Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

'The Last Goodbye', Perayaan Kenangan Odezsa

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 28 Juli 2022
'The Last Goodbye', Perayaan Kenangan Odezsa

Odesza kembali dengan album 'The Last Goodbye'. (foto: Alexander Babarikin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LIMA tahun setelah album terakhir mereka, Odezsa kembali dengan album baru, The Last Goodbye. Album ini merupakan karya yang menghubungkan kekuatan nostalgia dan gaya musik khas duo ini, dibungkus dengan produksi musik yang sinematik.

Setelah kesuksesan album mereka sebelumnya yang meraih nominasi Grammy, A Moment Apart, album baru ini merupakan karya unik yang menampilkan koneksi, kenangan, dan dampak kepada satu sama lain. Album ini menjadi perayaan bagi orang-orang tercinta dan berbagai momen yang telah dibuat sepanjang di hidup.

BACA JUGA:

Odesza Kembali, Rilis ‘The Last Goodbye’

Sebagai album yang merayakan kenangan, sejumlah sample audio dari video-video masa kecil personel Odezsa, Harrison Mills dan Clayton Knight, muncul di album ini. Semuanya dibungkus dengan produksi musik khas Odezsa yang berani dan mendobrak batas. “Ini merupakan album yang berpusat pada kekuatan dari sebuah hubungan,” kata duo ini dalam keterangan pers yang diterima Merahputih.com.

the last goodbye-odezsa
Dirilis pada 22 Juli. (foto: dok Secret Signal)

Saat menulis album ini, Mills dan Knight mulai menyadari betapa mereka sangat terpengaruh dan terinspirasi oleh orang-orang di sekitar mereka. “Untuk menghargainya, kami membuat karya ini untuk menghormati orang-orang yang kami cintai dan rasa memiliki sebuah komunitas,” imbuh mereka.

The Last Goodbye, menurut Odezsa, merupakan karya tentang berhenti sejenak dan mengambil waktu untuk merayakan kebersamaan satu sama lain. Itulah yang membuat mereka menggarap album ini menjadi karya yang penuh kebersamaan. “Kami harap para pendengar dapat mendengarkan dan menikmatinya bersama teman-teman dan orang-orang yang mereka cintai, sambil menari dan bergembira bersama setelah sekian lama terpisah,” kata mereka.

BACA JUGA:

Kemeriahan Festival Musik We The Fest 2018


Tema-tema seperti koneksi, memori, hubungan, dan dampak dari hidup kita satu sama lain dihadirkan di album yang dirilis pada 22 Juli ini. Lagu-lagu yang telah dirilis sebelumnya menunjukkan kedalaman album ini, seperti The Last Goodbye (feat. Bettye LaVette). Lagu yang dirilis Februari lalu tersebut mendapatkan sambutan hangat dari beragam publikasi internasional termasuk The New York Times yang menyebut lagu tersebut ‘membawa nuansa melankolis Slavia ke musik dance four-on-the-floor, menggunakan bagian-bagian vokal LaVette yang paling menyayat hati'. Sementara itu, lagu Love Letter (feat. The Knocks) diwarnai refrain vokal penuh emosi dan synth bernuansa orkestra. Di lagu Behind the Sun, Mills dan Knight bekerja bersama penyanyi Iran Simin ‘Seeb’ Ghanem’s.

Lewat album baru ini, Odesza dengan brilian kembali mengingatkan dunia akan hal-hal yang membuat mereka berdua menjadi landasan dari lanskap musik elektronik modern saat ini. Sebanyak 2,85 juta fan yang mendukung mereka menjadi bukti betapa duo ini telah mencatatkan nama mereka di industri musik dunia.

Sepanjang karier mereka, Odesza telah sukses membentuk sebuah fanbase yang kuat dan setia. Tur A Moment Apart’mereka ditonton lebih dari 2,85 juta fans termasuk penonton We The Fest di Jakarta, saat mereka menjadi salah satu penampil utamapada 2018. Selain itu, Odesza juga telah tampil sebagai penampil utama di banyak festival ternama dunia termasuk Coachella, Lollapalooza, Austin City Limits, Bonnaroo, dan Good Vibes Festival.(Dwi)

BACA JUGA:

Billie Eilish Sering Alami Social Anxiety saat di Studio Musik

#Musik #Selebritas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
Kanye West dipastikan menggelar konser 'Ye Live in Jakarta' pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Simak jadwal penjualan tiketnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Pada bagian pembuka, YAYAYA menghadirkan nuansa sendu melalui lirik yang mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam kenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
ShowBiz
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
RESCENE kembali dengan special single 'Pretty Girl'. Lewat lagu ini, girl group K-pop tersebut mengajak pendengar memaknai kecantikan sebagai keberanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
Bagikan