Tim SAR dan Anjing Pelacak Polri ‘Terbang’ ke Myanmar Bantu Evakuasi Cepat Korban Gempa
Tim SAR dan K9 Polri berangkat ke Myanmar. (MP/Kanu)
MerahPutih.com - Tim K9 SAR Polri Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri diberangkatkan menuju Myanmar sebagai bagian dari misi kemanusiaan. Mereka akan membantu korban gempa bumi yang melanda negara tersebut beberapa hari yang lalu.
Tim ini tergabung dalam Indonesian Search and Rescue (INASAR), yang secara resmi dikirim untuk memberikan bantuan dalam upaya pencarian dan penyelamatan.
“Sebanyak 61 personel INASAR telah diberangkatkan, termasuk empat personel dari Ditpolsatwa Korabhara Baharkam Polri yang turut membawa dua ekor anjing pelacak (K9) dengan kemampuan Search and Rescue (SAR),” tulis keterangan Humas Polri di Jakarta dikutip Rabu (2/4).
Tim ini akan di-Bawah Kendali Operasi (BKO)-kan ke Myanmar untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan serta memberikan bantuan kemanusiaan lainnya. Personel Ditpolsatwa yang diberangkatkan dipimpin oleh Iptu Erasmus.
Pengiriman tim ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung operasi kemanusiaan internasional serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Myanmar.
Baca juga:
Myanmar Kembali Diguncang Gempa Bumi, Kini Berkekuatan 5,1 M di Kota Mandalay
“Kehadiran K9 SAR diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi korban, mengingat anjing pelacak memiliki kemampuan tinggi dalam mendeteksi keberadaan manusia di bawah reruntuhan,” ujar Humas Polri.
Tim INASAR, yang terdiri dari berbagai elemen profesional di bidang pencarian dan penyelamatan, telah dipersiapkan dengan pelatihan intensif serta peralatan modern untuk menghadapi berbagai tantangan di lokasi bencana.
“Seluruh tim dipastikan siap untuk melaksanakan tugas kemanusiaan ini dengan optimal,” ujar Humas Polri.
Misi kemanusiaan ini menunjukkan dedikasi dan kesiapsiagaan Polri dalam membantu negara sahabat yang sedang mengalami bencana.
“Dengan kolaborasi antarnegara dan semangat gotong royong, diharapkan proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan cepat dan efektif demi menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tutup Humas Polri.
Baca juga:
Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 1.700 Orang, Dipastikan Tidak Ada WNI
Sekadar informasi, lebih dari 2 ribu orang meninggal dunia usai gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3). Gempa kuat ini bahkan terasa sampai ke Thailand hingga China.
Gempa terjadi sekitar pukul 13.20 WIB, dengan episenter gempa terletak pada kedalaman 10 km.
Dari analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melihat lokasi dan kedalaman episenter, gempa berjenis gempa bumi dangkal karena aktivitas Sesar Besar Sagaing. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Hilang Sejak 27 Desember 2025, Pendaki Gunung Slamet asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 7,1, BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
4.634 Gempa Bumi Guncang NTT Sepanjang 2025, Terkuat pada 27 Oktober 2025