Tips Mengatasai Anak Sakit Selagi Mudik Mengobati Kangen Kampung Halaman
anak-anak lebih rentan sakit ketika bepergian jarak jauh, seperti saat mudik. (Foto: Unsplash/Vitolda Klein)
PERJALANAN mudik jauh harus butuh berbagai persiapan untuk menghadapi hal-hal tidak terduga, misalnya anak sakit. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih rentan sakit ketika bepergian jarak jauh, seperti saat mudik lebaran.
Penyebab anak sakit saat mudik pun beragam dan keluhan dialami bisa berbeda-beda, seperti batuk, pilek, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, serta bersin. Berbagai penyebab anak sakit selama mudik bermacam-macam, salah satunya mengonsumsi makanan tidak sehat atau kurang bersih.
Makanan siap saji dan camilan tinggi garam biasanya paling sering dikonsumsi saat mudik karena dinilai praktis dan bikin kenyang. Padahal, kedua jenis makanan tersebut rendah nutrisi dan bisa memicu konstipasi.
Mengonsumsi makanan atau minuman dari tempat kurang bersih juga memungkinkan anak mengalami diare, sebab air dan makanan tersebut berisiko terkontaminasi bakteri.
Baca juga:
Kalau mudik menggunakan pesawat, perubahan tekanan udara juga bisa menjadi penyebab anak sakit. Nyeri telinga akibat tekanan udara umumnya terjadi ketika pesawat lepas landas atau mendarat, dan akan mereda atau menghialng dengan sendirinya saat sudah mendarat.
Jika mudik menggunakan transportasi darat apalagi harus menempuh jarak jauh bisa pula menyebabkan anak mengalami mabuk perjalanan.
Anak membaca atau bermain ponsel selama perjalanan juga lebih berisiko mengalami mabuk perjalanan. Beberapa gejala dapat muncul saat anak mengalami mabuk perjalanan paling sering terjadi, pusing dan muntah.
Mengutip laman Alodokter, jika anak mengalami gejala batuk dan pilek, orang tua bisa memberikannya obat mengandung dextromethorphan, guaifenesin, pseudoephrine, dan chlorpheniramine untuk membantu meredakannya.
Bisa juga memberikan obat dengan kandungan paracetamol untuk menurunkan demam, mengatasi sakit kepala, serta meredakan nyeri di telinga. Pastikan kamu memberikan obat sesuai petunjuk pemakaian di kemasan.
Baca juga:
Jika anak mengalami konstipasi saat mudik, berikan mereka asupan cairan dan serat lebih banyak, misalnya buah dan sayur. Sementara itu, jika mengalami diare, pastikan asupan cairannya terpenuhi agar terhindar dari dehidrasi.
Untuk mengatasi mabuk perjalanan, cobalah ajak anak mengistirahatkan matanya selama perjalanan. Bila mudik dengan mobil, kamu bisa berhenti sejenak di rest area agar anak dapat menghirup udara segar.
Sebagai upaya antisipasi, orang tua perlu menyiapkan perbekalan obat-obatan dan peralatan dibutuhkan sebelum berangkat mudik. Dengan begitu, mudik bersama keluarga pun bisa berjalan dengan lancar. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Penjualan Tiket KA Lebaran 2026 Meningkat, H-2 Jadi Tanggal Terfavorit Pemudik
Jelang Lebaran 1447 H, Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Tol untuk Pemudik
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Menjelang Ramadan 2026, Penjualan Tiket Kereta Jarak Jauh untuk Mudik masih ‘Sedikit’
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan