Ternyata Penyebar Poster Wajah Pangeran Diponegoro adalah Para Seniman

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 08 Februari 2015
Ternyata Penyebar Poster Wajah Pangeran Diponegoro adalah Para Seniman

Pengunjung melihat karya yang dipamerkan dalam pameran Aku Diponegoro : Sang Pangeran dalam Ingatan, dari Raden Saleh hingga Kini di Galeri Nasional (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Pangeran Diponegoro menjadi simbol perjuangan melawan Koninklije Nederlands - Indische Lerger (KNIL), tentara kolonial Belanda selama perang kemerdekaan Indonesia pada 1945-1949. Di Jawa Tengah, basis Republik Indonesia, tersebar poster-poster perjuangan dalam ukuran besar yang menampilkan wajah Pangeran Diponegoro. Namun, belum pernah ada kajian khusus akan mengapa Diponegoro menjadi simbol perlawanan ini.

Padahal sejahar menunjukkan KNIL berawal sebagai pasukan khusus namanya NOIL untuk meredam perang Diponogoro pada 1825-1830. Pada masa perang kemerdekaan itu, para seniman terkemuka Indonesia ikut berkumpul di basis Republik Indonesia dan terlibat dalam mobilisasi perang. Merekalah pembuat poster perjuangan yang menampilkan wajah Pangeran Diponegoro.

BACA JUGA:  4 Pahlawan Indonesia yang Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Pada masa perjuangan maupun sesudah Indonesia merdeka, pelukis-pelukis terkemuka seperti Sudjojono, Hendra Gunawan, Harijadi Sumodidjojo, Basuki Abdullah, dan Sudjono Abdullah kerap mengangkat Diponogoro sebagai tema karya mereka.

"Beberapa di antaranya tampil dalam pameran ini, sebuah pameran bertajuk "Aku Diponegoro Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa"," kata Direktur Gothe Institute Indonesien, Dr. Heindrich Blomeka di gedung Galari Nasional Indonesia, Minggu (8/2).

Figur Pangeran Diponegoro mendapatkan kehormatan kembali setelah Ratu Juliana mengembalikan lukisan Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponogoro, kepada Pemerintah Indonesia pada 1978. Lukisan penangkapan Diponegoro ini dibuat pada 1856-1857, pada kurun yang berdekatan dengan wafatnya Pangeran Diponogoro di pembuangan pada 8 Januari 1855.

BACA JUGA: Presiden SBY Anugerahi John Lie Gelar Pahlawan Nasional

Lukisan yang dihadiahkan pada Raja Belanda, Willem III, ini dianggap mengandung kritik tersembunyi. Raden Saleh mencela siasat tak etis pada penangkapan Pangeran Diponogoro dan kebohongan lukisan Nocolaas Pieneman dengan tema yang sama.

"Dari apa yang sekarang terungkap dari lukisan itu, kita juga dapat mengetahui bahwa berita penangkapan Pangeran Diponegoro ternyata tersebar ke Eropa," katanya.

Seniman yang masih hdup pada masa kini akhirnya menyadari pengetahuan baru tersebut. Hal itu tercermin dari pada karya-karya yang ditampilkan pada pameran yang dikunjungi ratusan orang ini. Beberapa karya mendampingkan Raden Saleh dan Pangeran Diponogoro serta menghubungkan kedua tokoh sejarah tersebut dengan embrio kesadaran nasional.

Karya lain melihat pemberontakan Diponegoro, dan sikap kritis Raden Saleh, sebagai bagian dari pergolakan sosial di Eropa dan daerah-daerah koloninya pada abad ke-19 peristiwa yang akan mengubah peta politik sosial dunia. Sementara karya-karya lainnya kritis melihat tanda-tanda sejarah ini dan lebih jauh mempertanyakan posisi masyarakat awam dalam sejarah. (hur)

#Dulu Dan Kini #Pameran #Pahlawan Kemerdekaan #Pahlawan #Pangeran Diponegoro
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Ragam Gaya Arsitektur Hadir dalam Jakarta Architecture Festival 2026
Pengunjung meihat minatur bangunan dalam gelaran Jakarta Architecture Festival 2026 di M-bloc Space, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 26 Oktober 2026
Ragam Gaya Arsitektur Hadir dalam Jakarta Architecture Festival 2026
Indonesia
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Pameran bisnis ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
ShowBiz
Hari Terakhir Art Jakarta 2026, Jangan Lewatkan Deretan Kolaborasi Kreatif Ini
Bagi pencinta seni, hari ini, Minggu (4/10) menjadi kesempatan terakhir untuk menikmati Art Jakarta 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Hari Terakhir Art Jakarta 2026, Jangan Lewatkan Deretan Kolaborasi Kreatif Ini
Lifestyle
TACO dan Palette Studio Hadirkan 'The Curiosity Engine' di Art Jakarta 2026
Menerjemahkan semangat eksplorasi melalui sebuah karya yang mengajak pengunjung melihat material dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
TACO dan Palette Studio Hadirkan 'The Curiosity Engine' di Art Jakarta 2026
Lifestyle
Art Jakarta 2026 Panggung Unjuk Karya Enam Ekosistem Seni Rupa Daerah
Enam pameran atau pasar seni rupa dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam Art Jakarta 2026 melalui program MTN (Manajemen Talenta Nasional) Market.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Art Jakarta 2026 Panggung Unjuk Karya Enam Ekosistem Seni Rupa Daerah
Fun
JICAF 2026 Resmi Dibuka, Bawa Tema The World We Draw dan Hadirkan Beragam Kolaborasi
JICAF 2026 resmi dibuka hingga 4 Oktober dengan tema The World We Draw. Simak kolaborasi seniman, Disney Jajan, DUBKIL PROJECT, hingga Stereoflow.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
JICAF 2026 Resmi Dibuka, Bawa Tema The World We Draw dan Hadirkan Beragam Kolaborasi
Fun
Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, Perkuat Jejaring Seni Kontemporer Indonesia
Art Jakarta 2026 digelar 2-4 Oktober di JIExpo Kemayoran dengan 75 galeri, termasuk 33 galeri internasional dan 19 peserta baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, Perkuat Jejaring Seni Kontemporer Indonesia
Indonesia
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Sebanyak tujuh pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Kisahnya pun diangkat ke dalam film.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Indonesiaku
Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 'Purwacarita Borobudur', Jelajah Sejarah dengan Ethical AI
Galeri Indonesia Kaya menghadirkan 'Purwacarita Borobudur' mulai 1 September 2026. Pertunjukan imersif ini memadukan sejarah, teknologi digital dan Ethical AI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 'Purwacarita Borobudur', Jelajah Sejarah dengan Ethical AI
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
Bagikan