Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Karier

Tetap Survive di Tengah Kemelut UU Cipta Kerja dan Pandemi Meski Kena PHK

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2020
Tetap Survive di Tengah Kemelut UU Cipta Kerja dan Pandemi Meski Kena PHK

Kerja freelance tidak terpengaruh dengan UU Cipta Kerja. (Foto: Pexels/Vlada Karpovic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"Beep!" Satu pesan masuk ke ponsel Adit (bukan nama sebenarnya). Ia pun melirik ponselnya. 'Grup Kantor' (cepat-cepat ia buka isinya berjaga-jaga ada info penting. Namun alih-alih pesan penting ia melihat nama rekannya, Ridwan. Ia pun segera membuka pesan yang pop-up di layar ponselnya itu.

"Teman-teman, saya pamit ya. Mulai tanggal 1 Juni saya sudah tidak bekerja di kantor lagi. Mohon maaf kalau ada salah-salah kata," demikian bunyi pesan dari Ridwan.

Adit pun menghela napas berat. Ini sudah pesan ketiga yang ia terima dari rekan-rekan kerjanya selama work from home. Entah apa yang dipikirkan oleh perusahaan, menghentikan teman-temannya di masa pandemi ini. Prihatin sekaligus ngeri akan nasibnya sendiri, Adit kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya.

Baca juga:

Tetap Waras Meski Kontrak Kerja Urung Diperbarui

Malam harinya, ponsel Adit berdering. 'Anna Incoming Voice Call' demikian tulisan yang terpampang di layar. Ya. Itu adalah sekretarisnya di kantor. "Duh! Ada apa nih?" Ucapnya dalam hati gugup. Ia pun segera mengangkat telepon itu.

"Ya, Na?", "Mas besok bisa dateng ke kantor ngga?" Sahut suara disebrang sana. "Oke. Ada apa, Na?" tanyanya dengan napas tercekat. "Apakah aku akan bernasib sama seperti Ridwan dan yang lainnya?" Tanyanya dalam hati. Cepat-cepat ia menggelengkan kepala mengenyahkan pikiran mengerikan itu.

"Ini mas urus absensi selama work from home," mendengar jawaban Anna ia pun menghela napas. "Alhamdulillah Ya Allah! Terima kasih sudah menyelamatkan hamba," ucapnya lega dalam hati. "Oke, Na! Siap perintah!"

Keesokan harinya, usai ia mengurus absensi. Ia menuju parkiran. Ia menoleh ke salah satu kursi panjang yang kini kosong. Bayangan ketika ia dan teman-temannya ngumpul di sana pun terbersit di benaknya. Biasanya kursi itu ramai oleh tawa dan celetukan teman-temannya.

Ada yang merokok, main game online atau sekedar bincang-bincang. Penuh kehangatan. Kini bangku tersebut kosong tanpa satu pun orang. Dingin. Tiba-tiba udara sore lebih menusuk tulang dari biasanya.

"Oi, Dit" sebuah suara membuyarkan lamunannya. Saat menoleh ia melihat teman kantornya, Anto nyengir. "Eh mas..."

"Tumben ke kantor. Ada apa nih?" Selidik Anto kepo. "Abis urus absensi mas," jawabnya tanpa basa basi. "Ngopi sama sebat (merokok) yuk ke warkop sebrang," ajak Anto hangat.

Sesampainya di warkop. Mereka mulai berbincang-bincang. "Ridwan keluar yo, Mas," Adit memulai pembicaraan.

"Iyo Dit. Mesake (kasihan) ya," sahut Anto dengan logat Jawa yang kental. Keduanya memang berasal dari Jawa Tengah dan kerap kali berbincang dalam bahasa Jawa setiap sedang berdua.

"Iyo mas. Padahal de'e nduwe anak loro. Cilik-cilik (Iya mas. Padahal dia punya anak dua. Kecil-kecil)," responnya dengan nada prihatin.

