Tidak Selalu Buruk, Sikap Pesimis Ada Sisi Positifnya

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 24 September 2020
Tidak Selalu Buruk, Sikap Pesimis Ada Sisi Positifnya

Ada sisi positif dalam pesimis. (Foto: Pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HIDUP kadang penuh rintangan, tidak mudah untuk terus menerusmenjadi positif. Celakanya kita cenderung dipaksa atau diharapkan untuk selalu menjadi positif. Diakui bahwa memiliki sikap yang positif itu baik untuk kesehatan mental. Namun sikap pesimis ternyata ada sisi positifnya.

Melansir laman The Conversation, sebenarnya pesimis tidak selalu melulu tentang negative thinking. Ilmu kepribadian telah mengungkapkan bahwa pesimis mencakup fokus pada hasil, apa yang kamu harapkan akan terjadi di masa depan.

Baca Juga:

Mumpung Jomlo, Timbun Kekayaan Yuk!

pesimis
Orang pesimis dinilai lebih mampu bertahan. (Foto: Pixabay/narciso1)

Sementara orang optimis selalu mengharapkan hasil yang positif akan lebih sering terjadi. Sementara orang pesimis mengharapkan hasil yang negatif lebih mungkin terjadi. Psych Central menuliskan bahwa ada teori baru yang mengungkapkan pemikiran negatif tertentu sebenarnya bisa bermanfaat untuk mengantisipasi tantangan. Strategi ini disebut sebagai "pesimisme defensif".

Pesimisme defensif melibatkan imajinasi tantangan yang mungkin timbul. Kemudian membayangkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah. Mereka juga cenderung memiliki ekspektasi rendah terhadap suatu hal.

The Conversation memberi contoh, seperti berekspektasi bahwa kamu tidak akan dipekerjakan setelah wawancara kerja. Kemudian membayangkan detail dari segala hal yang mungkin salah untuk membuat skenario terburuk ini menjadi kenyataan.

Ini memberi orang pesimis defensif sebuah rencana tindakan untuk memastikan bahwa sesuatu yang buruk seperti yang dibayangkan tidak akan benar-benar terjadi.

Secara umum, orang dengan sikap pesimis akan cenderung over-thinking. Kemudian menganalisis masalah dan memperkirakan hasil dari masalah tersebut. Dengan begitu orang pesimis defensif tetap fleksibel dan tidak panik saat berada di bawah tekanan.

Baca Juga:

Suka pada Orang Lain Padahal Udah Punya Pacar? Intip 3 Pencerahan Ini

pesimis
Sikap pesimis defensif memikirkan segala hal buruk yang bisa terjadi dan berusaha menjadi solusinya. (Foto: Unsplash/anthonytran)

Psych Central menjelaskan bahwa praktik-praktik ini membantu mengarahkan perasaan kecemasan ke arah aktivitas yang produktif. Saat dihadapkan pada tantangan, mereka langsung bertindak dengan menjangkau kepada orang lain, bukan mundur. Mereka membuka diri terhadap informasi dan opsi baru alih-alih tetap berada di ruang gema mereka sendiri.

Sementara orang-orang yang terlalu optimis yang merasionalisasi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun ternyata dapat memberikan tanda bahaya kemudian melahirkan keputusan buruk atau menjadi korban procrastination. Bahkan gagal mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, tulis Psych Central.

The Conversation menambah bahwa riset telah menunjukkan bahwa cara berpikir ini tidak hanya membantu mereka sukses, tetapi juga membawa beberapa penghargaan yang tidak terduga. Melansir Psych Central, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika seorang CEO terlalu optimis, mereka memiliki lebih banyak hutang dan berpotensi menempatkan perusahaan mereka dalam bahaya. Pesimisme defensif melindungi dari risiko tidak sehat dengan menyalurkan pemikiran realistis.

Intinya menurut Psych Central, ide di balik pesimisme defensif adalah untuk mengendalikan pikiran negatif sebelum lepas kendali. Kamu menggunakan imajinasi yang realistis tentang hasil yang tidak menguntungkan untuk memotivasi dan mempersiapkan dirimu untuk menghadapi tantangan daripada merenung. (lev)

Baca Juga:

Pentingnya Self-Care Selama Masa Pandemi

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan