Kesehatan

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 26 Desember 2020
Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman

Tubuh tetap segar di pagi hari walaupun begadang. (plantolead.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEGADANG dapat berpengaruh terhadap banyak hal, termasuk membuat banyak orang kesulitan untuk bangun pagi. Hasilnya, tak sedikit aktivitas dan rencana yang telah dibuat pun menjadi kacau karena bangun kesiangan.

Berbagai macam cara untuk bisa bangun pagi walau begadang di malam sebelumnya sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Berikut cara agar tidak kesiangan meski kamu begadang seperti dilansir dari laman Healthline.

Baca juga:

Kebiasaan Baik untuk Wajah Cerah saat Bangun Pagi

1. Jangan snooze alarm

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman
Hindari memencet tombol snooze. (ahealthiermichigan.org)

Saat memasang alarm, pastinya kamu kebiasaan memencet tombol snooze. Padahal, ini dapat memicu terjadinya drockling. Ini kondisi yang dapat mengacaukan pengaturan waktu internal dalam tubuh. Nah, kondisi inilah yang akan menyebabkan kamu kesulitan bangun dalam keadaan tubuh segar.

2. Jauhkan alarm

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman
Menaruh alarm yang jauh namun masih bisa didengar olehmu. (sleepify.co)

Sebelum tidur, pastikan menaruh alarm jauh dari jangkauan kamu sendiri. Hal ini juga menurunkan risiko untuk menekan tombol snooze. Letakkan alarm di tempat yang masih bisa kamu dengar jangkauan suaranya. Selain itu, taruh alarm di tempat yang bisa membuat kamu bangun dan berjalan untuk mematikannya.

3. Hindari mengecek ponsel saat bangun

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman
Main ponsel setelah bangun hanya akan menghabiskan waktu. (bustle.com)

Kebiasaan setiap orang setelah bangun tidur pasti langsung memeriksa ponselnya. Hal ini dapat mengganggu aktivitas karena membuat kamu lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur.

Sebaiknya, kamu melakukan aktivitas ringan seperti peregangan, hal ini dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks dan bersemangat.

4. Membiarkan cahaya masuk ke dalam kamar

bangun pagi tapi begadang
Cahaya alami yang masuk ke dalam kamar akan membuatmu menjadi tidak ngantuk. (Pixabay/StockSnap)

Kondisi ruangan yang gelap bisa membuat kamu sangat kesulitan untuk bangun. Ternyata, tubuh juga memerlukan cahaya alami untuk mengatur ulang jam internalnya.

Maka dari itu, usahakan untuk membuka tirai kamar agar cahaya dari luar bisa masuk. Namun jika kamar kamu jauh dari jangkauan cahaya, menyalakan lampu juga bisa dijadikan pilihan.

Baca juga:

Sulit Bangun Pagi? Mungkin Ini Alasannya

5. Mengikat rambut

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman
Disarankan untuk mengikat rambut saat bangun tidur. (realsimple.com)

Mengikat rambut setelah bangun tidur dapat merangsang aliran darah ke kulit kepala. Namun, jangan menarik rambutmu secara berlebihan ketika mengikatnya, hal tersebut dapat menyebabkan kerontokan.

6. Mencuci muka dengan air dingin

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman
Mencuci muka agar tubuh jadi lebih segar. (chicagotribune.com)

Hal ini dapat membuat kamu jadi lebih segar. Selain itu, cara ini juga dapat mengecilkan pori-pori wajah. Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat air dingin untuk pori-pori wajah.

7. Hindari minuman beralkohol

Tetap Bangun Pagi Meski Begadang Semalaman
Alkohol dapat merusak siklus tidur. (purehealthyliving.com)

Mengonsumsi alkohol memang dapat membuat sebagian orang menjadi lebih rileks dan bisa tidur dengan mudah. Namun, kebiasaan ini bisa mengganggu siklus tidur dan membuat kamu kesulitan tidur dengan nyenyak. (scp)

Baca juga:

Rutinitas Bangun Pagi Pengaruhi Kecantikanmu

#Kesehatan #Tips Tidur #Tidur #Tidur Malam #Bangun Pagi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan