BAGI sebagian orang, diet ketogenik adalah satu-satunya hal yang memotivasi mereka untuk merombak kebiasaan makan mereka. Bagi yang lain, metode diet itu bisa menjadi masalah serius. Itulah salah satu alasan ahli gizi asal New York, Brooke Alpert, menulis buku The Diet Detox.
Diet tidak berhasil karena metode itu memiliki tanggal kedaluwarsa. Kamu seharusnya menjalankan diet hanya dalam jangka waktu tertentu. Ketika diet kamu berakhir, begitu juga kesuksesan penurunan berat badan kamu.
Ide yang lebih baik dan mungkin menyenangkan untuk kamu dengar, adalah mengikuti rencana makan (diet) yang membantu kamu dapat mengembangkan kebiasaan makan sehat seumur hidup. Berikut ini merupakan tiga tips dan aturan yang memungkinkan kamu untuk makan lebih banyak dan tetap bisa menurunkan berat badan.
1. Protein dan serat penting di setiap makananmu
Aturan nomor satu adalah memasukkan cukup kedua unsur protein dan serat ini setiap kali makan. Mengapa? Protein membantu mempercepat metabolisme dan membuat kamu kenyang, sehingga kamu tidak terlalu mudah makan berlebihan nantinya.
Di satu sisi, serat menempatkan peran sebagai rem pada penyerapan gula dalam tubuhmu, sehingga membuat kamu lebih mungkin menggunakan glukosa untuk energi daripada menyimpannya sebagai lemak.
Tidak yakin apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan protein dan serat yang optimal sepanjang hari? Tenang saja, kamu bisa mendapatkannya dengan mengkonsumsi telur dadar (protein) dengan bayam (serat) dan keju cheddar, atau puding chia (protein) dengan buah beri (serat) untuk sarapan.
Untuk makan siang, cobalah ayam (protein) dengan salad renyah (serat) porsi besar, diikuti dengan tumis udang (protein) di atas mie zucchini (serat) untuk menu makan malam ya.
2. Mengatur jam makan
Kadar gula darah yang stabil merupakan inti dari penurunan berat badan yang berkelanjutan. Jadi membiarkan tujuh jam atau lebih berlalu antara makan siang dan makan malam tidak disarankan.
Gula darah kamu akan jatuh, sehingga membuat kamu makan terlalu banyak. Sebagai gantinya, makanlah makanan atau camilan setiap empat jam untuk menjaga gula darah tetap terkendali.
3. Makanlah lemak
"Lemak tidak membuat kamu gemuk,". Makronutrien yang mengenyangkan ini tidak hanya membuat kamu kenyang lebih cepat daripada pati olahan, tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa menambahkan lemak sehat ke dalam menu makanan dapat berdampak positif pada tingkat insulin dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Terlepas dari asam trans-lemak seperti yang ditemukan dalam minyak nabati olahan, semua lemak bagaimanapun memiliki baik dan buruknya.
Kamu bisa memasukkan setidaknya satu porsi kecil lemak setiap kali makan, kamu bisa melakukannya dengan cara mencampurkan alpukat ke smoothie pagi kamu, menaburkan biji bunga matahari ke dalam salad kamu, atau memasak sayuran kamu dengan minyak kelapa. (gsh)