Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

TikTok Dilarang di AS Mulai 19 Januari, Warganya Buru-Buru Migrasi ke RedNote

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 15 Januari 2025
TikTok Dilarang di AS Mulai 19 Januari, Warganya Buru-Buru Migrasi ke RedNote

RedNote telah berkembang pesat menjadi salah satu platform media sosial dengan pertumbuhan tercepat di China. (Foto: YouTube/TaiwanPlus News)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah ancaman penutupan TikTok pada 19 Januari akibat masalah kepemilikan, RedNote jadi naik daun di AS.

RedNote, aplikasi medsos asal China yang bernama asli Xiaohongshu ini, naik ke daftar aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store AS.

RedNote sering dibandingkan dengan TikTok karena fokusnya pada konten video pendek. Namun, RedNote sebenarnya menggabungkan elemen mirip aplikasi Pinterest yang berfokus pada berbagi gambar atau foto.

Dengan begitu, RedNote mencampur keasyikan fitur video, livestreaming, dan berbagi gambar.

"Platform ini memungkinkan pengguna membagikan ulasan produk, pengalaman, dan konten gaya hidup, menciptakan perpaduan interaksi sosial dan belanja daring," tulis newsweek.com (13/1).

Baca juga:

TikTok di Ambang Larangan Pemerintah AS: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Diluncurkan pada 2013, RedNote telah berkembang pesat menjadi salah satu platform media sosial dengan pertumbuhan tercepat di China. Valuasinya lebih dari USD 3 miliar (Rp 45 triliun).

RedNote memudahkan pengguna untuk menemukan, meneliti, dan membeli produk langsung melalui platform.

Antarmuka RedNote dan integrasi e-commerce-nya dianggap cukup asyik, memungkinkan pengguna mengeksplorasi konten mulai dari tips fashion dan kecantikan sampai perjalanan dan pengalaman pribadi.

Sebelumnya, TikTok harus berhadapan dengan potensi larangan di Amerika Serikat karena kekhawatiran keamanan nasional terkait kepemilikan China-nya.

Baca juga:

ByteDance Kalah Sidang Banding, TikTok Segera di Banned di AS

Para pembuat undang-undang dan regulator khawatir perusahaan induk TikTok, ByteDance, bisa dipaksa oleh pemerintah China untuk membagikan data pengguna, yang dapat membahayakan privasi dan keamanan pengguna Amerika.

Akibatnya, undang-undang disahkan untuk mewajibkan ByteDance menjual operasi TikTok di AS atau menghadapi larangan nasional. Undang-undang tersebut disetujui oleh Kongres dan ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada April 2024.

Mahkamah Agung sudah mendengar argumen pembelaan TikTok yang menentang undang-undang tersebut pada Jumat (10/1). Mereka menolak argumen itu dan siap mendukung larangan TikTok di AS.

Dengan keputusan tersebut, peluang RedNote mengambil alih perhatian para pengguna media sosial di AS kian terbuka. (dru)

Baca juga:

Masa Depan TikTok di Ujung Tanduk, Bakal Diblokir Amerika Serikat?

#Media Sosial #TikTok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Kualitas panggilan video ditingkatkan melalui fitur QuickHD yang memungkinkan video berkualitas tinggi ditampilkan sejak awal panggilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
ShowBiz
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Pada bagian pembuka, YAYAYA menghadirkan nuansa sendu melalui lirik yang mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam kenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Indonesia
PHK Tokopedia, Ekonom Tegaskan Pekerja Paling Rentan Jadi Korban
Dalam penjelasan kepada DPR dan Kementerian Ketenagakerjaan, manajemen menyebut yang terjadi yakni penataan organisasi, bukan PHK massal.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
PHK Tokopedia, Ekonom Tegaskan Pekerja Paling Rentan Jadi Korban
Indonesia
Dasco Fasilitasi Pertemuan TikTok dengan Kemenaker Soal PHK, TikTok: Pekerja Ambil Paket Kompensasi
Media sosial diramaikan kabar yang menyebut 90 persen karyawan Tokopedia mengalami PHK setelah perusahaan diakuisisi TikTok.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Dasco Fasilitasi Pertemuan TikTok dengan Kemenaker Soal PHK, TikTok: Pekerja Ambil Paket Kompensasi
Lifestyle
Lirik Those Eyes Milik New West Rilis Tahun 2019 Yang Viral di 2026 Ini di TikTok
Lewat lirik yang hangat dan emosional, "Those Eyes" mengangkat kisah tentang cinta yang tumbuh dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Lirik Those Eyes Milik New West Rilis Tahun 2019 Yang Viral di 2026 Ini di TikTok
Indonesia
Tokopedia dan TikTok Dikabarkan Lakukan PHK, Pemerintah Cari Fakta Lapangan
Pendekatan pemerintah saat ini mengedepankan penyelesaian langsung di lapangan. Model tersebut sebelumnya telah diterapkan dalam sejumlah kasus hubungan industrial
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tokopedia dan TikTok Dikabarkan Lakukan PHK, Pemerintah Cari Fakta Lapangan
Indonesia
Kemnaker Telusuri Isu PHK di TikTok dan Tokopedia, Mediator HI Mulai Bergerak
Kemnaker mulai menelusuri isu PHK di TikTok dan Tokopedia. Hingga kini belum ada laporan resmi, sementara pemerintah masih menunggu klarifikasi dari perusahaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Kemnaker Telusuri Isu PHK di TikTok dan Tokopedia, Mediator HI Mulai Bergerak
Indonesia
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
BPJS Kesehatan menegaskan tidak ada kebijakan penggantian atau reimburse biaya transportasi pasien rujukan. Simak klarifikasi resmi terkait informasi viral di Threads.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
Indonesia
Ancaman PHK Massal di Tokopedia dan TikTok, Utusan Presiden Prabowo akan Turun Cek Fakta
Said Iqbal berencana menemui perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Ancaman PHK Massal di Tokopedia dan TikTok, Utusan Presiden Prabowo akan Turun Cek Fakta
Bagikan