"Yo piye meneh? Nek iku wis dadi keputusane kantor (Ya bagaimana lagi? Kalau itu sudah jadi keputusan kantor)," jawab Anto. Mereka pun diam untuk beberapa saat. Hanyut dalam lamunannya masing-masing.

Tetap Survive di Tengah Kemelut UU Cipta Kerja dan Pandemi Meski Kena PHK
WFH di masa pandemi (Foto: Pexela/Vlada Karpovic)

Memang sudah sejak lama, media tempat Adit bekerja diisukan mulai goyah. Kapal oleng. Begitu sebutan mereka. Pandemi justru memperparah kondisi ini.

Ketika kondisi kantor mulai goyah, pihak atasan memindahkan Adit yang sudah senior itu ke media online. Ya, sebelumnya ia memang ditugaskan di koran.

Teman-temannya menganggap Adit beruntung. Sementara ia sendiri justru merasa nasibnya terombang ambing tidak jelas. Melihat kondisi kantor yang sudah sekarat tersebut, rasanya tinggal menunggu ajal saja.

"Aku ingin berada di atas kapal hingga karam," demikian jawaban Adit setiap kali sang istri bertanya mengapa ia tidak keluar saja. Sebagai seorang desain grafis, sebenarnya sudah ada beberapa tawaran yang datang padanya.

Namun ia ingin terus berpegangan pada tempatnya bekerja sejak awal menginjakkan kaki ke Jakarta. Melihat dedikasi dan loyalitas Adit, sang istri pun hanya bisa menghargai keputusan suaminya.

Sebulan kemudian, manajer kantornya menghubunginya. Memintanya untuk datang ke kantor. Adit yang sedang makan bersama istri pun segera memberi tahu istrinya. "Pak Sugeng telepon. Aku disuruh ke kantor," tuturnya tenang. Meski terlihat tenang sebenarnya ia juga cemas pada nasibnya.

"Ada apa?" tanya sang istri cemas. "Ngga tahu nih. Doain aja ya," sesaat kemudian ia beranjak ke kantor.

Sepanjang perjalanan jantung Adit berdegup cepat. Beberapa kali ia menghela napas dan mengafirmasi dirinya sendiri bahwa semua baik-baik saja.

Sesampainya di kantor, ia melihat dua temannya yang lain, Arsan dan Dito yang sama-sama dipindahtugaskan ke media online. Pak Sugeng pun ada dihadapan mereka. "Teman-teman gimana kabarnya nih selama WFH?" tanya pak Sugeng berbasa-basi. "Baik pak," jawab ketiganya kompak.

"Begini teman-teman. Di sini saya mau berterima kasih ke teman-teman. Sebenarnya saya berat mau melepas karyawan senior seperti kalian. Tetapi kondisi perusahaan tidak memungkinkan..." Tiba-tiba telinga Adit mendadak tidak bisa mendengar lanjutan ucapan pak Sugeng.

Otaknya blank seolah tidak bisa mencerna. Akhirnya, gilirannya pun tiba. Ia tahu waktu ini akan datang tetap saja ia tidak siap. Jauh sebelum waktunya tiba, ia kerap dihinggapi paranoid.

Setiap temannya pamit, ia selalu dihinggapi was-was seolah menanti gilirannya. Setiap pihak kantor menghubungi ia takut sendiri karena berpikir ini akan menjadi yang terakhir.

