MerahPutih.com - Hasil survei lembaga penelitian Alvara Research Center menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo unggul di atas Prabowo Subianto sebelum masa pendaftaran capres-cawapres. Meski unggul di tiga provinsi, Jakarta, Banten dan Jawa Barat (Jabar), tetapi posisi calon petahana belum aman, khususnya di tanah Sunda.
"Dibandingkan DKI Jakarta dan Banten, masyarakat Jawa Barat memiliki tingkat kepuasan publik yang rendah terhadap kepemimpinan Jokowi-JK," kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam hasil survei di Jakarta, Kamis (23/8).
Hasil survei, dilansir Antara, menunjukkan elektabilitas Jokowi sebesar 55,6 persen dan Prabowo Subianto mendapat 25,4 persen di Jakarta. Untuk Jabar, elektabilitas Jokowi 47,7 persen dan Prabowo 34,4 persen, sedangkan di Banten Jokowi 56 persen diikuti Prabowo 28,7 persen.
Hasanuddin mengatakan keunggulan Joko Widodo belum aman, terutama di Jawa Barat. Menurut dia, dengan selisih hanya 13,2 persen di Jabar, elektabilitas kedua kandidat akan semakin ketat seiring dengan berlangsungnya berbagai kampanye dari kedua pasang kandidat.
"Hal ini, menjadikan wilayah tersebut (Jawa Barat) akan menjadi ladang pertempuran yang sangat sengit di antara kedua pasang kandidat," tutur Hasanuddin.
Survei di tiga provinsi ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melibatkan responden berusia 17 tahun ke atas. Rentang margin of error sebesar 2,84 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel tersebar di DKI Jakarta sebanyak 1.237 responden. Untuk sampel Jawa Barat melibatkan sebanyak 1.200 responden dan Banten sebanyak 1.201 responden. (*)