MerahPutih.com - Meski awalnya enggan berkomentar banyak, Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kubunya lebih solid daripada tim Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait heboh tweet Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Lho enggak eloklah saya mengomentari mereka (kubu Paslon Prabowo-Sandi)," kata Wakil Ketua TKN KIK Arsul Sani, saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (16/11).
Namun demikian, Sekjen PPP itu mengungkapkan dengan munculnya cuitan SBY itu menunjukkan Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) tidak sepenuhnya mendukung pemenangan Prabowo-Sandi. "Partai-partai pengusung PAS (Prabowo-Sandi) semakin terbuka menunjukkan kepada publik bahwa mereka tidak lebih dari setengah hati memenangkan PAS," terangnya.

Menurut Arsul, kondisi berbeda terjadi di KIK yang kian solid untuk memenangkan Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres mendatang. Dia pun sedikit membeberkan rahasia kesolidan KIK yang hampir tidak pernah diterpa isu perpecahan.
"Ya pertama kami berbagi peran. Tidak ada partai KIK yang monopoli TKN JKW-KMA. Kedua, Pak Jokowi-nya adil dalam memperhatikan partai-partai pengusungnya. Semua acara dan konsolidasinya dihadiri. Enggak peduli partai besar-kecil, parlemen atau nonparlemen," tutur dia.
Bahkan, petinggi tim pemenangan Jokowi itu mengungkit kembali isu jenderal kardus yang sempat menerpa kubu Prabowo diawal penunjukkan Sandiaga sebagai Cawapres. "Ketiga, ya di antara kami gak ada isu mahar atau kardus uang," tukas dia.
Sebelumnya, melalui akun Twitter pribadinya Presiden RI ke-6 SBY mengkritisi Prabowo untuk mawas diri, tidak terjebak retorika dan menampilkan program kerja dalam berkampanye. Ketum Demokrat itu juga mengaku tidak pernah memaksa Ketum Parpol mengkampanyekan dirinya saat pemilu 2004-2009 lalu. (Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Cuitan SBY ke Prabowo, Indikasi Keretakan KIAM Kian Parah?