'The Black Book', Film Nigeria Pertama di Peringkat Ketiga Netflix Global
'The Black Book' bercerita tentang kediktatoran militer dan konflik berdarah di Nigeria. (Foto: IMDB)
THE Black Book, film thriller balas dendam karya Editi Effiong, yang diproduksi dengan biaya USD 1 juta (Rp 15 M), mencapai peringkat ketiga di tangga global Netflix pada akhir 2023. Total penontonnya mencapai lebih dari 20 juta orang. Tak pelak, ini menjadi sejarah bagi industri film Nigeria.
Mengutip The Economic Times, film ini disutradarai pendatang baru, Editi Effiong. The Black Book menjadi film Nigeria pertama yang mencapai peringkat ketiga di tangga film global Netflix.
Film ini berhasil meraih 5,6 juta penonton dalam 48 jam setelah dirilis pada 22 September 2023. Lebih dari 20 juta orang menontonnya dalam beberapa minggu pertama, termasuk dalam daftar Top 10 Netflix di 69 negara.
Richard Mofe-Damijo, aktor terkenal Nigeria, membintangi film ini sebagai Paul Edima yang berperan sebagai seorang diakon yang punya masa lalu kelam. Anaknya, Olumide Oworu, dituduh berbuat kriminal oleh kelompok polisi licik sehingga membuat Edima bersumpah untuk membalas.
Baca juga:
Seniman AI Nigeria Hadirkan Fashion Show Model Lansia Afrika
Perjalanan film ini tidak terlalu mulus. Banyak yang menyebut film The Black Book sebagai jawaban Nigeria untuk John Wick.
Film ini menggabungkan aksi dan cerita balas dendam dengan garis waktu sejarah Nigeria, menelusuri masa empat puluh tahun terakhir dari kehidupan di bawah pemerintahan militer hingga kondisi saat ini.
"Banyak orang dalam militer hanya mengganti baju menjadi pakaian sipil dan berlari untuk pemerintahan," kata Effiong.
"Keaslian sangat penting bagi kami, menunjukkan Nigeria sebagaimana adanya, dengan cara yang akan dikenali oleh masyarakat Nigeria," lanjut Effiong yang dikutip dari The Hollywood Times.
Dia menyebut film ini bukan versi Hollywood tentang Lagos, tetapi Lagos seperti yang kami, orang Nigeria, lihat."
The Black Book merupakan bukti adanya keunikan dari sinema Afrika dalam menceritakan kisahnya sendiri. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa proyek ini dibiayai dari orang dalam (Netflix), nyatanya Effiong yang membiayai seluruh proyek dengan 100% dana dari Nigeria.
Baca juga:
Pemuda Nigeria Bangun Mobil Listrik Panel Surya di Bengkelnya Sendiri
Dengan keberhasilan filmnya, Effiong menegaskan bahwa pembuat film Afrika dapat mendanai seni dan narasi mereka sambil menarik penonton global.
Ketika film ini terus membuat gelombang di Netflix, Effiong melihat ke masa depan, dengan pembicaraan tentang film biografi tokoh besar Afrika dan beberapa film yang sedang dikerjakan.
Keberhasilan The Black Book tidak hanya membuktikan visi Effiong, tetapi juga membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mengangkat kisah-kisah Afrika untuk menjangkau penonton di seluruh dunia. (nda)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
'Aku yang Engkau Cari', Lagu Maudy Ayunda yang Lahir dari Dunia 'Para Perasuk'
Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra Beradu Emosi di Series 'Luka, Makan, Cinta'
Netflix Bakal Luncurkan Video Vertikal, Siap Saingi TikTok dan Reels
Netflix makin Agresif, Perbarui Tawaran ke Warner Bros Jadi Rp 1.221 Triliun Tunai
Netflix Rilis Film Coming of Age 'Surat untuk Masa Mudaku', Tayang 29 Januari 2026
Film 'Aku Sebelum Aku' Siap Tayang di Netflix, Kolaborasi Gina S Noer dan Ringgo Agus Rahman
Sinopsis Night Shift for Cuties, Debut Sutrada Monica Vanesa Tedja di Proyek Netflix
Intip Sederet Aktor Kawakan yang Turut Memeriahkan Film Terbaru Joko Anwar 'Ghost in Cell'
Joko Anwar Hadirkan Trailer Film 'Ghost in Cell', Satir Penjara Berbalut Horor-Komedi
Film Korea 'My Dad, the Zombie' Mulai Produksi, Sajikan Komedi Keluarga yang Menyentuh