Mengatasi Kenaikan Berat Badan Pasca Perayaan Natal

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 26 Desember 2021
Mengatasi Kenaikan Berat Badan Pasca Perayaan Natal

Kenali tips menaikan berat badan setelah makan berlebihan saat perayaan Natal (Foto: Pixabay/vivienv0)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT perayaan Natal biasanya banyak makanan, camilan, minuman manis dan sebagainya. Tentunya, pada momen spesial tersebut sayang apabila kamu tidak menyantap berbagai sajian yang menggugah selera.

Namun, seperti yang dikutip dari laman Indian Express, The British Dietetic Association memperkirakan, bahwa pada hari Natal seseorang mungkin mengonsumsi 6 ribu kalori, dan sebagian besar terjadi pada malam Natal.

Baca Juga:

Diet Aman dan Sehat Ala Dokter Reza Gladys

Rata-rata berat badan orang dewasa akan bertambah selama liburan Natal dan Tahun Baru (Foto: Pixabay/ritaE)

Kemudian, makan berlebihan akan terus berlanjut, hingga perayaan Tahun Baru. Tak ayal bila rata-rata orang dewasa berat badannya akan bertambah sekitar 0,5-1kg selama liburan Natal.

Kendati kedengarannya tak banyak, namun berat badan yang diperoleh selama musim perayaan, tak selalu hilang di Tahun Baru.

Kenaikan berat badan selama bertahun-tahun, bisa menyebabkan sejumlah orang menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Hal itu bisa meningkatkan risiko seperti hipertensi, stroke, diabetes hingga kanker.

Penelitian menunjukkan, bahwa memberi orang informasi tentang berapa menit berjalan atau berlari untuk membakar kalor dari makanan dan minuman, bisa membantu orang makan lebih sedikit dan menghindari kenaikan berat badan saat Natal.

Lantas berapa banyak berjalan yang perlu kamu lakukan untuk membakar kalori akibat makan berlebihan di malam natal?

Untuk orang dewasa dengan berat sekitar 84 kg, dibutuhkan sekitar 12 jam berjalan mondar-mandir untuk membakar kalori dari makan malam Natal. Itu setara dengan berjalan kaki sekitar 50 mil (80 km), atau bila kamu mau, kamu bisa jogging selama sekitar lima hingga enam jam.

Baca Juga:

Mengenal DentalSlim Diet Control, Alat Penurun Berat Badan Kontroversial

Kamu bisa berjalan di sela-sela aktivitas, untuk menjaga berat badan (Foto: Pixabay/dzhandiev)

Tentunya, jumlah kalori dalam makan malam, akan bergantung pada makanan apa yang kamu konsumsi, dan bagaimana proses memasaknya.

Contohnya, bila kamu melewatkan sesi camilan dan hidangan pembuka sebelum makan dan hanya mengonsumsi pencuci mulut serta dua gelas anggur. Mungkin makan malam kamu hanya mengandung sekitar 2080 kalori. Bagi seseorang yang memiliki berat badan 84 kg, hanya membutuhkan waktu sekitar enam setengah jam berjalan untuk membakarnya.

Sementara itu, jumlah aktivitas fisik yang perlu kamu lakukan untuk membakar makan tergantung pada banyak faktor. Seperti usia, jenis kelamin, dan berat badan.

Kendati berjalan selama 12 jam, berturut-turut bukanlah sesuatu yang ingin dilakukan siapapun selama liburan. Karena, ada banyak cara mudah untuk menyelipkan aktivitas fisik setiap hari.

Seperti halnya, cobalah untuk berjalan kaki ke toko, dibanding menggunakan mobil atau motor. Selain itu, kamu juga bisa bersepeda di sekitar lingkungan tempat tinggalmu.

Cara mudah lainnya untuk mengurangi kalori selama liburan, yakni menyantap camilan dengan bijak, dan berhati-hati dengan porsi makan kamu.

Bila kamu mendapat berat badan bertambah setelah Natal, jangan berkecil hati dan fokus mengurangi camilan. Kemudian, tetapkan juga tujuan untuk mengembalikan berat badan seperti semula. (Ryn)

Baca Juga:

Diet Dulu Sebelum Hari Pernikahan, Begini Caranya

#Kesehatan #Kuliner #Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan