Tips dan Jenis Olahraga untuk Menambah Berat Badan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 03 Juli 2022
Tips dan Jenis Olahraga untuk Menambah Berat Badan

Terdapat beberapa jenis olahraga untuk menambah berat badan. (Foto: Unsplash/John Fornander)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

OLAHRAGA tidak hanya dilakukan untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menambah berat badan lo. Berbagai jenis olahraga dapat meningkatkan massa otot dan menurunkan persentase lemak tubuh, sehingga berat badan bisa bertambah.

Seseorang dikatakan mengalami kekurangan berat badan jika memiliki nilai indeks massa tubuh di bawah 18,5. Meski banyak yang mendambakan tubuh kurus, kondisi kekurangan berat badan tergolong tidak sehat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan gigi dan tulang, penurunan fungsi paru, hingga gangguan kesuburan.

Tidak semata-mata makan 'banyak', kamu juga perlu melakukan olahraga untuk menambah berat badan, terutama latihan kekuatan guna menmbah dan membangun massa otot, serta membantu merangsang nafsu makan.

Mengutip laman Alodokter, ada dua jenis olahraga untuk menambah berat badan yakni menggunakan tubuh (bodyweight exercise) dan menggunakan alat. Bodyweight exercise merupakan metode yang paling populer untuk meningkatkan kekuatan dan kebugaran tubuh tanpa menggunakan alat khusus. Sedangkan olahraga yang menggunakan alat seperti dumbbell, barbell, atau kettlebell.

Baca juga:

Warna Juga Menentukan Kenyamanan Pakaian Olahraga

Tips dan Jenis Olahraga untuk Menambah Berat Badan
Olahraga menggunakan kettlebell. (Foto: Unsplash/Taco Fleur)

Jenis olahraga untuk menambah berat badan yang pertama adalah tricep dips, termasuk dalam bodyweight excercise. Caranya cukup mudah, duduk di ujung depan kursi lalu cengkeram bagian samping dengan kuat. Buka kaki selebar pinggul lalu rentangkan ke depan. Gunakan kekuatan rangan untuk angkat tubuh melewati ujung kursi hingga tubuh berada dalam posisi melayang.

Turunkan tubuh secara perlahan hingga posisi siku membentuk sudut 45-90 derajat. Kemudian dorong tubuh kembali ke atas hingga kedua lengan hampir lurus. Kamu dapat mengulangi gerakan tricep dips sebanyak tiga set dengan 10 kali repetisi.

Olahraga lain yang tentu banyak dilakukan adalah push up, gerakan ini dapat membentuk otot tubuh bagian atas seperti pada lengan dan bahu. Untuk melakukan push up dengan benar, cobalah tengkurap di lantai. Letakkan telapak tangan di permukaan lantai dan sejajarkan dengan bahu. Dorong tubuh perlahan ke atas hingga lengan terentang sempurna dan tubuh membentuk garis lurus. Pada possi ini, jaga punggung dan kaki agar tetap lurus.

Turunkan tubuh secara perlahan hingga hidung hampir menyentuh lantai. Olahraga ini bisa kamu lakukan di rumah dan berulang kali, sesuai dengan kekuatan tubuh.

Baca juga:

MotoGP, Olahraga Mahal Hingga Miliaran Rupiah

Tips dan Jenis Olahraga untuk Menambah Berat Badan
Lakukan olahraga push up untuk memperkuat otot lengan dan dada. (Foto: Unsplash/Fortune Vieyra)

Selain itu, ada juga kettlebell swing untuk membangun kekuatan otot dan daya tahan. Kettlebell swing dapat menguatkan seluruh otot tubuh, sehingga menjadi salah satu gerakan olahraga untuk menambah berat badan.

Pegang kettlebell dengan kedua tangan dan buka kkai selebar pinggul. Lemaskan lutut dengan sedikit ditekuk, lalu ayunkan kettlebell di antara kedua kaki. Pastikan lengan menyentuh paha bagian dalam.

Pertahankan tubuh dalam posisi tegak, kencangkan perut, dan luruskan punggung. Saat berada di antara kedua kaki, dorong kettlebell ke atas melalui pinggul dengan menggunakan kekuatan tubuh bagian bawah.

Kamu juga bisa melakukan dumbbell shoulder squat untuk memperkuat otot bahu, paha depan, paha belakang, dan pinggul.

Caranya, pegang dumbbell di kedua tangan lalu tekuk siku sehingga dumbbell berada di atas bahu. Buka kaki selebar pinggul dengan tumit sebagai tumpuannya. Pertahankan posisi dada agar tetap tegak dan kencangkan bagian perut. Turunkan tubuh secara perlahan hingga posisi paha sejajar dengan lantai.

Tahan posisi ini selama satu atau dua detik. Gunakan kekuatan kaki untuk meluruskan lutut dan pinggul hingga kembali ke posisi berdiri.

Selain olahraga, ada beberapa tips lain untuk menambah berat badan, yakni dengan cara makan dalam porsi kecil tapi lebih sering setiap 3-5 jam sekali. Hindari meminum apa pun dalam 30 menit menjelang makan dan mengurangi minum saat sedang makan. Jangan lupa juga untuk istirahat 6-8 jam setiap malam. (and)

Baca juga:

Bolehkah Olahraga di Malam Hari?

#Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan