Tesla Tarik 595 Ribu Mobil di AS, Ada Apa?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 18 April 2022
Tesla Tarik 595 Ribu Mobil di AS, Ada Apa?

Tesla tarik lebih dari 500 ribu mobil di AS (Foto: pixabay/capitalstreet_fx06)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PRODUSEN mobil listrik ternama, Tesla, menarik kembali sekitar 595 ribu kendaraan di Amerika Serikat. Hal tersebut karena fungsi Boombox yang bisa memutar suara lewat speaker eksternal, dan mengaburkan peringatan yang bisa didengar untuk pejalan kaki.

Seperti yang dilansir dari Associated Press, penarikan tersebut merupakan yang kedua kalinya akibat kesalahan dan fitur Boombox tersebut.

Baca Juga:

Ada Desa Tesla di Pegunungan Tiongkok, Milik Elon Musk?

Perusahaan mobil listrik yang didirikan Elon Musk tersebut mengatakan, bahwa dalam dokumen pemerintah, penarikan baru akan menonaktifkan Boombox bila pemilik memakai fitur yang memungkinkan mereka 'memanggil' kendaraan dengan kecepatan rendah.

Penarikan tesla akibat fitur boombox (Foto: pixabay/thepassenger)

Adapun penarikan pertama terjadi pada bulan Februari menonaktifkan Boombox bila kendaraan berada dalam mode drive, netral dan mundur. Kedua penarikan akan dilakukan pembaruan perangkat lunak daring.

Penarikan ratusan ribu mobil tesla tersebut, mencakup Tesla Model Y, X, dan S keluaran 202 hingga 2022. Kemudian ada juga Tesla Model 3 keluaran 2017 hingga 2022.

Kabar tersebut diungkap pada dokumen yang diunggah oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasiona AS (NHTSA).

Baca Juga:

Amerika Serikat Investigasi Sistem Autopilot Tesla, Ada Apa?

Boombox kabarnya memungkinkan pengemudi untuk memainkan suara preset atau custom ketika kendaraan bergerak. Hal itu melanggar standar kselamatan federal.

Sebelumnya Tesla juga menarik sejumlah kendaraanya pada bulan Februari (Foto: pixabay/jteder)

Pada penarikan bulan Februari, terjadi setelah badan keamanan membuka penyelidikan tentang masalah tersebut. NHTSA menjelaskan, bahwa pada tahun 2010 Kongres mewajibkan kendaraan listrik atau hibrida, untuk membuat suara peringatan pejalan kaki.

Kemudian, NHTSA pun mengunggah dokumen yang menampilkan bahwa Tesla menarik lebih dari 7 ribu Model X dari 2021 dan 2022, lantaran kantong udara tirai samping mungkin tidak mengembang, sebagaimana dimaksud dalam kecelakaan saat jendela diturunkan.

Para pemilik Tesla akan diberitahu pada bulan Juni, kemudian pusat layanan akan mengganti kantong udara pada baris depan kiri dan kanan. (Ryn)

Baca Juga:

Tesla Akan Kembangkan Fitur Autopilot Baru Diklaim Lebih Canggih

#Tesla #Mobil Listrik
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Lifestyle
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik dengan teknologi terbaru.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Indonesia
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Kementerian Perindustrian tidak memiliki kewenangan dalam menentukan bentuk maupun skema insentif kendaraan listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Indonesia
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Purbaya menyatakan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional secara jangka panjang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Indonesia
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Kebijakan pajak kendaraan listrik ke depan tidak lagi seragam dan bisa berbeda antarwilayah karena angkanya ditentukan Pemerintah Daerah.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Indonesia
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Indonesia
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Prabowo genjot program listrik 100 gigawatt dan tutup 13 PLTD. Targetnya, Indonesia bisa hemat energi dan stop impor BBM dalam 2-3 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Indonesia
Prabowo Ingin Indonesia Punya 'National Champion' Otomotif seperti Jepang dan Korea
Presiden Prabowo ingin Indonesia memiliki merek otomotif global seperti Jepang dan Korea. Ia optimistis VKTR bisa menjadi 'national champion'.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Ingin Indonesia Punya 'National Champion' Otomotif seperti Jepang dan Korea
Indonesia
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Besar-besaran Sedan Listrik pada 2028
Presiden Prabowo menargetkan Indonesia memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028. Pemerintah juga akan bentuk perusahaan khusus dan kurangi impor BBM.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Besar-besaran Sedan Listrik pada 2028
Indonesia
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Energi dinilai sebagai salah satu bidang yang sangat menentukan bagi keberlangsungan sebuah negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Lifestyle
Tips Perjalanan Mudik dengan Kendaraan Listrik
Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan efisien.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Tips Perjalanan Mudik dengan Kendaraan Listrik
Bagikan