Baca juga:

Mengupas Stigma Pekerjaan di Indonesia

#PHK #Work From Home (WFH) #Freelancer #Oktober Satgas Waras #RUU Cipta Kerja #Omnibus Law
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ribuan Buruh Garmen Jateng Terancam PHK, Said Iqbal Upayakan Negara Selamatkan Perusahaan
Ribuan buruh garmen di Jawa Tengah terancam PHK. Said Iqbal desak pemerintah segera turun tangan menyelamatkan perusahaan dan pekerja. Dua pabrik besar, PT Victoria Apparel dan PT Samwon, berpotensi merumahkan 1.500 pekerja.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Ribuan Buruh Garmen Jateng Terancam PHK, Said Iqbal Upayakan Negara Selamatkan Perusahaan
Dunia
PHK di Industri Bank, OJK Sebut Langkah Penyehatan Internal
Dian memastikan,rasionalisasi tenaga kerja di KB Bank sendiri juga telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
PHK di Industri Bank, OJK Sebut Langkah Penyehatan Internal
Indonesia
Dasco Fasilitasi Pertemuan TikTok dengan Kemenaker Soal PHK, TikTok: Pekerja Ambil Paket Kompensasi
Media sosial diramaikan kabar yang menyebut 90 persen karyawan Tokopedia mengalami PHK setelah perusahaan diakuisisi TikTok.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Dasco Fasilitasi Pertemuan TikTok dengan Kemenaker Soal PHK, TikTok: Pekerja Ambil Paket Kompensasi
Indonesia
Tokopedia dan TikTok Dikabarkan Lakukan PHK, Pemerintah Cari Fakta Lapangan
Pendekatan pemerintah saat ini mengedepankan penyelesaian langsung di lapangan. Model tersebut sebelumnya telah diterapkan dalam sejumlah kasus hubungan industrial
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tokopedia dan TikTok Dikabarkan Lakukan PHK, Pemerintah Cari Fakta Lapangan
Indonesia
Kemnaker Telusuri Isu PHK di TikTok dan Tokopedia, Mediator HI Mulai Bergerak
Kemnaker mulai menelusuri isu PHK di TikTok dan Tokopedia. Hingga kini belum ada laporan resmi, sementara pemerintah masih menunggu klarifikasi dari perusahaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Kemnaker Telusuri Isu PHK di TikTok dan Tokopedia, Mediator HI Mulai Bergerak
Indonesia
Fraksi PKS Kritik Pajak Pencairan JHT, Sudah Kena PHK Masih Juga Dipajak
PKS mendesak pemerintah mengevaluasi pajak pencairan JHT agar tidak membebani pekerja. Netty Prasetiyani menilai regulasi lama sudah tidak relevan dan perlu ditinjau ulang.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Fraksi PKS Kritik Pajak Pencairan JHT, Sudah Kena PHK Masih Juga Dipajak
Indonesia
Ancaman PHK Akibat Harga Gas Industri Naik, PGN Pastikan Turunkan Harga ke USD 13 per MMBTU
Saat ini, kebutuhan gas bumi industri dipenuhi melalui tiga kategori utama, yaitu Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), gas pipa non-HGBT, dan LNG non-HGBT
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Ancaman PHK Akibat Harga Gas Industri Naik, PGN Pastikan Turunkan Harga ke USD 13 per MMBTU
Indonesia
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Pemerintah berjanji segera mengambil keputusan agar pasokan gas bagi sektor industri kembali normal.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Berita Foto
Audiensi Pimpinan DPR dengan Satgas Mitigasi PHK Bahas Antisipasi Gelombang PHK
Rapat koordinasi Satgas Mitigasi PHK bersama perwakilan pemerintah dan pimpinan DPR itu membahas monitoring terhadap perusahaan yang berpotensi melakukan PHK
Didik Setiawan - Jumat, 26 Juni 2026
Audiensi Pimpinan DPR dengan Satgas Mitigasi PHK Bahas Antisipasi Gelombang PHK
Indonesia
Mensesneg Prasetyo Hadi Umumkan Dirinya Ditunjuk Ketuai Satgas Mitigasi PHK, Ini Tugasnya!
Satgas Mitigasi PHK akan bekerja sama dengan Polri dan DPR untuk mencegah gelombang PHK serta melindungi hak pekerja.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi Umumkan Dirinya Ditunjuk Ketuai Satgas Mitigasi PHK, Ini Tugasnya!
Bagikan