Tim Advokasi Novel Berpotensi Hina Peradilan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2020
Tim Advokasi Novel Berpotensi Hina Peradilan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa dirinya, Senin (6/1/2020). (ANTARA/Fianda Rassat/am).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Langkah tim advokasi Novel Baswedan melaporkan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Irjen. Rudy Heriyanto ke Divisi Propam Polri dianggap sebagai bentuk upaya menghina peradilan.

Sebab, laporan tersebut dilakukan saat proses persidangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan itu masih berjalan.

Baca Juga:

Jaksa Agung Turun Tangan, JPU Novel Baswedan Bakal Kena Evaluasi?

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran I Gde Pantja Astawa berpendapat, tindakan tim advokasi itu dapat dikategorikan intervensi terhadap peradilan.

“Proses persidangan kasus Novel masih berlangsung dan dilakukan secara terbuka untuk umum (openbaar), maka untuk menjaga keberlangsungan fair trial, segala bentuk intervensi dgn membangun public opinion lewat Laporan Tim Advokasi ke Divpropam Polri yang viral di medsos, adalah tindakan yang dilarang oleh UU dan potensial terjadinya 'contempt of court’,” kata Pantja kepada wartawan, Kamis (9/7).

Pada Selasa (7/7), Tim advokasi Novel Baswedan melaporkan Rudy Heriyanto ke Divisi Propam Polri karena dinilai melanggar etik profesi. Rudy diduga menghilangkan barang bukti di kasus penyiraman air keras.

Rudy Heriyanto yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum Polri, merupakan bagian dari tim penyidik yang menangani perkara penyiraman air keras terhadap Novel. Saat itu dia berpangkat komisaris besar (kombes) dan menduduki posisi sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Ant)
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Ant)

Pantja juga menilai laporan Tim Advokasi Novel Baswedan merupakan laporan yang tendensius dan sulit menghindari kesan “to be a malice” terhadap terlapor. Kata dia, berangkat dari 'Integrated criminal justice system', maka perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan telah melalui sejumlah tahap.

“Sebelum masuk ke tahap persidangan, sebagaimana yang kini tengah berlangsung, diawali dengan tahapan penyelidikan, bahkan sampai dibentuknya TGPF, kemudian lanjut ke penyidikan, dan setelah P 21 masuk ke tahap penuntutan sampai dengan kini masuk ke tahap persidangan,” katanya.

Jadi, menurutnya, ratio legis dari semua tahapan itu mengandung arti bahwa semua bukti dinilai cukup dan lengkap (P 21) untuk diajukan ke persidangan sebagai dasar untuk mem-back up dakwaan terhadap (para) Terdakwa.

“Lalu di mana logikanya tuduhan Tim Advokasi Novel bahwa mantan Direskrimum Polda Metro Jaya menghilangkan barang bukti?,” tanya Pantja.

Baca Juga:

Proses Hukum Banyak Kejanggalan dan Jauh dari Fakta, Novel Baswedan Putus Asa?

Selain itu, menurut Pantja, seharusnya tim advokasi membuktikan seluruh tuduhan terhdapa Rudy di pengadilan. “Pengadilan-lah forum yang tepat dan elegan untuk membuktikan segala tuduhan atau prejudice Tim Advokasi yang menuduh menghilangkan barang bukti, bukan dengan melapor ke Divisi Propam Polri sehingga viral di medsos,” katanya.

Pantja mengingatkan bahwa Laporan Tim Advokasi Novel yang tendensius serta dengan jelas dan terang-terangan menyebut nama dan jabatan Terlapor merupakan pembunuhan karakter (character assassination) dan pencemaran nama baik. (Pon)

#Kawasan Wisata Gunung Lawu #Pendaki Gunung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Hasil pemeriksaan sementara belum cukup untuk memastikan jenis satwa yang menyebabkan kematian kambing tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar,  Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Dunia
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Nepal sedang menyusun RUU baru yang melarang pendaki tanpa pengalaman ketinggian ekstrem 7.000 meter untuk mendaki Gunung Everest. Simak syarat lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Indonesia
Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Imbas Ancaman Karhutla
Rencana muncak batal? Jalur pendakian Gunung Kerinci resmi ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk cegah karhutla. Cek info lengkap dan daftar 8 gunung lain yang ikut ditutup di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Imbas Ancaman Karhutla
Indonesia
Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
Dude Kurniawan Pasha (17), pendaki Gunung Sumbing asal Colomadu, ditemukan meninggal setelah nyasar di jalur Banaran. Jenazah dimakamkan di Desa Gawanan, Colomadu.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
 Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
Indonesia
Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka
Dilarang keras memasuki kawasan inti kawah Gunung Ciremai karena risiko gas beracun, longsor, dan kerusakan ekosistem.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka
Indonesia
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari menandakan wilayah NTB memasuki musim kemarau
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Bagikan