Kesehatan

Terlihat Bersih, Tempat ini Bisa Jadi Lokasi Penularan Virus Corona

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2020
Terlihat Bersih, Tempat ini Bisa Jadi Lokasi Penularan Virus Corona

Meski terlihat bersih, beberapa tempat bisa jadi tempat kuman dan virus. (foto: Unsplash/the creative exchange)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBERSIHAN ialah pangkal kesehatan. Ungkapan itu benar adanya. Apalagi di masa pandemi ini. Kuman dan bakteri yang berkembang di sekitar bisa jadi sumber penyakit. Memang sih, kita tak bisa menghindari kuman dan bekateri. Di tempat yang kamu anggap bersih sekalipun, makhluk super kecil itu bisa hidup.

Tak hanya di rumah, tempat umum merupakan lokasi yang potensial jadi sarang bakteri dan kuman. Itulah mengapa bepergian ke tempat orang-orang berkumpul amat tak disarankan di masa pandemi ini. Hal itu dapat meningkatkan risiko kamu terinfeksi virus corona.

BACA JUGA: Kedelai Bisa Jadi Musuh untuk Tubuh

Menurut Philip Tierno, PhD, Direktur Langone Medical Center University of New York, seperti dilansir Hellosehat, kuman dan virus hidup di mana-mana. Selain itu, keduanya juga bahkan dapat bertahan hidup pada barang-barang tertentu, seperti troli, pegangan eskalator, dan gagang pintu.

Oleh karena itu, saat masa pandemi ini, penting bagi kamu untuk selalu menjaga diri dari infeksi kuman dan bakteri di tempat umum yang kamu sangka bersih sekalipun.

BACA JUGA:

Cara Agar Wajahmu Tetap Glowing Meski Pandemi


1. Restoran

restoran
Penyebaran kuman terjadi dari tangan pekerja ke makananmu. (foto: pixabay/glynn424)


Meski merupakan tempat menyajikan dan menikmati makanan, restoran bisa jadi salah satu tempat yang teramat kotor. CDC menyebut restoran merupakan salah satu tempat umum yang paling cepat menyebarkan dan menciptakan sarang kuman. Penyebaran kuman dari tangan pekerja restoran ke makanan kamu merupakan penyebab utama makanan bisa terkontaminasi dan menimbulkan berbagai penyakit.

Itulah mengapa sangat dianjurkan bagi para staf restoran untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu ketika hendak menyentuh makanan. Selain mencuci tangan, pekerja restoran dianjurkan untuk menggunakan sarung tangan untuk meminimalisasi perpindahan kuman.


2. Kantor

adult
Keyboard dan gagang telepon bisa jadi sarang kuman.(foto: pixabay/rawpixel)

Tak menyangka kantormu yang resik bisa jadi sarang kuman kan? Ketidakwaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran virus dan kuman di kantor menyebabkan terjadinya banyak klaster COVID-19 di sejumlah perkantoran belakangan ini.

Ternyata banyaknya orang lalu-lalang jadi salah satu penyebab kantor jadi sarang kuman. Tak ada yang tahu bagaimana kebersihan setiap orang yang lalu lalang di kantor. Bisa saja salah satu dari mereka membawa bakteri.

Jika kamu termasuk yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor ketimbang di rumah, kamu bisa saja terjangkit bakteri di gagang telepon, tombol lift yang sangat sering disentuh oleh ratusan orang dari mana saja setiap harinya, hingga papan ketik komputer yang mungkin dipakai banyak orang.


3. Hotel

hotel
Ancamannya dari kutu busuk hingga kuman di remote TV. (foto: pixabay/davidlee770924)

Pariwisata memang baru mulai dibuka di masa pandemi ini. Namun, bukan berarti semuanya aman dan bebas virus corona. Kamar hotel berpotensi jadi tempat penularan virus corona.

Saat traveling di masa pandemi, kamu pasti akan memilih hotel dengan kamar yang terlihat bersih. Kasur, kamar mandi, hingga sofa sudah pasti akan kamu cek kebersihannya. Namun, sebaik-baiknya kamu mengecek, kamar hotel yang notabene sudah dipakai banyak orang berpotensi menyimpan kuman dan bakteri.

Sebagian besar sih disebabkan kutu kasur atau kutu busuk. Kutu kasur memang tidak mendatangkan penyakit, tetapi jenis kuman yang satu ini dapat menimbulkan alergi dan gatal pada kulitmu.

Selain itu, sarang kuman yang cukup tinggi pada tempat menginap ini ditemukan pada remote TV, saklar lampu, hingga spons dan kain pel yang dibawa staf pembersih kamar.(*)

BACA JUGA:

Coca Cola Hadirkan Rasa Kopi di Produknya

#Kesehatan #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan