Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hobi

Tidak Sulit, Begini Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 22 Januari 2023
Tidak Sulit, Begini Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua

Lidah mertua mudah dirawat karena merupakan tanaman yang tangguh dan mudah beradaptasi. (Pexels/Sasha Kim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU ingin menambah koleksi tanaman dalam ruangan atau baru ingin memulai hobi berkebun? Pilih saja lidah mertua atau yang juga dikenal dengan nama snake plant.

Perawatan tanaman dengan nama latin dracaena trifasciata ini mudah, karena banyak yang bilang tanaman ini susah mati, atau dalam kata lain tahan bila kamu membiarkannya tanpa disiram sekian lama.

Tanaman dalam ruangan yang hanya memerlukan cahaya redup ini memiliki tampilan yang unik dengan daun hijau tinggi dan lebar seperti pedang. Meskipun tergolong tanaman mudah dan sederhana untuk dirawat, kekurangannya lidah mertua beracun bagi anjing dan kucing.

Secara penampilan, lidah mertua memiliki bentuk unik yang menghadirkan komponen desain yang indah ke sebuah ruangan. “Tanaman ini kokoh dan berbentuk pahatan, dan sifatnya yang tegak menjadikannya sempurna untuk menempati ruang sempit,” kata ahli hortikultura profesional bersertifikat Leslie F. Halleck yang menulis Gardening Under Lights.

“Lidah mertua itu kuat, toleran terhadap kekeringan, tanaman yang mirip sukulen,” kata Halleck yang juga merupakan menjelaskan Extension Horticulture Instructor di UCLA.

Baca juga:

6 Manfaat Rawat Kaktus Dalam Rumah

Tidak Sulit, Begini Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua
Lidah mertua memiliki bentuk unik yang menghadirkan komponen desain yang indah ke sebuah ruangan. (Pexels/cottonbro studio)

Idealnya, tanaman ini tumbuh di bawah terpaan sinar matahari yang cerah. “Di alam, tanaman ini tumbuh di tempat terbuka, paparan sinar matahari penuh,” kata Halleck. Namun, mereka juga dapat bertahan hidup di lokasi dengan cahaya redup di dalam ruangan.

Ahli botani Chris Satch yang merupakan Horti's Plant Doctor menambahkan, "Mereka dapat mentolerir berbagai kondisi pencahayaan, tetapi bertentangan dengan pendapat umum, mereka sebenarnya lebih suka berada di ambang jendela dengan sinar matahari langsung setidaknya selama beberapa jam."

Jika kamu memperhatikan bahwa lidah mertua tidak tumbuh atau terlihat kerdil, itu bisa menjadi indikator kurangnya cahaya.

Perawatan lidah mertua

Lidah mertua di lingkungan alaminya terbiasa dengan tanah berbatu, sehingga mereka dapat hidup di berbagai media tanam. Kamu hanya perlu memastikan ada cukup oksigen di dekat akar, sehingga tanah tidak terus basah dan menyebabkan akar membusuk.

Kalau kamu cenderung menyirami tanaman berlebihan, ada baiknya pertimbangkan untuk membuat campuran media tanam dengan kerikil atau batu apung leca, apa pun yang lembam yang akan menciptakan ruang udara yang lebih besar dan meningkatkan drainase.

Perawatan tanaman ular mudah karena merupakan tanaman yang tangguh dan mudah beradaptasi. “Tanaman ular biasanya bisa bertahan berbulan-bulan tanpa disiram,” kata Halleck.

Baca juga:

6 Manfaat Rawat Kaktus Dalam Rumah

Tidak Sulit, Begini Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua
Idealnya, tanaman ini tumbuh di bawa sinar matahari yang cerah, tapi bisa hidup dengan cahaya redup. (Pexels/Ja Kubislav)

Perlu diingat, semakin banyak cahaya yang diterima tanaman, semakin sering kamu perlu menyiraminya. Mereka dirancang untuk bertahan hidup tanpa H2O untuk jangka waktu tertentu, jadi jika kamu lupa menyiram, mereka akan baik-baik saja.

“Tanaman ular akan tumbuh lebih cepat dan lebih kuat dengan penyiraman yang berselang-seling. Tunggu sampai campuran pot benar-benar kering setidaknya di bagian atas satu hingga dua inci sebelum disiram,” kata Halleck.

Dia merekomendasikan untuk menyiram secara menyeluruh sampai air muncul dari lubang drainase dan kemudian biarkan tanah mengering sebelum disiram lagi.

Ada batasan berapa lama tanaman ular bisa bertahan tanpa menerima air, dan mereka akan memberi tahu. Saat tanaman ular mulai layu dan berkerut, ini pertanda mereka membutuhkan air. Selain itu ada tanda kecoklatan pada ujung daun.

Pemupukan tanaman ular sering tidak diperlukan. “Ini adalah pengumpan yang sangat ringan, jadi tidak perlu memupuknya secara teratur,” kata Halleck. Dia merekomendasikan pemupukan untuk pertumbuhan dan kekokohan, sekali atau dua kali setahun, selama musim semi dan musim panas. (aru)

Baca juga:

4 Hama Umum pada Tanaman Hias dan Cara Mengatasinya

#Tanaman Hias #Hobi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fashion
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Kolaborasi Black Sabbath dan Lawless Jakarta menghadirkan koleksi eksklusif "Heavier Than Ever" berupa apparel, helm, dan skate deck edisi terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Fun
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
GJAW 2025 menghadirkan program komunitas seperti Campervan Show dan Diecast On GJAW, memperkaya pengalaman pengunjung di ICE BSD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
Fun
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Costum diecast telah menjadi gerakan kreatif yang menumbuhkan kebanggaan, kolaborasi, dan inovasi anak bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 November 2025
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Fun
Era Baru Audio Mobil: Nakamichi Hadirkan Inovasi Lewat Acara ‘All Things New’
Nakamichi hadirkan solusi audio dan teknologi kendaraan yang lebih pintar, terintegrasi, serta memberikan pengalaman mendalam bagi penggunanya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Era Baru Audio Mobil: Nakamichi Hadirkan Inovasi Lewat Acara ‘All Things New’
Fun
Indonesia Diecast Expo 2025 Siap Hadirkan Nuansa Nostalgia Lewat Tema 'Back to The Days'
IDEXII 2025 akan berlangsung di Hall 10 ICE BSD, Tangerang, 25 - 26 Oktober 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Oktober 2025
Indonesia Diecast Expo 2025 Siap Hadirkan Nuansa Nostalgia Lewat Tema 'Back to The Days'
ShowBiz
Musik dan Hobi Menjadi Satu, Pop City 2025 Hidupkan Jantung Jakarta
Pop City 2025 menjadi tempat berkumpul bagi para kreator dan penikmat industri kreatif.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 September 2025
Musik dan Hobi Menjadi Satu, Pop City 2025 Hidupkan Jantung Jakarta
Berita Foto
Warga Jakarta Berburu Tanaman Hias dalam Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng
Pengunjung memilih tanaman hias dalam pameran Flora dan Fauna (Flona) Jakarta Tahun 2025 di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025).
Didik Setiawan - Senin, 18 Agustus 2025
Warga Jakarta Berburu Tanaman Hias dalam Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng
Bagikan