhadap realitas.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Indonesia
Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Koleksi Sepeda Onthel Hingga Ijazah Jadi Pengingat Perjuangan Sang Pahlawan Nasional
Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan utama
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Prabowo Subianto Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Koleksi Sepeda Onthel Hingga Ijazah Jadi Pengingat Perjuangan Sang Pahlawan Nasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, diusulkan menjadi pahlawan nasional. Jasanya dianggap lebih besar dibanding Soekarno dan Soeharto.
Soffi Amira - Sabtu, 15 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Indonesia
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Marsinah mendapat gelar pahlawan nasional. Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhammad Rusli menilai, negara mulai menghargai buruh.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Indonesia
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Prof. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya memperjuangkan konsep Negara Kepulauan Indonesia di dunia internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia
Gus Dur dan Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional, PKB: Bentuk Pengakuan Negara atas Jasa Besarnya
Gus Dur dan Syaikhona Kholil jadi pahlawan nasional. PKB pun mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan gelar tersebut.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Gus Dur dan Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional, PKB: Bentuk Pengakuan Negara atas Jasa Besarnya
Indonesia
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Tanda bahwa bangsa Indonesia tengah kehilangan ukuran moral dan integritas dalam bernegara. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Bagikan